Mr. Anthony & His Lady Zee

Mr. Anthony & His Lady Zee
Kejutan di pagi hari


__ADS_3

Sapaan mentari adalah awal dari setiap aktifitas manusia, baik itu olahraga, memasak, atau hanya sekedar bersantai di temani secangkir teh. Namun hal ini tidak berlaku bagi tuan muda Geovano Anthony atau yang sering di panggil Ovan, ketika hendak berolahraga ia malah menemukan seorang perempuan tergeletak di depan gerbang rumahnya dengan keadaan yang cukup memprihatinkan, terdapat banyak luka di tubuhnya seperti habis kecelakaan namun anehnya Ovan tidak menemukan kendaraan di sekitarnya. Tanpa berfikir panjang Ovan langsung membawa wanita ini masuk untuk di berikan pertolongan pertama, dengan setengah berlari Ovan menggendong wanita malang tersebut


“dek bukain pintunya lalu siapkan handuk dan air hangat!”, teriak Ovan panik


Dicky yang sedang menyiapkan sarapan bergegas untuk membuka pintu karena mendengar teriakan abangnya tersebut.


“dia siapa bang?” tanya Dicky penasaran ketika sudah membawa handuk dan air hangat permintaan abangnya.


“abang juga gak tau, abang menemukan di depan gerbang dengan keadaan seperti ini”, jawab Ovan sambil membersihkan luka wanita tersebut.


“aku akan mencari tau identitas wanita ini bang” ucap Dicky berlalu pergi.

__ADS_1


15 menit berlalu akhirnya luka di tubuh wanita tersebut sudah bersih dan sudah diobati, namun belum juga sadar.


“kamu cantik dan berkharisma namun sayang kamu harus mengalami hal ini”, gumam Ovan pelan sambil memandangi wajah cantik yang masih setia untuk memejamkan matanya.


Tak terasa sudah 3 jam berlalu wanita yang di tolong Ovan belum juga sadar, bahkan Ovan sudah rapi dengan pakaian santainya, karena hari ini dia tidak memiliki jadwal dirumah sakit jadi bisa menikmati waktu dengan bersantai di rumah sambil memantau perkembangan pasien cantiknya tersebut.


“maaf tuan muda, anda di tunggu tuan muda Dicky di ruang kerja” ucap sopan pak Max sang asisten Dicky


Sesampainya di ruang kerja, Dicky kemudian memberikan map yang berisi data mengenai pasien cantiknya serta penyebab luka yang di dapatkan. Ovan cukup terkejut dengan informasi yang di temukan adiknya tersebut, namun setelah membahas tentang pasien barunya itu Ovan bergegas kembali ke kamar pribadinya. Baru saja membuka pintu dia sudah di kagetkan dengan hilangnya pasien cantik yang tadi belum sadar saat ia tinggal. Setelah kalang kabut mencari ke setiap penjuru rumah akhirnya ovan menemukan pasiennya sedang di tepi kolam, perlahan tapi pasti Ovan mendekati pasiennya yang ia yakini mengalami amnesia ringan tersebut.


“apa kau menyukai kolam renang ini nona?” pertanyaan yang mengagetkan pasien cantiknya

__ADS_1


“ aku suka kolam renang tapi aku belum pernah berenang disini” jawab lembut pasien cantiknya disertai senyum manis yang membuat Ovan terpesona.


“ehm, kenalkan namaku Ovan”, ucap ovan gugup sambil mengulurkan tangannya.


“aku Azelea, apa kau seorang dokter?” tanya Azelea sambil menerima uluran tangan ovan.


“ya aku dokter, dan,, maafkan aku yang lancang mengganti bajumu tadi pagi” jawab Ovan tak enak hati.


“tak apa, terimakasih sudah menolongku dan bolehkan aku tinggal disini? Aku belum bisa pulang untuk saat ini” ucap Azelea pelan


“tentu saja, aku akan meminta asistenku membelikan keperluanmu”, jawab Ovan santai. Azel tersenyum manis mendengar jawaban dari Ovan.

__ADS_1


Hari berganti hari, bulan berganti bulan hingga tak terasa tiga bulan berlalu, Azel dan Ovan terlihat semakin akrab bahkan terlihat seperti sepasang kekasih, kemanapun mereka pergi akan selalu bersama bahkan ketika Ovan melakukan tugasnya di rumah sakit. Namun berbeda dengan Dicky yang sudah jatuh cinta sejak pandangan pertama tapi tidak berani mengungkapkannya karena dia sadar bahwa abangnya juga jatuh cinta pada Azel. Tidak ada yang mengetahui siapa sebenarnya Azel kecuali Sean Anthony ayah Ovan, bahkan Dicky pun tidak mengetahui siapa Azel yang sebenarnya.


__ADS_2