Mr. Anthony & His Lady Zee

Mr. Anthony & His Lady Zee
Eksperimen Bastian


__ADS_3

Dor


Peluru Bastian melesat dengan cepat menembus dada dan mengenai jantung seseorang, ruangan yang awalnya masih riuh dengan perkelahian tiba- tiba menjadi hening, semua mata mencari sosok yang di tembak Bastian, dan ternyata dia hanyalah anggota biasa bahkan bisa di katakan junior dan sering dianggap lemah juga di sepelekan oleh anggota lain. Anggota Dark Angel bingung kenapa asisten Lady mereka malah menembak Zach yang terlihat bodoh itu.


“jangan ada yang menolongnya atau nyawa kalian juga akan hilang saat itu juga!” ucap Bastian dingin


Dan benar tidak ada yang berani mendekati Zach menskipun nyawanya sudah di ujung rambut, mereka masih menyayangi nyawa mereka. Disaat semua orang masih terdiam mencerna apa yang baru saja terjadi, Zafran malah berteriak dengan keras karena tidak terima dengan apa yang dilakukan Bastian.


“tidak! Zach...! apa yang kau lakukan bocah sialan?!”


“kau mengenalnya pak tua?” tanya Bastian dengan menaikan satu alisnya


“sialan! Zach, bertahanlah!”


Zafran bangun dan berjalan dengan langkah terseok karena badannya yang semakin lemah akibat kehilangan banyak darah juga luka- luka yang ada di kakinya. Dia menghampiri Zach dan menepuk pipinya namun Zach sudah tewas.


Bastian tidak perduli akan hal itu, dia memerintahkan anak buahnya untuk membawa mayat Zach ke markas utama Dark Angel dan membawa Zafran ke ruang bawah tanah markas Dark blood, dia sudah tidak sabar untuk melakukan eksperimen di sana.


Zach adalah mata- mata yang di utus Zafran untuk masuk ke Dark Angel, selain mata- mata Zach adalah putra dari Zafran. Jadi wajar Zafran marah pada Bastian ketika Zach di tembak dan mati. Selama ini yang tau hal tersebut hanya Azel, Bastian dan Mike saja sedangkan Niel dan Rendra adalah umpan sekaligus kelinci percobaan untuk memancing reaksi Zach. Azel benar- benar berhati- hati untuk hal ini karena dia sudah muak dengan permainan lelaki tua yang bernama Zafran tersebut, lelaki tua yang penuh ambisi dan sangat licik.


Di ruang bawah tanah Dark Blood

__ADS_1


Bastian sedang menciptakan eksperimen barunya yang memang belum pernah ia coba, jika dahulu dia selalu melukis di kulit tawanan, kemudian melakukan praktek jadi dokter bedah tanpa obat bius, kini bastian akan menjadi disainer sekaligus pengrajin dari kulit manusia. Kali ini dia akan mewujudkan obrolan dengan sang Lady tempo hari untuk membuat telapak meja dengan kulit manusia asli.


“baiklah mari kita mulai” ucap Bastian semangat


Bastian meminta anak buahnya untuk menyiapkan peralatan lengkap untuk bereksperimen hari ini, segala jenis pisau, jarum suntik, bahkan pisau buah pun tersedia di sana. Bastian benar- benar menggunakan peralatan lengkap hingga dia pun menggunakan sarung tangan bedah agar tangannya tidak kotor terkena darah lelaki tua itu. Tidak lupa dia menyiapkan cemilan untuk para penonton yang dia undang secara dadakan tadi ketika hendak ke ruang bawah tanah.


“Lady, kau harus memberiku bonus banyak ketika ini selesai di buat, dan kita harus memajang telapak hasil mahakarya ku di ruang tamu markas kita, hahaha” ucap Bastian pada Azel


“kau pilih saja sendiri nanti bonusmu Bas! Dan ingat jangan mengecewakanku dengan kegagalan eksperimen ini” jawab Azel santai


Eksperimen mulai di lakukan, Bastian mulai melepas kulit Zafran dari punggung dahulu, dia melepas kulit itu secara perlahan dan sangat hati- hati agar kulitnya tidak robek dengan menggunakan pisau buah, dan dia menuangkan alkohol sebotol penuh ke punggung Zafran agar tidak infeksi pada punggungnya setelah kulitnya diambil oleh bastian. (niatnya sih baik biar nggak infeksi, tapi konsepnya ngga gitu Bambank😩😩)


Zafran terus berteriak ketika pisau buah Bastian menari di punggungnya, teriakan penuh kesakitan dan terdengar sangat menyedihkan, namun begitu Zafran tidak memohon ampun pada Bastian, dia hanya berteriak menahan sakit. Praktek terus berlanjut, kulit punggung Zafran sudah benar- benar terlepas tanpa sisa, darah terus menetes dari punggung pria itu. Kini Bastian beralih ke paha pria tua itu, dia tidak lagi menggunakan pisau buah tetapi menggunakan pisau selai yang baru saja Azel lemparkan padanya. Paha Zafran di kuliti sedikit demi sedikit hingga mencapai pangkal pahanya.


“ups maaf tuan saya tidak sengaja, sungguh” ucap Bastian dengan mimik muka lucu


“anak sialan!” umpat Zafran


“apa?! Anda mau aset ini saya potong dengan pisau yang pegang tuan?” sahut Bastian


Zafran tidak lagi mengucapkan sepatah katapun, dia menelan salivanya dengan susah payah dan membayangkan bagaimana rasanya jika asetnya benar- benar di potong Bastian dengan pisau selai yang dia bawa, sungguh pasti menyakitkan dan dia akan lebih memilih untuk mati, dia bergidik ngeri karena membayangkan hal tersebut. Dia hanya bisa menggeram menahan sakit luar biasa dari punggung dan pahanya, apalagi sekarang Bastian meminta air lemon pada anak buahnya, sungguh dia ingin mati saja.

__ADS_1


“aakhhhh!” teriakan Zafran terdengar lebih keras dari sebelumnya, dia benar- benar tersiksa sekarang. Bagaimana tidak, luka di pahanya di siram Bastian dengan seember penuh perasan air lemon dan garam.


“hahaha, ini sungguh menyenangkan ya pak tua” tawa Bastian menggelegar di ruangan sunyi tersebut


Bastian terus melakukan eksperimennya hingga seluruh kulit Zafran habis tentu saja tidak termasuk kulit wajah Zafran, karena itu akan menjadi mahakarya yang lain nanti, setelah selesai mengumpulkan kulit Zafran, Bastian lalu menjahit kulit tersebut dengan serapi mungkin hingga benar- benar menjadi telapak meja aestetic impiannya. Dia memberi pengawet pada telapak meja kulit tersebut dan dia akan benar- benar menaruhnya di ruang tamu Dark Angel. Setelah di pastikan sangat rapi dan bagus kini Bastian meminta anak buahnya untuk menyimpan kulit tersebut di lemari kaca agar tidak di curi orang. Tubuh Bastian berlumuran darah, bahkan wajahnya juga penuh dengan darah namun dia langsung bergabung dengan penonton dadakannya.


“bagaimana Lady, apa bonus yang kau tawarkan?” tanya Bastian antusias


“kau mau apa? Pulau? Jet pribadi? Saham? Atau apa? Katakan saja” ucap Azel santai


“aku mau pulau beserta saham kepemilikan perusahaanmu 80% Lady, bagaimana?”


“ya terserah kau saja, minta paman Albert untuk mengurusnya, bilang saja aku yang meminta hal ini”


“kau memang yang terbaik Lady”


“sekarang mandi sana! Amis sekali baumu!”


Tanpa menjawab Bastian langsung bergegas mandi dengan bersenandung ria, wajahnya benar- benar ceria tanpa dosa. Dia melewati Zafran begitu saja tanpa menoleh sedikitpun.


***

__ADS_1


segitu aja ya dear, othor gak sanggup sama jiwa psikopat babang Bas 😫 tapi tenang part penyiksaan pasti ada lagi kok 😁😁


see you next eps dear 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2