
Seorang pemuda sedang bersantai sambil menonton televisi dan ditemani cemilan juga minuman dingin, dia adalah Bastian. Sungguh rasanya dunia seperti terbalik ketika melihat Bastian bersantai, dia sedang berada di kandang musuh yang mengincar nyawanya namun dia malah bersantai dan menikmati waktunya bagaikan sedang liburan, dia tidak perduli tentang bahaya apapun yang dia pikirkan adalah menikmati masa- masa santainya sebagai sandera sebelum dia kembali melaksanakan tugas dan rutinitasnya di Dark Angel dan di perusahaan apalagi dia sudah mendapat kabar dari orang kepercayaannya bahwa ayahnya telah mencarinya dan memintanya meneruskan perusahaan, sungguh dia ingin bersantai seperti ini saja terus.
Bastian benar- benar mendapatkan perlakukan istimewa dari musuhnya, apapun yang dia butuhkan dan dia inginkan pasti akan di penuhi oleh musuhnya tidak perduli berapapun harganya dan lokasinya dia pasti akan mendapatkannya, hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi Bastian dan sangat menyenangkan baginya, dia benar- benar pandai menguras kekayaan musuhnya dan membuat musuhnya bangkrut. Bastian tau kapan dia akan di bunuh dan Bastian tau rencana yg disusun musuh, hal ini tentu saja berkat bantuan seseorang yang dia percaya juga yang dekat dengan musuh tanpa di curigai.
“tuan, hari ini Mr. A akan menunjungi anda dan dia membawa sesuatu saya harap anda waspada” ucap pria kepercayaan Bastian
“ah kau tenang saja, jadi nanti kau akan ikut mengunjungiku atau hanya berada di luar?”
“saya akan ikut tuan, jadi saya harap akting anda bagus”
“kau belum tau aktingku? Bahkan jika aku ikut cast pemain film aku akan langsung lolos”
“ya ya... terserah kau saja! Ah tidak enak memanggilmu tuan”
“ck sialan kau, kau memang cocok menjadi anak buahku”
“aku tidak sudi, lebih baik aku tidur dirumah”
Bastian memutar bola matanya malas lalu melemparkan ponselnya ke ranjang tanpa berniat membalas pesan yang dikirim orang kepercayaannya tadi, dia jadi berfikir bagaimana bisa pria kaku itu bisa berakting dengan baik dan mengelabuhi musuh ataukah musuh yang terlalu bodoh dan mudah di kelabuhi si pria kaku tersebut? Ah entahlah Bastian pusing, dia jadi mengantuk dia juga tidak perduli si musuh mau mengunjunginya kapan, lebih baik dia tidur dan bermimpi indah.
Di ruangan lain
__ADS_1
“kita akan mengunjungi Bastian tepat pukul sepuluh nanti, kita akan melihat bajingan tengik itu, dan mencoba bernegosiasi namun jika dia tidak bisa diajak negosiasi maka kita harus bertindak” jelas Mr. A
“baiklah Mr. A namun kau tidak boleh gegabah, dia sudah menjadi target orang lain”
“ya tenang saja tuan Jacob”
Tepat pukul sepuluh mereka berlima menggunakan topeng dan benar- benar mengunjungi Bastian, tentunya di dampingi asisten masing- masing. Beruntung Bastian sudah bangun dan sudah mandi jadi mereka tidak perlu menyiapkan kesabaran terlalu banyak
“halo tuan Bastian, apakah hari anda menyenangkan?” tanya Mr. A basa basi
“ah tentu saja sangat menyenangkan, saya sangat berterimakasih pada anda tuan, berkat anda saya terbebas dari kehidupan yang membosankan” jawab Bastian tenang
“well, itu tidak gratis tuan, saya akan memenuhi semua yang tuan inginkan namun anda harus melakukan apa yang saya minta”
“tidak- tidak, anda cukup melakukan dua hal saja”
“apa itu?”
“nanti ketika waktunya tiba anda akan tau tuan”
Bastian tidak menjawab lagi, dia hanya mengedikkan bahu acuh dan duduk santai di sofa. Sedangkan rombongan Mr. A pergi begitu saja setelah berbicara dan tanpa berpamitan pada Bastian tentunya. Mereka langsung kembali ke ruangan khusus, tidak ada yang curiga jika ada penyusup hebat diantara mereka jika mereka tahu salah satu dari mereka adalah penyusup pasti rencana akan berubah secara cepat dan sang penyusup akan dibunuh saat itu juga.
__ADS_1
Di rumah Azel
Sejak hilangnya Bastian, Niel menjadi tangan kanan Azel menggantikan Bastian kemanapun Azel pergi Niel akan menemaninya Niel tidak ingin melewatkan sedetikpun waktu tanpa mengawasi Azel, hal ini tentu saja karena dia takut Azel juga akan menghilang seperti Bastian, dia tidak mau gagal untuk kedua kalinya.
“Niel, bisakah kau tidak mengikutiku secara terus menerus? Aku seperti tawanan yang diawasi secara terus menerus”
“tidak lady, saya akan tetap mengikuti anda, jika anda tidak nyaman anda bisa anggap saya tidak ada”
“aku terbiasa memakai pakaian terbuka dirumah apa kau tahan melihatnya? Dan juga nanti ketika Ovan datang dan kami ingin bercinta di ruang tamu apa kau juga akan tahan?”
“saya akan pura- pura tidak melihat juga tidak mendengar lady, jadi anda bebas mau berbuat apapun”
“ck, sialan kau Niel, sudahlah terserah kau saja aku tidak perduli”
Akhirnya Azel mengalah dan membiarkan Niel berbuat sesukanya, mereka tidak terlihat seperti bawahan dan pimpinan tapi malah seperti ibu yang terus diikuti anaknya. Sedangkan anak buah yang lain malah mengernyit heran kenapa lady dan jajaran anggota inti dapat terlihat sangat santai sedangkan Bastian belum ditemukan hingga saat ini.
***
ini masih santai santai dulu ya dear.. biarin Bastian bahagia dulu, jarang jarang dia perlakuin kayak boss gitu kan wkwkwk...
maaf ya dear dua hari kemarin ga up, lagi gaenak badan authirnyaa, udah bikin eps nya tp ga bisa up
__ADS_1
see you next episode dear 🥰🥰🥰🥰