Mistake Love

Mistake Love
Mistake Love (5)


__ADS_3

Dengan senyum yang mengembang cerah di bibirku, aku menulis sebuah kata-kata dalam buku dairyku tentang hari ini…hari yang benar-benar membahagiakan untukku. Arrian, Keenan, Keenna dan Ocariana…nama-nama yang bagus.


“Tuhan…tiupkanlah bayi kedalam rahim hamba…sudah 5 tahun kami menanti” Aku berdo’a dalam hati sembari memejamkan mata, do’a yang selalu kupanjatkan setiap harinya…do’a yang sama untuk meminta keturunan.


Aku menutup buku diaryku dan beralih kepada memo yang ada disebelahnya, aku menulis sesuatu agar selalu ingat akan janjiku kali ini.


“Sudah lama aku tidak berkunjung kepanti asuhan…aku akan kesana nanti, anak-anak akan senang jika aku membawakan hadiah untuk mereka”


Aku tersenyum sembari membelai perutku, rasa bahagia muncul begitu saja dalam benakku tatkala membayangkan jika suatu saat nanti rumah ini akan dipenuhi oleh tawa serta tangisan anak-anak.


“Aku tak sabar menantinya, Ken…sabar sedikit lagi ya…aku akan berusaha lebih keras kali ini”


Tok tok tok


“Masuk” Ucapku sembari membereskan buku diary serta memo dari atas meja, seorang wanita yang masih cukup muda masuk kedalam kamarku…dia Noni, pengurus yang sudah menemaniku selama 10 tahun lamanya…dia sudah bagai kakak untukku.


“Nyonya…seorang wanita ingin menemui anda”


“Siapa dia?”


“Dia berkata bahwa anda yang memintanya datang”


“Oh? Suruh dia menunggu diruang tamu. Aku akan kesana”


“Baik…”


Aku segera bersiap untuk pergi menemui tamuku, dia pasti Assistant yang kemarin baru kudapatkan setelah 3 bulan lamanya mencari. Semoga saja dia cocok dan suaminya setuju untuk menempatkannya sebagai Assistantku.


“Maaf sudah membuatmu menunggu, kau Melody?”


“Ah?! Sa-saya memberi salam untuk Nyonya”


“Jangan terlalu formal kepadaku, Noni…tolong siapkan minuman untuk kami”


“Baik”


“Baiklah, Melody. Perkenalkan aku Hembly, semoga kau bisa cepat beradaptasi dengan pekerjaanmu” Aku mengulurkan tangan kepadanya dan dia langsung memegang tanganku dengan pipi yang merona. Wahhh, tak kusangka aku mendapat Assistant lucu seperti ini.


“Sa-saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk melayani anda”


“Oh ya, perkenalkan. Ini Noni, jika kau ingin tau sesuatu kau bisa tanya kepadanya. Dia tau semua rahasiaku”


“Anda terlalu berlebihan Nyonya” Noni menjawab dengan nada datar yang menjadi ciri khasnya, haihhhh Noni memang dingin kepada siapapun.


“Noni orang yang kaku. Harap sabar menghadapinya”


“Sa-saya akan berusaha”

__ADS_1


“Noni, aku akan kedapur sebentar. Tolong jelaskan kepadanya apa yang sudah kukatakan kemarin”


“Baik”


Aku beranjak pergi dari ruang tamu itu, pergi menuju dapur untuk membuat segelas susu. Susu yang tak pernah kulewatkan seharipun dalam 5 tahun.


“Apa…Ken tidak usah tau ya tentang Melody? Tapi dia suamiku, kalau tidak tau…haihhh sudahlah” Aku mengaduk susu sembari berguman, sebenarnya aku tak ingin Ken tau tentang Melody. Apalagi Assistant Ken pasti tau siapa Melody, dengan adanya Melody aku bisa lebih mudah mengetahui rahasia apa yang sedang mereka sembunyikan. Sepertinya kali ini ia harus melawan suaminya.


“Nona Melody, hal pertama yang tidak boleh anda lakukan adalah. Berbicara diluar pekerjaan kepada Tuan”


“Ya saya mengerti, saya tak perlu bicara dengan Tuan jika Nyonya tidak memerintah bukan?”


“Kurang lebih seperti itu, yang kedua…tolong sebisa mungkin hindari pertemuan dengan para tangan kanan Tuan”


“Ya, saya mengerti. Nyonya sudah mengatakan itu kemarin”


“Baiklah, yang ke-3. Dari pukul 5 pagi hingga pukul 10 malam. Anda harus berada di sisi Nyonya”


“Tapi Nyonya bilang aku hanya bekerja pukul 8 hingga pukul 9 saja. Tapi kalau bisa seharian itu tak masalah!”


“Yang keempat, tolong atur semua makanan, pakaian hingga jadwal Nyonya. Beliau sedang menjalani program hamil, jadi tolong kerjasamanya”


“Anda tenang saja! Saya ini dokter kandungan! Anda tak perlu cemas! Saya akan menjamin kesehatan Nyonya!”


“Pantas Nyonya ingin merekrutmu, entah kenapa aku merasa punya saingan sekarang”


Aku tersenyum lucu melihat interaksi antara Melody dan juga Noni, sepertinya akan lucu jika menempatkan kedua orang itu disaat yang bersamaan. Noni wanita yang dingin dan hemat bicara sedangkan punya lawan bicara yang hiperaktif seperti Melody.


“Melody, besok adalah hari pertamamu bekerja. Dan tugasmu besok adalah…”


“Baik! Saya mengerti tugas saya Nyonya!”


“Ternyata Nyonya seorang dosen…keren…”


Aku melirik Melody yang tengah fokus memperhatikanku yang sedang mengajar, apa gadis itu ingin belajar lagi? Apa dia ingin beralih profesi menjadi pengacara atau hakim?.


“Sekian materi dari saya untuk hari ini, ada yang ingin bertanya?”


Aku menatap seprang mahasiswi yang mengangkat tangannya dengan antusias, kelas damai tentram sejahtera begini kenapa dibilang kelas paling rusuh yang ada di kampus ini?.


“Dosen, dosen sudah menikah? Jika sudah, sudah berapa lama?”


“Ah? Ini tak ada hubungannya dengan materi” Aku tertawa lembut menanggapi pertanyannya, kenapa mereka begitu penasaran tentang pernikahanku? Atau sebelum aku memperkenalkan Ken sebagai suamiku mereka menganggap aku ini wanita lajang?.


“Saya tau! Tapi kan anda masih muda, kenapa anda ingin menikah diusia muda?”


“Hmmmm…jawab tidak ya…”

__ADS_1


“Dosennnnn!!”


“Hahaha, baiklah baiklah. Saya sudah menikah, sudah 8 tahun lebih. Saya dijodohkan dan menikah pada usia 17 tahun”


“Ohhhh jadi anda sudah kebobolan sejak umur 17 tahun?” Aku langsung menatap kesal Melody yang tengah menahan tawanya karena pertanyaan absurd dari mahasiswiku, haihhh. Ternyata ini yang dikeluhkan para dosen ketika mengajar, mereka terlalu blak-blakan.


“Sembarangan saja!”


“Dosen dosen! Apa menikah itu enak?!”


“Ya kalian coba sendiri saja enak atau tidaknya”


“Dosennnnnn”


“Enaknya cuma 2%”


Jawabanku langsung membuat sekelas terdiam bungkam begitupun Melody yang sebelumnya tertawa langsung memasang ekspresi muramnya.


“Tapi 98%nya, enak banget!” Kali ini jawaban yang kulontarkan membuat semua mahasiswa berteriak tak karu-karuan, apa setelah mendengar jawabanku mereka akan pulang kerumah dan meminta untuk dinikahkan?.


“Dan sekarang saya sedang menjalani program hamil, saya minta do’anya agar program saya kali ini bisa berhasil”


“Pasti!! Kami akan berdo’a untuk kebahagiaan anda! Terima kasih untuk hari ini Rektor!!!”


“Sama-sama, sekian dari saya. Selamat siang”


“Ayo, kau tidak mau pergi?” Tanyaku pada Melody yang terdiam membatu ditempatnya, ada apa dengan gadis ini? Syock karena apa?.


“A-anda Re-rektor?”


“Heem, sudah hampir 1 tahun. kenapa?”


“Wahhh!! Tak disangka Nyonya saya begitu hebat! Tuan pasti beruntung memiliki Nyonya!”


“Kuharap begitu”


“Sudahlah, ayo pergi”


“Jadwal selanjutnya kita akan pergi ke panti asuhan, anda benar-benar ingin kesana?”


“Iya. Kau sudah menyiapkan makanan dan hadiah untuk mereka?”


“Saya sudah menyiapkan semuanya”


“Baguslah, terima kasih untuk kerja kerasmu hari ini. Untuk besok hingga 2 minggu kedepan kau tidak perlu bekerja disampingku, aku akan tetap menggajimu”


“Sa-saya sudah dipecat?!” Baru hari pertama bekerja dan ia sudah dipecat?!!.

__ADS_1


“Tidak, aku akan berlibur bersama suamiku. Jadi kau tak perlu bekerja disampingku, kau dengarkanlah apa yang dikatakan Noni”


“Baik!”


__ADS_2