Mistake Love

Mistake Love
Mistake Love (10)


__ADS_3

.


.


.


“Jadi…El sedang hamil?”


“Benar Tuan besar, Putri El sedang mengandung sekarang. Dari informasi yang saya dapat sudah memasuki minggu ke-7”


Seorang pria berusia matang menutup buku dan melepaskan kacamatanya, El sedang hamil? Lalu kenapa anak itu tidak mengabarinya mengenai kabar membahagiakan ini? Semakin lama semakin sulit mengetahui apa yang dipikirkan anak yang satu ini.


“Di mana El sekarang?”


“Putri El sedang berada di Santorini bersama Tuan muda Ken, Tuan muda Ken mengundur kepulangan dengan alasan ingin memastikan kondisi putri El aman”


“Dia benar-benar mencintai El…kuharap dia tidak menyakiti El”


“Lalu bagaimana keadaan El?”


“Sejauh ini tidak ada yang membahayakan putri El Tuan, namun saya sedikit curiga akan tingkah laku Tuan muda Ken dan Assistantnya”


“Apa itu?”


“Saya akan memastikannya terlebih dulu Tuan”


“Kau sudah bekerja keras, jika ada hal aneh yang dilakukan keluarga Richardson segera beritau aku. Dan jika ada yang membahayakan Nona kalian, mau tidak mau seret dia pulang”


“Baik”


“Keluarlah”


Pria itu menyandarkan tubuhnya dan menghembuskan nafas kasar.


“Kau sudah tumbuh besar El, rasanya baru kemarin Papa menggendongmu yang baru lahir. Papa tak tau apa yang akan terjadi kedepannya El, tapi Papa akan berusaha melindungimu”


Pria itu mengambil sebuah bingkai foto yang berada di atas meja kerjanya, ia menatap foto itu lekat-lekat. Foto di mana ia menyerahkan putrinya kepada pria lain untuk dijaga, entah apa tindakannya saat itu adalah tindakan yang tepat. Ia tak tau apa Ken benar-benar bisa mencintai putrinya dengan kekurangan yang dimiliki putrinya.


.


.


.


Flashback On


Tuan besar Chatherine menatap beberapa orang yang bertamu kerumahnya sembari membawa beberapa hadiah, untuk apa mereka ini datang kerumahnya? Jangan-jangan salah satu orang yang ingin melamar putrinya?.


“Sudah lama tidak bertemu Carl” Seorang pria masuk kedalam rumah itu dan duduk berhadapan dengan Tuan besar Chatherine.


Tuan besar Chatherine menghembuskan nafasnya melihat sahabat lamanya yang datang, ternyata pria ini yang datang kerumahnya. Untuk apa pria ini datang? Jujur, ia tak suka menerima tamu.


“Apa yang membuatmu kesini Vian?”


“Sebelumnya perkenalkan, ini istriku Della dan ini putraku Ken. Kedatangan kami kesini ingin mempersunting putrimu untuk dijadikan istri putraku”


“Hah?! Punya apa kau hingga berani mempersunting putriku?”

__ADS_1


“Carl…kau tak lupa janjimu dulu kepadaku kan?”


“Janji apa? Tak ingat tuh”


“Pria ini memang…padahal baru 2 tahun tak bertemu…”


“Putriku masih sekolah, jangan berharap lebih”


“Putraku juga baru lulus tahun ini”


“Apa?! Dia masih 17 tahun!?”


“Iya! Seumuran kan dengan putrimu? Jadi bagaimana? Mau ya?”


“Pa…aku bisa cari calon istriku sendiri, Papa tak perlu ikut campur”


“Diam kau! Bisa-bisa aku dapat menantu laki-laki jika membiarkanmu memilih sendiri!”


“Sighhh”


Tuan besar Chatherine menatap Ken lekat-lekat, pria ini lumayan juga. Tak kalah dengan mantan pacar putrinya yang sekarang menghilang entah kemana, meskipun sifatnya sedikit tak sopan…samalah dengan putrinya yang suka membangkang.


“Apa yang bisa kau jamin jika aku menikahkan putriku dengan putramu?”


“Harta, tahta dan marga bisa kuberikan kepadanya”


“Apa aku terlihat miskin dimatamu?”


“Haha, mana mungkin…”


“Aku tak ingin basa-basi, putriku tidak subur. Jadi pergilah dari rumahku, aku masih sanggup mengurusnya”


Brakkkkk!!


Pintu dibuka dengan keras oleh seorang remaja sembari membawa sebuah laptop ditangannya, Tuan besar Chatherine memijat pelipis matanya melihat kepulangan putranya. Haduhhhh…anak ini pasti ingin mengganggu adiknya lagi.


“Pa! Di mana El?”


“Kenapa kau tanya?”


“Aku hanya bertanya di mana adikku”


“Dikamar”


Tanpa berlama-lama pria itu langsung menaiki anak tangga dan membuka pintu kamar tengah dengan keras membuat penghuni didalamnya langsung melayangkan tatapan sinisnya.


“Apa apa Ko?”


“Nggak ada apa-apa sih, cuma itu aja. Bye”


“Hah?!”


“FERDINAND!!!!!!” Sebuah guci langsung dilempar keluar dari kamar itu membuat Tuan besar Chatherine menggelengkan kepalanya lelah akan tingkah ke-2 anaknya jika sudah bertemu. Yang satu benar-benar usil yang satu tidak bisa diganggu, pas sudah.


“Jangan ganggu adikmu, dia sedang


mentruasi”

__ADS_1


“A-apa?! Kenapa Papa tidak bilang?!”


“Ferdinand…beraninya aku mengangguku…”


“So-sorry…”


“Mati saja kau!!!”


“Paaa!!! Huwaaaa!!! Paaaa!!! Dia akan membunuhku!!!”


Semua orang yang berada di lantai bawah menggelengkan kepala mereka melihat seorang pria yang sedang di cekik oleh seorang gadis.


“El…jangan bunuh kakakmu, dia belum menikah”


“Pa!! Dia sangat menyebalkan!!”


“Maaf! Aku tak akan menganggumu lagi!”


“Diam saja kau!!”


“Ferdinand…El…jangan bertingkah kekanakan, ada tamu disini”


Hembly mencengkram kerah kakaknya dan melemparkannya kelantai bawah dan langsung masuk kedalam kamarnya dengan pintu yang ditutup dengan keras. Beberapa bodyguard tampak membantu Tuan muda mereka untuk berdiri, Tuan muda mereka ini…sudah tau bagaimana sifat putri El malah diganggu.


“A-anakmu ba-baik-baik saja?”


“Hampir setiap minggu dia dibanting adiknya, tidak masalah. Paling cuma patah tulang”


“Itu tadi putriku, yakin mau menjadikannya menantu keluargamu?”


“Sayang! Jadikan dia menantuku! Dia benar-benar menantu idamanku!” Della (Nyonya besar Richardson) berkata kepada suaminya dengan antusias! Itu kriteria menantu idamannya! Tidak mudah ditindas! Dengan begitu putranya tak akan berani macam-macam setelah menikahinya.


“Aku akan tanya kepada El dulu, panggil El untuk turun”


“Nona muda…Tuan besar meminta anda turun”


“Ada apa?” Pintu terbuka, Hembly langsung turun dan menghampiri Papanya, kedua mata dingin Hembly menatap  keluarga Richardson secara bergantian. Siapa orang-orang ini? Mau apa datang kerumahnya? Mau buat ulah ya?.


“Duduklah, ada yang ingin Papa bicarakan”


“Ada apa pa? Dan…siapa mereka?”


“Dia adalah sahabat lama Papa, mereka datang ingin menjadikanmu istri”


“Aku? Maksud Papa aku akan menikah dengan pria ini?! Dia sudah tua pa!! Aku tidak mau! Aku bisa cari yang lebih muda dan tampan”


“Pfttt”


“Bukan, dia ingin melamarmu menjadi menantunya. Perkenalkan, dia Ken…dia yang ingin menjadi calon suamimu”


Hembly langsung menatap Ken dengan sinis, cihhhhh…ia tak mau menikah diusia muda seperti ini! Ia masih ingin kuliah dan membully kakak-kakaknya! Ia masih ingin bermain dengan teman-temannya! Ia tak mau jadi pengurus rumah tangga!.


“Bagaimana menurutmu? Jika kau setuju, kalian akan menikah minggu depan” Vian mengatakannya sembari menyentuh bahu putranya, ucapan itu langsung membuat Hembly dan Ken membulatkan matanya sempuna. Minggu depan?! Dia gila ya?!.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2