Mr. Anthony & His Lady Zee

Mr. Anthony & His Lady Zee
Menceritakan


__ADS_3

Enam bulan berlalu, Ovan dan Azel semakin memperlihatkan hubungannya pada publik, bahkan Azel sering menemani Ovan berkunjung kerumah sakit dan melakukan tugasnya. Seperti hari ini Ovan memohon pada Azel agar mau menemaninya ke rumah sakit karena ada jadwal operasi.


“babe ayolah temani aku, aku tidak bisa fokus kalau kamu tidak ikut, nanti akan aku kabulkan semua permintaanmu”, ucap Ovan dengan mata memohon


“astaga Aan, kenapa kau jadi manja begini, aku hari ini ada misi, kamu di temani bi Rania saja ya!” jawab Azel sambil menahan tawa.


“ayolah babe, aku janji akan mengabulkan semua permintaanmu”, bujuk Ovan lagi.


“yayaya, baiklah tapi tepati janjimu!”, jawab Azel dengan melirik tajam


Akhirnya mereka berangkat menuju rumah sakit setelah drama di pagi hari. Setelah menempuh perjalanan 30 menit mereka sampai di rumah sakit dan di sambut petugas yang sudah berbaris rapi.


“selamat pagi tuan dan nona muda”, ucap mereka seraya menunduk hormat


“pagi” ”selamat pagi” jawab Ovan dan Azel berbarengan


“selamat pagi dok, ruang operasi sudah siap dan anda bisa langsung melakukan operasi pada pasien” ucap suster Ribka sambil tersenyum semanis mungkin tanpa menghiraukan Azel yang sudah menatapnya tajam


“babe kamu tunggu di ruanganku dulu, atau kamu boleh jalan- jalan jika kamu bosan tapi kamu harus memberitahuku” ucap Ovan sambil mengecup kening dan bibir Azel singkat tanpa menjawab perktaan suster Ribka


“hm, aku mau jalan- jalan dulu Van” jawab Azel tersenyum manis


Disisi lain ada wanita yang menahan emosi karena di abaikan oleh Ovan,


“sial! Gara- gara wanita murahan itu tuan muda mengabaikanku”, ucap suster Ribka dalam hati.


Ovan melanjutkan pekerjaanya dan Azel mulai jalan- jalan menyusuri rumah sakit, hingga tiba- tiba dia di kejutkan oleh panggilan seseorang yang cukup familiar di telinganya.

__ADS_1


“Azelea Azura!” panggil seorang pria dengan berteriak dan berlari mengejar Azel


“maaf anda memanggil saya?” tanya Azel dengan wajah bingungnya


“Azel sayang, aku Zean kekasihmu! Kenapa kau berbicara seperti itu?” ucap pria yang ternyata bernama Zean dengan setengah membentak.


“maaf saya tidak mengenal anda, mungkin anda salah orang, permisi” ucap Azel kemudian pergi meninggalkan Zean yang mematung mendengarkan ucapan Azel.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat kejadian tersebut dan merekam melalui ponsel untuk di tunjukkan pada ovan nantinya.


“sekarang aku tau kelemahanmu nona, nantilah kehancuranmu” ucapnya dengan seringai licik


Di ruangan Ovan


“huh, sudah 3 jam tapi Ovan belum selsesai juga, aku sangat bosan” keluh Azel sambil memainkan ponselnya.


“astaga! Bisakah kau tidak mengagetkanku Van?!” ucap Azel sambil memegang dadanya karena terkejut


“aku merindukanmu babe, aku sudah selesai, mau makan di mana? Kau pasti sudah sangat lapar” tanya Ovan dengan tidak melepaskan pelukannya.


“aku ingin makan seafood dan kau harus memenuhi permintaanku sesuai janjimu” jawab Azel tidak mau di bantah.


“hah... baiklah babe” pasrah Ovan


Azel memang tidak di perbolehkan makan seafood karena pernah mengalami alergi yang cukup serius dan membahayakan nyawanya. Namun Azel tidak memperdulikan hal itu. Setelah beberapa menit perjalanan mereka sampai pada restoran yang menyajikan menu seafood, mereka langsung memesan setelah mendapatkan meja yang di rasa nyaman


“babe, apa yang kau lakukan selama menungguku? Apa kau tidur?”tanya Ovan sambil menyeruput minumannya.

__ADS_1


“ tidak, aku jalan- jalan di rumah sakit, menyapa pasien dan juga tidak sengaja bertemu dengan orang yang sangat aku hindari” jawab Azel santai


“wow, siapa dia babe?” tanya Ovan penasaran


“namanya Zean Andreas anak dari Jonathan Andreas, dia adalah mantan kekasihku yang selalu mengaku menjadi kekasihku. Dan ayahnya lah yang membuatku terluka hingga kau menemukanku enam bulan lalu” jawab Azel panjang


“jadi kau sudah mengingat semuanya babe? Sejak kapan?” tanya Ovan lagi karena dia memang sangat penasaran


“ingatanku kembali sejak sebulan yang lalu Van, maafkan aku karena merahasiakannya darimu” ucap Azel lirih


“sekarang ceritakan semua tentang dirimu babe” pinta Ovan


“baiklah, namaku Azelea Azura aku adalah pendiri Azura’s Corp. bersama uncle Albert yang kalian kenal sebagai CEO Azura’s Corp. aku memiliki masalalu kelam dengan keluargaku Van, dan itu juga yang menjadi penyebab aku suka meretas sistem perusahaan” jelas Azel


“tapi yang perlu kau ketahui aku tidak pernah mencuri data perusahaanmu, meskipun perusahaan kita bersaing. Sekarang keputusan ada di tanganmu kau boleh pergi jika kau merasa aku telah menipumu dan terimakasih atas kasih sayang yang kau berikan serta segala yang telah kau berikan padaku selama ini, jika kau mau maka aku akan ganti rugi biaya hidupku dan juga kau bisa menuntutku dengan tuntutan atas penipuan aku akan menerimanya” sambung Azel tegas


“no babe! Aku mencintaimu, aku tidak akan melakukan hal gila itu padamu, tetaplah berada di sisiku, aku percaya padamu!” ucap Ovan lembut


“jadi?” tanya Azel


“menikahlah denganku” jawab Ovan serius


“belum saatnya Van, aku harus menutaskan masalahku dulu dan satu lagi, tidak ada olahraga bersama jika kau masih membiarkan nenek sihir itu di sampingmu” ucap Azel dengan penekanan di akhir kalimatnya.


“baiklah sesuai permintaanmu babe, tapi harus ada olahraga bersama” jawab Ovan senyum nakalnya. Dan saat itu juga ovan memecat suster Ribka di depan Azel


Mereka melanjutkan makan dengan begitu romantis lalu mereka memilih pulang karena sudah lelah.

__ADS_1


__ADS_2