
Setelah kekacauan karena kesalahpahaman dan perbedaan pendapat pada rapat kemarin, Azel dan Ovan terlihat menjauh, bahkan mereka hanya sesekali bertukar kabar melalui pesan singkat, mereka juga tidak bertemu seperti biasa, tidak ada rasa rindu dalam pancaran mata mereka, mereka sama- sama kecewa satu sama lain. Hal ini tentu saja mengusik ketenangan tangan kanan Azel dan juga Ovan, terutama Bastian dan James mereka yang paling tau bagaimana hubungan Azel dan Ovan dan mereka juga yang mulai merasa harus mencari kebenaran agar pipinan mereka tidak berubah menjadi kejam seperti dulu.
“master, saya lihat anda tidak baik- baik saja dengan nona boss, apa karena masalah kemarin? Maaf jika saya lancang” tanya James ketika melihat Ovan hanya memandang layar gadget sejak tadi
“jangan terlalu formal James, aku hanya kecewa saja padanya, dia dengan mudah menuduh kita seperti itu bahkan tanpa bertanya padaku” jawab ovan lesu
“nona boss pasti punya alasan dibalik tuduhan itu, kau harus bisa membuktikan kalau kita tidak terlibat Van, bukankah kalian sangat dekat? Jika tiba- tiba menjauh ini sangat aneh” James mulai merasa ada sesuatu yang aneh
“tidak ada yang aneh James, aku hanya ingin menenangkan hati sebentar setelah itu aku akan kembali mendapat kepercayaan Zee”
“baiklah Van, kau harus berusaha dan aku akan membantumu, dan kau harus ingat hari ini ada jadwal rapat di rumah sakit, aku tidak bisa menggantikanmu dan tidak ada alasan untuk tidak hadir. Saya permisi master!” James buru- buru kabur sebelum mendapat teriakan Ovan
“James sialan! Ku cincang kau!” teriak Ovan
“untung aku segera kabur, kalau tidak aku bisa tuli mendengar teriakan master” gumam James tersenyum dalam lift
Disisi lain Azel juga mendapatkan ceramah panjang dari Bastian yang terusik karena menjauhnya Ovan dan Azel, Azel sudah berubah menjadi dingin dan seolah mati rasa, Azel kembali seperti dulu saat sebelum bersama Ovan. Kesalahan sedikit saja akan tercium oleh Azel dan dia tidak segan menghukum anak buahnya. Seperti saat ini ada anak buahnya yang lalai untuk memberi laporan tepat waktu hasil pengintaian, Azel tidak segan menghukum dan memarahinya tanpa peduli kondisi dan penjelasan anak buahnya tersebut
“kau terlambat 20 menit dan kau membuang waktuku secara sia- sia!” marah Azel dengan nada dingin setengan membentak
“ma-maafkan saya lady, tadi terjadi kecelakaan dan jalanan menjadi macet” jelas bawahannya dengan menunduk
__ADS_1
“aku tidak perduli, tidak ada alasan untuk sebuah kesalahan!” ucap Azel dengan memberikan bogeman mentah pada bawahannya
Sang bawahan hanya pasrah dengan yang dia dapatkan, dia sadar dia terlambat cukup lama dan ladynya memang tidak menyukai sebuah keterlambatan. Namun saat Azel hendak memberikan bogeman lagi dia di hentikan oleh Bastian yang saat itu baru datang bersama Niel.
“hentikan lady! kau tidak kasiahan pada tua bangka ini?” Bastian datang dan mengamankan bawahannya agar tidak babak belur di tangan Azel
“jangan membelanya Bas! Dia bawahan yang tidak becus!” Azel masih belum puas memarahi bawahannya
“Niel, bawa dia ke ruang pengobatan! Aku akan membawa lady untuk membahas sesuatu!”
“yes Bas, aku akan menyusul nanti!” Niel bergegas membawa bawahannya ke ruang pengobatan dan setelah itu menyusul Bastian.
“Zee kenapa kau bisa seperti ini? Aku tidak mau kau kembali menjadi monster”
“sudahlah Bas, aku memang seperti ini sejak dulu”
“aku tau kau kecewa Zee, ini juga karena hubunganmu dengan master kan? Harusnya kalian diskusikan hal ini bukan malah menjauh seperti percintaan anak SMP! Kalian sudah dewasa Zee, sudah bisa menganalisa dan mengatasi masalah kalian sendiri”
“bukan tentang aku dan Ovan Bas! Ini tentang keteledoran anak buah kita!”
“Zee! Dengarkan aku, aku abangmu, aku tau yang kau rasakan, aku tau penyebabnya! Ini bukan hal besar, diskusikan dengan master agar masalah segera teratasi dan kalian juga bisa bermmesraan kembali! Aku lebih suka kalian bermesraan daripada saling menjauh seperti ini”
__ADS_1
Tepat ketika Bastian selesai berbicara Niel masuk dengan membawa map yang di berikan oleh bawahannya
“lady aku mendapatkan ini dari Rendra, dan sepertinya cukup membantu kita” ucap Niel dengan menyerahkan map pada Azel
Azel hanya mengangguk kemudian membaca isinya dan dia hanya tersenyum miring tanpa mengucapkan sepatah katapun.
“apa itu Niel?”
“tentang penyerangan kemarin Bas, coba kau baca sendiri”
Bastian meraih map tersebut dan tak lama kemudian Bastian bereaksi dengan tidak percaya
“apa ini Niel? Benarkan data ini valid? Bukan data rekayasa? Aku tidak percaya dengan ini”
“aku juga tidak tau Bas, tiba- tiba aku di beri ini oleh Rendra dan bukankah kita tidak memintanya untuk menyelidiki? Bukankah yang kita minta adalah Mike?”
“entahlah Niel, seperti ada yang tidak benar disini?”
“sudahlah Bas, Niel bukankah ini sebuah petunjuk jadi jangan permasalahkan tentang siapa yang memberikannya”
Seketika Bastian dan Niel diam mendengar ucapan Azel dan akhirnya mereka bubar atas permintaan Azel.
__ADS_1