
Malam menjelang namun dua insan yang di mabuk cinta masih setia berpelukan di bawah selimut karena kelelahan setelah berolahraga siang bersama. Mereka adalah ovan dan azel, ketika sampai dirumah ovan sama sekali tidak melepaskan azel hingga membuat azel terkapar lelah.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu dari bi rania terdengar, sudah beberapa kali bi rania mengetuk namun belum juga ada jawaban. Hingga mom arneth menyusul dan meminta bi rania untuk melanjutkan pekerjaannya. Arneth masuk menggunakan kunci cadangan yang dia simpan sejak dulu,dan betapa kagetnya melihat dua manusia yang tengah berpelukan di bawah selimut dengan tenang.
“ovan, azel sayang, bangun ayo makan malam. Mom sudah menyiapkan makanan kesukaan kalian” ucap arneth sambil menarik seimut dr tubuh ovan.
“oh astaga! Kalian benar- benar tidak kenal waktu” kaget arneth melihat anaknya yang telanj*ng di bawah selimut.
“mom, bisakah kau keluar? Aku mau mandi terlebih dahulu” ucap ovan dengan wajah tak berdosa seraya bangun dan turun dari ranjang.
“hei kau benar- benar tidak tau malu sayang!” seru arneth sambil menggeleng melihat anaknya yang belum sadar kalau masih telanj*ng
“oh astaga mom, Maafkan aku! Aku lupa kalau habis berolahraga dengan azel” ucap ovan dengan cengiran kuda, lalu berlari ke kamar mandi setelah mengambil celananya.
Arneth hanya turun dan geleng- geleng kesal dengan tingkah anaknya. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pasangan yang ditunggu pun turun dan ikut bergabung di ruang makan. Mereka makan dengan tenang tanpa obrolan sedikitpun hingga suara nyaring dari memecahkan keheningan di ruang makan.
“abaang, adikmu yang tampan ini pulang kenapa kau tidak menjemputku! Aku sudah menunggumu di bandara lebih dari dua jam, tapi kau malah mematikan ponselmu! Apa kau sedang bermain dengan kakak ipar?” teriak dicky kesal tanpa melihat jika daddy dan mommy nya sedang memperhatikan dengan kesal.
“dear, bisakah kau masuk dengan sopan dan mengucapkan salam? Kau kira ini di hutan, hm?” tegur arneth pada anak bungsunya.
“eh mom, dad, kalian sudah lama disini? Aku mau ke kamar dulu,” ucap dicky buru- buru menuju kamar karena takut amukan sang daddy.
“kami juga pamit mom, dad ada pekerjaan yang harus kami selesaikan” pamit ovan pada arneth dan sean
“jangan terlalu lelah azel sayang, mom tau ini pasti pekerjaanmu bukan pekerjaan ovan,” nasehat arneth
“yes mom, aku akan segera menyelesaikannya lalu beristirahat”, jawab azel seraya mencium pipi arneth dan sean.
Ovan menggandeng azel kembali ke kamar dan melakukan pekerjaan yang di katakan tadi. Dan seperti yang dikatakan arneth, bahwa pekerjaan yang mereka katakan adalah pekerjaan azel, bukan tentang pekerjaan kantor maupun butik namun pekerjaan di dunia bawah. Azel merupakan pimpinan dari kelompok mafia dark angel, mafia yang terkenal bersih dari transaksi ilegal namun sadis dalam membantai musuh. Siapapun akan berfikir seribu kali ketika mereka mendengar nama dark angel, meskipun semua orang tau kalau pimpinannya adalah wanita namun mereka tidak berani meremehkan kemampuannya. Dark angel menempati posisi kedua setelah dark blood, kelompok yang dulu di pimpin sean anthony dan sekarang di teruskan oleh ovan dan dicky, jauh sebelum azel mengingat semuanya sean sudah mengetahui kalau azel adalah pimpinan dark angel, meskipun demikian sean membiarkan azel mengingat semuanya secara alami tanpa ada paksaan, tidak ada maksud lain dari keputusan sean tersebut dia hanya tidak ingin azel tersiksa ketika harus dipaksa mengingat semuanya.
“babe, apa masalah itu sangat serius?” tanya ovan ketika melihat azel menahan amarah
“ya van, gudang senjataku di obrak abrik oleh mereka! Anak buahku banyak yang terluka bahkan ada yang di sekap sebagai tawanan hingga sekarang” jawab azel dengan menahan amarah yang menguasai hatinya.
__ADS_1
“ bolehkah aku membantumu babe? Aku memiliki banyak informasi tentang mereka dan ada beberapa transaksi bersama mereka” tawar ovan pada azel
“tidak perlu sayang, aku bisa menemukan mereka dan melenyapkannya dengan tanganku sendiri” tolak azel
“baiklah babe, tapi beritahu aku jika kau butuh bantuan” ucap ovan seraya memeluk dan mencium ceruk leher azel
“hng van! Jangan lagi, perutku masih kram dan badanku rasanya remuk!” seru azel melepaskan pelukan ovan karena memang dia sudah menahan kram di perutnya sejak dia bangun tidur.
“biar aku periksa babe, aku janji tidak akan macam- macam, aku takut terjadi sesuatu padamu” setelah berkata demikian, tanpa aba- aba ovan langsung menggendong azel menuju ruangan medis yang terdapat di sebelah kamarnya.
“ babe, jangan terlalu tegang ketika berhubungan, kram muncul karena kau tegang itu menimbulkan ketidak siapan rahimmu ketika mendapat serangan dariku” jelas ovan sambil terus memeriksa perut azel agar tidak terlewat sedikitpun.
“maafkan aku van, aku hanya kaget ketika tiba- tiba kau masuk dan itu terasa sangat besar tidak seperti biasanya” jawab azel sambil memalingkan wajah karena sudah merona malu
“ hei sudah sejak dulu adikku ini besar dan panjang babe, kenapa kau baru menyadarinya” protes ovan karena azel baru menyadari hal itu
“mana ku tahu van, dulu kan aku hanya merasa sakit tidak merasakan yang lain” jawab azel tak mau kalah
Ovan hanya tertawa mendengar jawaban azel yang blak- blakkan. Setelah menyelesaikan pemeriksaan pada azel dan memastikan bahwa semua baik- baiknya saja ovan mengajak azel untuk istirahat karena besok pagi mereka harus mengerjakan pekerjaan masing- masing.
Ovan sudah rapi dengan setelan dokternya dan azel sudah rapi dengan jaket hitam dan rok pendek diatas lutut dengan warna senada. Mereka sudah bersiap- siap dengan mobil masing- masing karena azel tidak mau diantar oleh ovan. 40 menit berlalu azel sudah sampai di tempat tujuan dan di sambut hangat oleh seluruh bawahannya.
“selamat pagi lady zee” ucap kompak seluruh bawahan yang berbaris rapi.
Lady zee adalah nama azel ketika menjalankan misi dan berada di markas.
“selamat pagi”, jawab azel hangat.
“lady, semua berkas yang lady inginkan sudah saya siapkan di ruangan lady dan disana sudah ada tuan bastian”, ucap mike sang tangan kanan
“baik, terimakasih mike, kau boleh sarapan jika belum sarapan, dan untuk kalian semua juga demikian, untuk penjaga kalian harus bergantian” seru azel seraya pergi menuju ruangannya.
Azel masuk dengan santai dan duduk di kursi kebesarannya, disana sudah ada bastian yang setia menunggu azel datang.
“kau sudah lama menunggu bas?” tanya azel pada bastian
__ADS_1
“belum, baru 30 menit” jawab bastain dengan menekan kalimatnya.
“baiklah, baiklah maafkan aku” ucap azel santai
“dalang dari semua kerusuhan di markas akhir- akhir ini adalah musuh lama mu dan musuh keluarga anthony, awalnya mereka tidak menyerang kita namun ketika mereka tau kau berada dalam keluarga anthony maka mereka melancarkan aksinya mereka berpikir dengan sekali pancing dua tangkapan besar akan masuk dalam perangkap dan mereka dapat menguasai dunia dengan mudah tanpa bersusah payah. Mereka juga menggunakan tawanan sebagai umpan pada kedua belah pihak, mereka sungguh licik namun juga sungguh bodoh!” jelas bastian panjang
“lalu menurutmu kita harus meladeninya sekarang bas?” tanya azel
“tidak lady, kita ikuti saja permainan mereka, kita dan dark blood harus mengikuti permainan mereka dan harus pandai berakting agar tidak ketahuan” jawab bastian santai, bastian tau kalau azel hanya mengujinya saja.
Azel tak menjawabnya lagi, dia sibuk dengan berkas yang ada di depannya, harus ada rencana matang yang disiapkan dan rencana cadangan jika rencana pertama gagal. Dia menyeringai ketika membaca informasi- informasi yang di berikan mike padanya, dia menemukan kelemahan yang tak akan pernah di duga dan disadari oleh siapapun. Hari ini juga azel akan memulai permainan, tapi sebelum itu dia harus memberi tahu ovan terlebih dahulu.
“halo babe, kau sudah merindukanku” tanya ovan setelah mengangkat paggilan dari azel
“aku begitu merindukanmu van, aku ingin bermain denganmu lalu mengerang bersama!” jawab azel yang terdengar sangat vulgar
“oh my, aku akan segera menemuimu, akan ku pastikan kau akan mengerang nikmat di bawahku” sahut ovan dengan terkekeh
“baiklah, segeralah kemarkasku, atau aku akan bermain dengan bastian disini!” ancam azel dengan senyum lebar
“wait, tak akan ku biarkan itu terjadi babe!” seru ovan tak terima yang kemudian bergegas menyusul gadis nakalnya di markas
Sementara itu bastian mendelik mendengar ucapan ladynya, bagaimana tidak lady kesayangannya itu sudah mengeluarkan kata- kata vulgar bahkan sampai membawa namanya di depan ovan, dia bergidik ngeri ketika membayangkan hal itu benar terjadi dan dia akan di penggal oleh ovan.
“yak! Lady kenapa kau bilang seperti itu pada master! Aku tidak mau kepala tampanku ini dipenggal oleh master!” protes bastian tak terima
“hahaha, aku hanya bercanda bas, kenapa kau panik seperti itu” tawa azel pecah mendengar ucapan bastian.
“bagaimana tidak panik, master akan menggila ketika mendengar hal itu! Dia pernah hampir membunuhku karena kau menggodanya seperti ini”, protes bastian kembali.
“siapa yang kau sebut menggila bas?” sahut seseorang dengan suara bariton yang menyeramkan.
“ah tidak master, musuh kita akan menggila kalau mengetahui rencana kita” jawab bastian gugup lalu kabur dari amukan singa yang sedang jatuh cinta itu
Melihat bastian kabur mereka berdua tertawa karena berhasil menjahili bastian yang terkenal tengil. Setelah kepergian bastian, azel dan ovan mulai melakukan kegiatan mereka, membahas rencana dan permasalahan yang sedang mereka hadapi, mereka tidak benar- benar melakukan hal yang di bicarakan dalam panggilan karena itu hanya sebuah kode.
__ADS_1