Mistake Love

Mistake Love
Mistake Love (20)


__ADS_3

.


.


.


,


Ken mengusap wajahnya dengan kasar sesekali menatap pintu UGD yang belum terbuka, ya tuhan…tolong selamatkan anaknya, ia tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika sampai anaknya kenapa-napa.


“Ken! Apa yang terjadi?! Bagaimana El masuk kerumah sakit?!!” Della segera menghampiri putranya membuat Ken langsung berdiri dari tempat duduknya.


“Maaf pa, ma…aku yang ceroboh…maafkan aku”


“Ya tuhan, lalu gimana?! Dokter bilang apa?”


“Andra dan Nic belum keluar”


Pintu ruangan Nic terbuka membuat Ken langsung menghampiri andra yang keluar dari ruangan itu.


“Bagaimana? Istri dan anakku baik-baik saja kan?”


“Jika kau tak mau istri dan anakmu meninggal, jangan macam-macam. Ini peringatan untukmu, sekali lagi kau melakukan kecerobohanmu…siapkan liang lahat untuk mereka” Sarkas Andra sebelum pergi dari ruangan Nic, Ken langsung masuk kedalam ruangan Nic dan menghampiri istrinya yang sedang terlelap.


“Ada masalah apa? Tidak serius bukan?”


“Benturan terjadi di punggung, akibatnya memang tidak fatal…tapi karena kandungan istrimu memang lemah dia mengalami pendarahan. Usahakan agar tidak terulang, nyawa mereka…ada ditanganmu. Jika kau mau membunuh mereka, lakukan lagi”


Ken duduk tak berdaya disamping istrinya, ya tuhan…terima kasih…terima kasih sudah menyelamatkan nyawa istri dan anaknya. Dengan lembut Ken menyentuh perut istrinya dan senyum mengembang ketika telapak tangannya merasakan gerakan kecil dipermukaan perut istrinya.


“Kalian baik-baik saja kan? Maaf ya Papa sudah membuat Mama kalian sakit…sehat-sehat ya didalam sana, anak Papa”


“Mama sedang istirahat…kalian juga istirahat ya”


Tok tok tok


Ken menatap pintu yang terbuka, Della masuk membawa makanan ditangannya. Ia tau putranya khawatir, tapi putranya juga tidak boleh melewatkan makan seperti ini.


“Makan dulu, biar Mama yang jaga El”


“Iya, makasih ya ma. Aku makan diluar aja” Ken membawa nampan berisi makanan itu keluar dari ruang rapat istrinya, Della menggenggam tangan menantunya dengan erat, sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana bisa menantunya hampir mengalami keguguran? Bagaimana cara putranya menjaga El sampai kejadian sefatal ini terjadi.


Ken menghampiri Rhen dan memberikan nampan itu padanya dan beralih kepada telfonnya yang berdering.


“Kenapa?”

__ADS_1


“Ken…pe-perutku sakit…”


“Apa?! Apa yang terjadi?!”


“Aku baru terpeleset”


“Aku akan kesana, Rhen aku titip El bentar” Rhen menatap kepergian Tuan mudanya, sepertinya telfon dari Miranda. Apalagi yang wanita itu perbuat? Nyonyanya sedang dirawat disini dan Tuan mudanya malah pergi kerumah wanita lain? Jika bukan karena sumpah setianya ia sudah meninggalkan Tuan mudanya saat Tuan mudanya berselingkuh dengan wanita itu.


************************


Ken buru-buru masuk kedalam apartement Miranda, ya tuhan…kenapa masalahnya tak kunjung selesai begini?!Satu masuk rumah sakit satunya sakit, ia benar-benar bingung harus berbuat apa lagi.


“Bagaimana keadaanmu?”


“Aku sudah lebih baik, dokter baru saja pergi” jawab Miranda sembari tersenyum, ia berhasil…Ken masih peduli kepadanya dan membuat Ken meninggalkan Hembly hanya untuk menemuinya.


“Dia bilang apa?”


“Katanya kandunganku lemah, jadi harus banyak istirahat” jawab Miranda, sejujurnya tidak…ia hanya mencari alasan agar Ken mau menemuinya.


“Baguslah, lain kali kau harus lebih berhati-hati. Jangan main-main dengan anakku” Miranda turun dari tempat tidurnya dan memeluk Ken dengan erat, dengan dengan spontan mendorong tubuh Miranda. Sial*n…parfum Miranda bisa menempel dibajunya lagi.


“Aku akan mengirim seseorang, aku tak bisa menemuimu untuk sementara waktu. Istriku sudah mulai curiga, dan kuperingatkan kau…jangan macam-macam”


“Aku masih waras, jangan membuat masalah” Ken segera keluar dari apartement itu, didalam lift Ken menghembuskan nafasnya…ini adalah apartement yang ia beli saat awal menikah, dan tak sangka apartement ini akan digunakan oleh ‘Simpanannya’ ia adalah orang yang pengecut, ia akui itu…ia berani berbuat tapi tak berani bertanggung jawab.


“By…aku benar-benar minta maaf…” Ken mengusap wajahnya dengan kasar, sejak kedatangan Miranda tiada hari tanpa stress untuknya. Menjaga 2 wanita hamil sekaligus, yang satu istri yang satunya sedang hamil anak pertamanya.


Ken menyetir mobilnya berniat kembali ke rumah sakit, namun sebelum itu dia berhenti didepan sebuah mall dan menuju toko pakaian yang sudah sangat sering ia kunjungi.


“Berikan aku pakaian yang sama”


“Baik Tuan”


Setelah beberapa saat Ken mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sama persis seperti sebelumnya.


“Terima kasih, ini uangnya” Ken segera pergi dari mall dan kembali ke rumah sakit.


Rhen mengerutkan kening melihat kedatangan Tuan mudanya, Tuan mudanya baru saja mengganti pakaian? Ini adalah hal yang sellau dilakukan Tuan mudanya sampai-sampai Nyonya mudanya tak menaruh kecurigaan sedikitpun pada Tuan mudanya. Jikalau Tuan mudanya bertemu dengan Miranda, Tuan mudanya pasti akan mengganti pakaian yang sama persis saat akan bertemu dengan Nyonyanya agar tidak dicurigai oleh Nyonyanya, jika ia berada di posisi Nyonyanya ia juga tak akan memiliki pikiran bahwa Tuan mudanya telah berselingkuh karena permainannya yang sangat rapi dan tidak meninggalkan jejak.


“Maafkan saya Nyonya…”


“Kau kenapa?” tanya Ken ketika melihat raut wajah penyesalan dari Rhen, memikirkan apa pria ini?.


“Saya hanya menyesal karena menutupi hal sebesar ini dari Nyonya”

__ADS_1


“Tutup mulutmu Rhen”


.


.


.


.


.


“Sayang…” Dengan lembut Ken memanggil istrinya yang kini tengah membelakanginya, ini tak kan mudah…apalagi jika istrinya sudah menaruh kecurigaan besar akan terus diungkit sampai kapanpun sebelum menemukan kebenarannya. Ia benar-benar harus menyiapkan alasan yang masuk akal.


“Pergi…”


“Aku tak bisa pergi…aku harus menjagamu” Ia tak bisa membayangkan risiko jika sampai istrinya dan keluarganya tau apa yang sudah ia lakukan, ia sadar ia tak mungkin bisa menutupi ini untuk selamanya apalagi hanya tinggal beberapa minggu anak Miranda akan lahir.


“Pergi, aku tak butuh pria pembohong sepertimu”


Degh!


Ken tersentak, jujur…jika bisa ia ingin membunuh Miranda, tapi jiak membunuh Miranda dan hanya mengambil anaknya itu bisa menjadi bencana besar bagi keluarganya, apalagi anak yang dikandung Miranda adalah anak pertamanya.


“By…aku minta maaf sayang, aku tak berniat berbohong kepadamu”


“Jadi katakan…sejak kapan kau menghidupi wanita hamil itu, ada hubungan apa kau dengannya?”


“By…ini tak seperti yang kau pikirkan, percayalah” Ken menatap sendu istrinya, ia lelah…jujur ia lelah…ia tak sanggup jika harus terus-terusan seperti ini. Ia ingin berteriak sekeras mungkin untuk sekedar melepaskan  stress untuk sementara.


“Yang sedang kupikirkan saat ini adalah, dia selingkuhanmu dan dia sedang mengandung anakmu”


Blarrrrrr!!


.


.


.


.


.


Maaf telat Up, Thor pikir kemarin udah Thor Up ternyata belum hehe. Chapter kemarin juga ada perbaikan, happy reading semuanya

__ADS_1


__ADS_2