Mr. Anthony & His Lady Zee

Mr. Anthony & His Lady Zee
Di Mulai


__ADS_3

Dalam ruangan mewah di bawah tanah seorang pria tengah bersantai sambil memakan cemilan buatannya sendiri, dia adalah Bastian pria yang di khawatirkan semua orang terutama Azel adik kesayangannya.


“duh hidup jadi sandera ternyata menyenangkan juga, apa aku kabari Zee saja ya, gadis itu pasti akan khawatir” gumam Bastian sambil merogoh ponsel dari saku


“ah tidak jadi, nanti terlalu cepat jadi tidak seru, aku ingin bertemu pimpinannya dulu” ponselnya kembali di masukkan dalam saku


Dia benar- benar menikmati waktunya, dia tidak bertanya siapa yang menculiknya pada seseorang yang selalu datang memberikan makanan dan apapun yang di butuhkan. Tidak sesuai dengan perkiraan sang penculik yang tidak lain adalah Mr. A, Mr. A memperkirakan kalau Bastian akan melawan dan merepotkan anak buahnya, ini membuat Mr. A mengernyit kenapa ada manusia sesantai itu padahal dia sedang di kandang musuh.


“Key, apa sandera kita melawan atau mencoba kabur?” tanya Mr. A ketika Key masuk ke ruangannya


“tidak king, tuan Bastian justru menikmati waktunya dengan tiduran, memasak dan bahkan bernyanyi” jelas Key


“dia gila? Dia dalam bahaya namun sesantai itu, bukankah Bastian hanya tangan kanan dari lady nya? Dia seperti pria berpengaruh”


“asal usul tuan Bastian tidak dapat kami lacak king, maafkan kami”


Setelah percakapan tersebut Key meninggalkan ruangan Mr. A dan tinggallah Mr. A seorang diri yang melamunkan Bastian dan Azel.


Di markas Azel


“lady, sudah tiga hari tuan Bastian hilang dan belum di temukan, apa yang kita lakukan lady?” tanya Niel cemas


“kita bahas nanti ketika Gerry dan Anthony datang Niel” jawab Azel tenang


Tidak ada obrolan lagi antara Azel dan Niel, hingga dua puluh menit kemudian Gerry dan Ovan datang.

__ADS_1


“hallo Zee,apa anak buahmu mendapatkan hasil?” tanya Gerry


“belum mendapatkan bukti yang akurat” jawab Azel datar


“Zee, baca ini” ucap Ovan seraya melemparkan sebuah map berwarna hitam


“sial! Kita harus bertindak sekarang juga, nyawa Bastian dan kita semua dalam bahaya”


“tenanglah Zee, kau meragukan Bastian?”


“tidak Van, tapi ini bukan hal sepele”


“kita susun rencana Zee” Gerry menengahi


Mereka berdiskusi tentang rencana untuk pembebasan Bastian juga melumpuhkan musuh yang sepertinya sangat ‘licin’ hingga kesepakatan di dapat dan mereka akan segera memulai.


“umpannya adalah aku dan salah satu dari keluarga Anthony” sahut Azel


“what? Kau harus memiliki persiapan yang matang, tapi kenapa tidak aku saja?” protes Ovan


“tak apa Van, kita berdua yang jadi umpan dan Gerry yang mengatur pasukan” putus Azel


“baiklah, kalian jangan berdebat lagi setelah aku pergi, karena setelah ini aku harus pergi” ucap Gerry


Setelah kepergian Gerry

__ADS_1


“Van aku menemukan lokasi Bastian sejak kemarin, namun lokasi berubah secara terus menerus” ucap Azel membuka percakapan


“aku menemukan letak markas mereka bahkan setiap sudut ruangan aku mengetahuinya Zee, tapi aku tidak bisa menembus pertahanan berlapisnya”


“apakah pada titik ini? Atau yang ini?”


“tidak pada semuanya, tapi pada titik utara kota K dan berada di dekat hutan”


“sial aku terkecoh”


“kita akan mulai malam ini untuk memancing mereka dan beritahu Gerry untuk memberi komando pada pasukan juga kelabuhi pengkhianat itu!”


“yes Van”


Azel dan Ovan memiliki rencana tersendiri untuk mengatasi hal ini, apa yang diucapkan oleh Azel dan Ovan berbanding terbalik dengan fakta yang mereka sembunyikan, mereka sudah mengetahui letak Bastian yang sesungguhnya tiga jam setelah menghilang, namun mereka pura- pura panik dan tidak mengetahui keberadaan Bastian, bahkan kondisi Bastian pun mereka mengetahuinya, hal ini dilakukan untuk mengelabuhi pengkhianat juga mata- mata yang berada dalam kelompok nya. Azel lebih memilih mengikuti permainan seperti yang di katakan tempo hari pada Bastian. Dia hanya memantau keadaan dan keamanan Bastian dari markas, dia tidak terlalu mengkhawatirkan pria itu karena sebuah alasan.


Bastian bukan pria lemah apalagi pria bodoh yang akan mati dengan mudah, meskipun dia konyol dan sedikit gila, seperti saat ini dia tengah menggoda seorang pelayan cantik dengan kata- kata manisnya.


“nona, ayo temani aku makan, aku sungguh kesepain”


“maaf tuan”


“ah tak apa jangan takut dengan bos mu biar nanti aku yan akan bicara dengannya”


Akhirnya dengan seribu paksaan wanita itu mau makan dengan Bastian, tentu saja Bastian melancarkan aksinya untuk menggoda, dia mulai minta di suapi dan menyuapi lalu menghapus bekas saus di sudut bibir pelayan tersebut, wanita mana yang tidak luluh ketika mendapat perlakuan manis seperti itu, apalagi Bastian mengeluarkan pesonanya, meskipun dia bukan casanova namun pesonannya tak terbantahkan.

__ADS_1


**


maaf ya dear... author telat up


__ADS_2