Mistake Love

Mistake Love
Mistake Love (1)


__ADS_3

.


.


.


3 bulan yang lalu…


.


.


.


“Sekian materi yang dapat saya sampaikan untuk hari ini, sampai jumpa minggu depan” Aku mengemasi buku buku yang ada diatas meja, hendak melangkah pergi namun seorang mahasiswa maju kedepan dan memberikanku sebuah surat.


“To-tolong terima ini” Aku terseyum dan menerimanya, yahhh aku sudah tau apa isi dari surat ini. Pasti surat cinta dari mahasiswa maba ketika mengikuti kelasku, ini selalu terjadi disetiap aku mengajar. Padahal usiaku sudah 25 tahun, bagaimana bisa selera anak muda zaman sekarang adalah yang lebih tua dari mereka? Dan oh…lihatlah itu…pria siapa yang ada disana itu.


“Sayang, sudah selesai kelasnya?” Pria yang kini berucap dengan dingin sembari menyandarkan tubuhnya dipintu adalah suamiku, cemburu lagi dia dengan muridku.


“Tumben kemari, kemarilah dan sapa muridku” Pria itu berjalan mendekatiku dan mencium bibirku, tanda cemburu dan hal itu tentu saja membuat sekelas yang isinya anak baru semua membeku.


“Anak-anak sekalian, perkenalkan…ini suami saya”


“Su-suami a-anda? Ta-tapi-”


“Ayo pergi, aku ingin makan siang bersamamu” Ken, pria itu langsung membawaku pergi dari kelas meninggalkan suasana hening didalamnya. Saat sudah sampai didepan mobil dia membukakan pintu dan memintaku masuk.


“Tumben datang ke kelas, katakan ada apa?” Bukannya menjawab pria itu malah memelukku dengan posesiv, apa yang terjadi kepada suami manisku ini? Apa yang membuat hati pria ini merasa tak nyaman?.


Barusan adalah kali pertama dia datang menjemputku sampai ke kelas, biasanya menunggu di kantin hingga aku datang kepadanya. Ia senang, tapi pasti ada hal yang mengganggu pria ini hingga menjemputku kekelas.

__ADS_1


“Ken…sayang…ada apa hm?”


“Sayang…kau…kau tak akan pergi meninggalkanku kan?” Pria itu bertanya dengan mata yang berkaca-kaca, ada apa dengan suaminya ini? Kenapa tiba-tiba menanyakan hal ini?.


“Kau tak akan meninggalkanku kan? Kau tak akan mencampakanku kan? Kau akan terus bersamaku kan?” Dia bertanya lagi kepadaku, namun dengan nada yang seidikit mendesak agar aku menjawabnya.


“Tentu saja aku tak akan meninggalkanmu, kenapa hm? Ayo katakan” Ganti aku memaksanya, kali ini aku memaksanya…aku benar-benar penasaran dengan hal yang membuatnya sampai seperti ini.


“Aku hanya takut kau akan meninggalkanku” Ujarnya, terkesan aneh ketika tiba-tiba dia membahas mengenai ini. Pasti ada yang salah, ia akan mencari tau nanti.


“Sudah, mari kita pulang…aku akan memasak makanan kesukaanmu”


“Baiklah, oh ya nanti malam…kita pergi ke hotel mau?” Tanyanya, aduhhhh kalau menghabiskan malam dengan Ken hati ini pasti esok ia tak bisa datang ke kampus untukmengajar, mana ada rapat penting besok.


“Ken…aku ada kelas nanti malam, maaf ya sayang…”


“Yahhhhh…ayolahhh…”


“Pulang jam berapa? Nanti kujemput”


“Belum tau, aku akan mengajak mereka makan malam nanti”


“Demi muridnya suami ditelantarkan” Aku menggelengkan kepala melihatnya memajukan bibir karena kesal, menggemaskan sekali suamiku ini. Padahal suaminya juga punya pekerjaan yang menumpuk, masih sempat-sempatnya mencuri waktunya.


“Besoknya aku cuti, aku akan menemanimu”


“Serius?!”


“Iya, besok kutemani. Sekarang ayo pulang”


“Okey!”

__ADS_1


Mobil mewah itu pergi dari parkiran bawah tanah, didalam mobil aku diam-diam melirik pria yang kini tengah fokus menyetir. Aku ingin mengatakan sesuatu, tapi…jika suaminya tak suka bagaimana?.


“Kenapa hm?” Pria itu bertanya dengan lembut sembari mengelus puncak kepalaku.


“Hmmm, bisakah kita program hamil lagi?” Aku bertanya dengan hati-hati, pria itu terdiam mendengar pertanyaanku. Ahhhh, aku tau dia tak menyukai topik ini, bukan karena apa…mengingat program yang sudah kami jalani puluhan kali dan tidak ada yang berhasil mungkin dia akan menjadi sedikit sensitive.


“Kau tak mau istirahat dulu? Kita istirahat saja dulu, kalau sudah siap kita bisa mulai lagi” Dia menjawab dengan senyum manis dibibirnya, aku tau itu senyum palsu untuk membuatku merasa lebih baik. Tapi bagaimanapun juga aku adalah seorang istri, seorang istri yang harus memberikan keturunan bagi suaminya ditambah suaminya adalah anak tunggal.


“Tapi…Mama dan Papa sudah sangat menginginkan cucu…aku merasa tak berguna…”


“Kau bilang apa…kau menantu kesayangan mereka, itu sudah cukup mengingat mereka lebih menyayangimu daripada anaknya sendiri” Ucapannya membuat tawa dibibirku, itu benar…disaat kami bertengkar aku akan pulang kerumah Mama mertua dan mertuanya akan mengunci rapat-rapat rumah mereka untuk anak mereka.


“Anne…”


“Heem?”


“Tidak…tidak jadi” Ucapnya kembali membuatku kebingungan, dia aneh…dia mulai menjadi misterius. Apa ada yang dia sembunyikan? Setelah sekian tahun tak ada rahasia diantara kami, Apakah dia mulai merahasiakan sesuatu dariku? Hal yang membuatnya berpikir bahwa aku akan pergi meninggalkannya jika tau? Karena jujur, ini pertama kalinya dia bertanya mengenai hal seperti itu.


***********************


Ken menatap istrinya yang tengah tertidur lelap setelah menemui mahasiswanya di kampus, haihhhhh…gagal sudah malam romantisnya. Tapi wajar sih istrinya kehabisan tenaga, tak istirahat dari pagi sampai jam 1 dini hari…apa mungkin karena kesibukan mereka berdua membuat semua program hamil yang mereka jalani gagal? Tapi ia benar-benar tak bisa melarang istrinya untuk bekerja.


Ken menatap wajah istrinya dengan tatapan yang begitu dalam, pahatan yang begitu sempurna dimatanya. Entah kenapa dulu ia sempat menolak wanita ini untuk menjadi istrinya. Bahkan selalu mengungkit masalah perceraian ditahun pertama pernikahan mereka.


“Zollane Ellona Hembly Chatherine …I love you…” bisik Ken ditelinga istrinya sebelum ikut terlelap kealam mimpi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2