Mistake Love

Mistake Love
Mistake Love (11)


__ADS_3

.


.


.


Hembly memijat kepalanya pusing mendengar ucapan pria asing yang kini tengah tersenyum penuh harapan sembari menatap kepadanya, haihhhh…baru saja ia lulus SMA…ia ingin istirahat tanpa memikirkan apapun…tapi ini malah ada orang yang datang ingin menjadikannya menantu.


“Pa…aku masih terlalu muda untuk menikah”


“Pa! Aku tak mau menikah secepat ini! Apalagi dengan gadis brutal seperti ini!” Kini giliran Ken yang menentang keputusan Papanya.


“Memangnya aku mau menikah denganmu? Pa! Dia memang lebih tampan daripada Morgan, tapi aku tak ingin menikah secepat ini. Aku masih ingin kuliah”


“Kalian masih bisa kuliah setelah menikah, jika umur kalian sudah cukup kalian bisa mengesahkan pernikahan kalian secara Negara, bagaimana?”


“Vian…kukatakan sekali lagi, putriku tidak subur. Jika kelak anakmu mengkhinati putriku demi seorang anak apa kau bisa mempertanggung jawabkannya?”


“Putraku tak mungkin melakukan itu! Dia pasti akan setia kepada putrimu!”


“Ken…bicaralah sesuatu, dia memantu idaman Mama…” Mendengar ucapan Della membuat Ken hanya mampu menghembuskan nafasnya, apa ia akan menjadi seorang suami diusia 17 tahun?! Dengan apa ia akan menghidupi istrinya jika ia saja masih belum punya pekerjaan sekarang?! Memang cukup menghidupi seorang wanita hanya bermodalkan buku nikah?! Apa lagi calon istrinya adalah Nona muda!.


“Hahh, terserah Papa saja. Papa mau bagaimana aku menurut” Hembly berucap pasrah kepada Papanya, toh meskipun ia menolak sekarang ia juga akan menikah dengan pria yang bukan pilihannya kan?.


“Tuan mohon maaf jika saya lancang, namun saya tidak mempermasalahkan ada atau tidaknya seorang anak dalam pernikahan saya, jika memang tidak diberikan saya tidak masalah, tapi jika diberikan saya akan menerimanya. Pernikahan tak harus mementingkan anak. Jikalau memang Tuan dan Papa saya menghendaki pernikahan ini, saya akan menikahi putri anda, minggu depan” Entah hal gila apa yang sudah merasuki Ken hingga mengatakan hal yang langsung membuat Hembly membulatkan matanya, pria bodoh ini! Kenapa harus minggu depan?!.


“Kau yakin?”


“Saya yakin”


“El, bagaimana pendapatmu?”


“Jika Papa memang merestui, maka aku akan menerima perjodohan ini” Terpaksa Hembly menjawab sepetri itu demi harga diri Papanya.


“Yeyyyy!! Aku punya anak perempuan sekarang!” Della berucap dengan senang sembari memeluk putranya, Ken hanya mampu diam melihat wajah senang dari Papa dan Mamanya. Teganya mereka mengorbankan dirinya.


Hembly menatap Papanya yang tampak murung, jika Papanya masih belum rela melepaskannya kenapa Papanya bertanya ia setuju atau tidak? Mungkin karena kondisi yang akhir-akhir ini kurang baik membuat Papanya menggambil keputusan ini.


“Baiklah, aku menyetujui perjodohan ini, tapi dengan syarat…aku memberikan putriku secara baik-baik kepadamu, dan jika kau ingin memulangkannya…kau harus mengembalikannya dalam keadaan tak ada goresan sedikitpun pada tubuhnya”


“Baik…”


.

__ADS_1


.


.


Satu minggu kemudian Ken dan Hembly benar-benar sah menjadi sepasang suami istri di mata agama, karena alasan usia mereka yang masih muda membuat mereka tak bisa membuat pernikahan mereka sah dimata hukum. Pernikahan sederhana yang dihadiri oleh pihak keluarga dan beberapa orang luar sebagai saksi agar tidak menimbulkan permasalahan dikedepannya.


“Untuk sementara kita tinggal diapartemetku” Ken berucap tanpa memandang istrinya sedikitpun, karena ini bukan pernikahan yang ia inginkan.


“Aku tau, dan juga…tolong jangan sentuh aku sampai kau mencintaiku”


“Tanpa kau minta aku sudah tau”


“Aaaaa! Akhirnya aku punya menantu, Hembly…mulai sekarang panggil aku Mama”


“Iya Bibi”


“Ken”


“Hm?”


“Aku hanya akan menikah sekali seumur hidup, dan aku tak menyukai pengkhianatan. Jika kau memang mau menikahi wanita lain, ceraikan aku dan kembalikan aku secara baik-baik kepada Papa”


Glek…


Flashback Off


.


.


.


Aku tersenyum lembut melihat Ken yang tengah mengelus perutku sesekali menciuminya, aku tak tau perasaan bahagia seperti apa yang menghadiahi suamiku ini…tapi kuharap rasa bahagianya melebihi rasa bahagiaku.


“Aku masih tak percaya diperut ini ada makhluk lain yang mengisinya” Entah kali keberapa dia mengucapkan ini kepadaku, sudah puluhan kali tidak mungkin ratusan kali aku mendengar ucapan yang sama.


“Kau senang hm?”


“Aku benar-benar senang, sekali lagi terima kasih…”


“Arwananya jadi kan?”


“Aku sudah membelikan semua jenis arwana untukmu, kolamnya sedang dalam proses pembangunan. Saat kita pulang pasti semuanya sudah siap”

__ADS_1


“Yeyyy, makasih ya byyyy”


Aku memeluk suamiku dengan erat karena senang dia telah menuruti kemauanku, ini salah satu kegemaranku…mengoleksi ikan-ikan cantik yang harganya fantastis, hobi Papa yang menurun kepadaku sejak aku masih kecil.


“By, aku lagi pengen makan kebab. Kau mau juga?”


“Aku lagi pengen ayam pedas manis, belikan ya?”


“Iya, tunggu disini ya. Akan kubelikan”


Ken keluar dari ruang rawat itu setelah mengecup kening istrinya, Cloe masuk membawa sepiring buah-buahan dan juga segelas susu lalu diletakannya diatas kabinet.


“Nona, bagaimana keadaan anda? Apa anda mengalami mual?”


“Sejauh ini tidak, tapi tolong singkirkan melon itu…aku mual mencium baunya”


“Hahaha, baiklah. Saya dengar dari Tuan muda anda menyukai buah melon, jadi saya membawakannya. Anda ingin alpukat?”


“Iya iya!”


“Saya akan memotongkannya untuk anda”


Didalam perjalanan Ken menatap ponselnya yang tak henti-hentinya berdering, cihhh kenapa lagi sih? Bukankah sudah ia minta untuk tidak menghubunginya?.


“Ada apa?”


“Ken…kapan kau pulang? Aku merindukanmu…anak kita juga merindukanmu” Suara manja disebrang sana membuat Ken langsung memijat kepalanya, sighhhh…ia pikir ada apa.


“Sudah kubilang jangan menghubungikusebelum aku pulang. Aku baru pulang 1 bulan lagi”


“Apa?! Katamu hanya 2 minggu! Apa kau ingin membuatku kesakitan lagi?”


“Lebih baik kau jangan macam-macam dengan anakku”


“Aku tidak mau tau! Jika kau tidak menemuiku besok! Maka jangan salahkan aku kalau anak ini kenapa-napa!”


Ken meremas ponselnya dengan kuat melihat telfon yang dimatikan begitu saja, cihhhh wanita ini semakin lama semakin banyak tingkah. Istrinya sedang hamil sekarang, ia tak bisa meninggalkan istrinya sendirian…dengan alasan apa juga ia pergi kesana?.


“Merepotkan” Ken menggeram kesal, sudahlah! Lebih baik ia mencarikan makanan yang diinginkan istrinya, untuk besok ia akan pikirkan alasan yang tepat.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2