
Seorang pria tengah duduk dengan angkuh di hadapan empat orang lainnya, mereka sedang membahas rencana untuk melumpuhkan Azel dan Ovan secara bersamaan tanpa melukai sandera yang saat ini berada di ruang bawah tanah, mereka berlima memiliki tujuan yang sama namun target yang berbeda.
“Mr. A bagaimana selanjutnya? Kita sudah punya sandera istimewa” tanya pria berkulit putih yang di panggil Gom
“kita tunggu pergerakan musuh, tuan Gom, aku ingin melihat musuh mana dulu yang akan bergerak lebih cepat” jawab pria yang disebut Mr. A santai
“tapi jika kita menunggu tanpa rencana bukankah akan sangat merugikan nantinya?” sahut Jacob
“tidak! Saya setuju dengan Mr. A dengan kita melihat pergerakan musuh terlebih dahulu kita akan mudah menyusun rencana dan strategi karena musuh kita bukan orang yang dapat di remehkan” jawab Julio
“kau tidak punya pendapat Claire?” tanya Mr. A pada pria yang sedari tadi diam tanpa berniat untuk mengikuti obrolan.
“Tidak!” jawab Claire tenang dan tegas.
Akhirnya mereka berlima tidak melanjutkan obrolan tentang sandera dan musuh, mereka hanya melanjutkan dengan minum dan wanita cantik. Mereka memang memiliki tujuan yang sama yakni menghancurkan musuh namun mereka memiliki target yang berbeda, Mr. A menargetkan Azel, Gom menargetkan Bastian dan keluarganya, Julio menargetkan Ovan, Jacob menargetkan Gerry dan Claire belum di ketahui targetnya, pria itu tidak berkata apapun ketika di tanya siapa target utamanya, dia hanya bilang ingin bergabung dan menghancurkan musuh.
Di kediaman Anthony
“Van, panggil Azel dan Gerry kemari, daddy ingin bicara!” titah Sean pada Ovan ketika berada di ruang kerja Sean
“yes dad, wait” jawab Ovan sembari mencoba menghubungi Azel.
“ehm, hallo Zee, bisakah kau ke sini? Daddy menunggu di ruang kerja” ucap Ovan ketika panggilan tersambung
“.......”
“aku tidak tahu, tapi daddy meminta bertemu denganmu juga Gerry Arnold”
__ADS_1
“......”
“baiklah, kami tunggu disini” panggilan berakhir dan Ovan kembali menghadap ayahnya
Terlihat jelas sekali kecanggungan antara Ovan dan Azel, Sean mengernyit lalu menggelengkan kepala, dia jadi ingat perjuangannya mendapatkan hati Arneth si wanita tangguh yang susa di taklukkan. Tak berapa lama Azel datang dengan Gerry yang mengikutinya.
“hallo dad, how are you?” sapa Azel ketika memeluk Sean
“oh dear, daddy tidak baik- baik saja semenjak kau pergi”
“oh my God dad, i’m sorry” ucap Azel penuh sesal
“no problem dear, selamat datang tuan Arnold!” sapa Sean pada Gerry
“sungguh kehormatan bagi saya dapat bertemu dengan anda tuan besar Anthony”
“silahkan duduk”
“jelaskan tentang semua ini” ucap Sean tegas pada ketiganya
“izinkan saya yang menjelaskan terlebih dahulu tuan, penyerangan ini sepertinya menargetkan Azel dan Bastian, terlihat jelas ketika Bastian dibawa dengan hati- hati tanpa memberikan luka yang serius, saya yakin jika Bastian hanya di jadikan umpan agar tangkapan besar bisa didapat dengan mudah” jelas Gerry panjang lebar
“apa sudah menemukan jejak?” tanya Sean
“belum dad, kami tidak bisa melacaknya” kini Azel yang menjawab dengan penuh sesal
Kemudian Sean memberikan map sedari tadi ia siapkan di meja kecil samping tempat duduknya, kemudia memberikan pada mereka bertiga. Tentu saja mereka bertiga melongo melihat isinya, mereka sudah mati- matian mencari petunjuk dan tidak menemukan apapun namun Sean yang terlihat tenang malah dapat menemukan petunjuk.
__ADS_1
“dad, siapa Mr. A? Apa kita ada masalah dengannya?” tanya Ovan
“Mr. A tidak punya masalah dengan kita dan targetnya juga Azel, namun yang lainnya memiliki masalah denganmu, mereka berjumlah lima orang dan memiliki target yang berbeda”
“daddy tau siapa mereka?” kini Azel yang angkat suara
“daddy belum mengetahui siapa mereka dear, orang yang daddy suruh belum melaporkannya”
“tunggu sebentar, saya sepertinya mengenal yang ini tuan, ini seperti Jac. Apa ada fot yang lebih jelas?” tanya Gerry
“tidak ada, orang kepercayaan saya belum bisa mendapatkannya”
“sayang sekali, tapi tak apa, saya juga akan berusaha sekuat tenaga”
Mereka membubarkan diri setelah dirasa cukup untuk membahas petunjuk tersebut, namun berbeda dengan Ovan dan Azel yang hatinya semakin kalut.
Kembali pada Mr. A
“Key selidiki siapa Claire, dia sangat misterius dan juga sangat mencurigakan” perintah Mr. A pada Key sang tangan kanan
“baik king, segera saya laksanakan” jawab Key menunduk hormat
Mr. A tersenyum miring melihat foto Azel, wanita yang selalu ia simpan dan puja di dalam hatinya namun malah bersama dengan anak dari keluarga Anthony, keluarga yang membuat hidupnya berantakan. Dia sangat mencintai Azel sejak dia masih di bangku sekolah dasar namun tak pernah bisa mendapatkan perhatian Azel hingga akhirnya cinta itu berubah menjadi obsesi.
“tunggu aku sayang, aku akan membuat hidupmu bahagia selamanya” ucap Mr. A sembari mencium foto Azel.
\*\*
__ADS_1
Nah lohh siapa si Mr. A ini? dan bagaimana kabar pria konyol itu? apakah dia akan menjadi lebih tampan karena mendapat pelayanan istimewa atau malah dia menjadi tidak karu2an karena di stress tidak bisa keluar dari sarang musuh?
tunggu kelanjutannya yaaa, see you next episode dear 🥰🥰🤗🤗