Mr. Anthony & His Lady Zee

Mr. Anthony & His Lady Zee
Tamu


__ADS_3

Pada saat Dark Blood sibuk mengurus Dark Angel dengan penyiksaan- penyiksaan, musuh telah siap untuk menyerang mereka secara bersamaan, bahkan bom sudah di pasang dimana- mana entah sejak kapan bom itu dipasang dan bagaimana mereka bisa masuk ke markas musuh namun mereka benar- benar hanya tinggal eksekusi saja. Tanpa basa basi mereka langsung menyerang Dark Angel dan Dark Blood dengan membabi buta, pasukan Dark Angel yang hanya tinggal sedikit dan tanpa pimpinan pun langsung kalah telak.


Karena sibuk dengan penyerangan Dark Angel, mereka tidak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang memantau keadaan disana.


“tuan, Dark Angel kalah” lapor orang tersebut


“.....”


“baik saya akan segera kembali”


Sambungan telepon di matikan dan orang tersebut bergegas pergi dari markas Dark Angel untuk kembali ke markasnya dan memberikan bukti yang dia dapat tadi.


Di markas pria tersebut


“berikan apa kau dapat Zill”


“ini tuan, semua ini saya dapatkan dari pengintaian hari ini”


“mereka benar- benar tanpa pimpinan?”


“iya tuan”


“kau boleh pergi”


Setelah kepergian Zill pria yang sedari tadi mengamati penyerangan di markas Dark angel, pria yang panggil tuan tersebut menghubungi seseorang dan kemudian tersenyum smirk melihat jawaban orang tersebut.


“let’s play the game!” ucapnya bersemangat


Di markas Dark Blood


Kekacauan juga terjadi akibat penyerangan mendadak yang di lakukan musuh. Anggotan yang berjaga pun mati- matian menghalau musuh agar tidak semakin masuk ke dalam markas.


“tuan, terjadi penyerangan di sayap kanan” lapor salah satu anggota


“biarkan saja, sambut mereka di ruang utama” jawab Sean dengan senyum mengerikan


Tidak ada jawaban lagi dari anggota tersebut, dia langsung berlari menuju anggota lain yang menghadang musuh. Setelah di biarkan masuk ke ruang utama, sang tamu tidak diundang pun di sambut langsung oleh tuan besar Anthony dengan sangat baik.


“selamat datang di rumah kami tuan Zafran Asyfara” sambut Sean dengan sangat ramah namun terdengar mengerikan

__ADS_1


“lama tidak bertemu dengan anda tuan Sean Anthony, ah saya dengar anda butuh bantuan untuk melumpuhkan Dark Angel, saya dengan senang hati akan membantu anda tuan” jawab Zafran mengejek


“anda terlambat tuan Zafran, bahkan Lady terkuatnya saja mungkin saat ini sudah pingsan akibat kenikmatan dari anak buah saya, hahaha” ucap Sean dengan tawa menggelegar


“kau, bawa Zee kemari!” perintah Sean pada anak buahnya


Tak berapa lama Azel datang dengan kondisi kacau, rambutnya acak- acakan, penampilannya lusuh, kissmark dimana- mana, bibirnya bengkak, dan tubuhnya juga terlihat sangat lemah.


“wah menyedihkan sekali Lady Zee yang terhormat ini” ucap Zafran sambil mendekat pada Azel


Dia terus mendekat hingga ketika tangannya akan menyentuh kulit Azel,


Dor


Suara tembakan terdengar, tidak ada yang tau sumber dan kemana sasaran tembakan tersebut, namun Azel yang sedari tadi tertunduk dan terlihat lemat kini perlahan mulai menegakkan kepalanya dan tersenyum smirk.


“apa kabar tuan Zafran?” tanya Azel dengan suara yang di buat selembut mungkin


“bukankah kau tidak berdaya nona? Kenapa bisa terlihat sesehat ini?” tanya Zafran tenang


“hahaha... selamat datang di permainan baru kami tuan Zafran!” ucap seorang pria yang tiba- tiba datang


“sial, apa ini sebenarnya, kenapa malah mereka baik- baik saja? Apa aku di jebak?” tanya Zafran dalam hati


“Lady, are you oke? Kau terlihat seperti korban pemerkosaan 100 preman lady, hahaha” ucap pria tersebut


“sialan kau Bastian Julien Xavier! Ku hajar kau setelah ini” ancam Azel pada pria tersebut yang tak lain adalah Bastian, orang yang selama ini hilang di sekap musuh.


“hahaha, apa tuan muda Anthony memang seganas itu di ranjang Lady?” Bastian terus saja mengejek Azel tanpa memperdulikan keadaan sekitar


Tanpa aba- aba penghianat Dark Angel menembak sang Lady yang terlihat lengah karena munculnya Bastian,


Dor


Tembakan melesat mengarah pada kepala Azel namun sayang tembakan tersebut meleset karena Azel yang menggeser sedikit kepalanya.


Karena ulah ceroboh penghianat tersebut, ruangan menjadi memanas dan setiap orang mengangkat senjata mereka. Hanya Azel dan Bastian yang tidak mengangkat senjata, mereka terlihat santai dan tenang. Suara muntahan peluru terdengar bersahutan, gessekan belati juga terdengar sangat mengganggu pendengaran.


“lady, kau punya kacang? Sepertinya seru jika kita menonton sambil makan kacang” ucap konyol Bastian

__ADS_1


“tentu saja ada Bas, lihat aku juga membawa cake dan minuman” jawab Azel kemudian mereka tertawa bersama


Sean yang melihat hal itu hanya geleng- geleng tidak percaya. Bagaimana bisa mereka malah bercanda dan membawa cemilan di saat genting seperti ini, jangankan menikmati cemilan lengah sedikit saja nyawa taruhannya.


Dor dor dor


Tiga tembakan di arahkan pada Bastian dan Azel namun mereka masih tidak perduli, mereka hanya menghalau dengan pedang yang sedari tadi tergeletak di bawah kaki Azel.


Setelah dirasa cukup kenyang dengan cemilan yang di bawa, Bastian berdiri dan berucap dengan semangat,


“let’s play the game!!”


Bastian berdiri dan bergabung dengan yang lainnya, pistol di selipkan di balik jaket, tangan kanannya memegang pedang sedangkan tangan kirinya di masukkan dalam saku celana, sungguh terlihat sangat keren jika saja itu dalam film, namun sayang ini perang, benar- benar perang.


Bastian menebas kepala musuh yang ada di depannya tanpa kenal ampun dan kasihan, menghabisi siapa saja yang mencoba melawannya. Jika sudah dalam pertempuran seperti ini tidak ada lagi Bastian yang konyol, jiwa psikopatnya akan bangkit sempurna.


Crashh


Lengan Zafran tergores pedang Bastian,


“lawan aku tua bangka!” ucap Bastian dingin


“bocah sialan! Seharusnya kau mendukungku” geram Zafran


(Zafran ini seumuran dengan Sean ya dear, makanya Bastian memanggilnya tua bangka wkwk.. dan saat ini mereka sama- sama menggunakan pedang)


Trang


Adu pedang mereka terdengar nyaring, mereka benar- benar lihai dalam memainkan pedang bahkan terlihat seperti samurai sungguhan. Tidak ada yang berani mendekat karena di larang oleh mereka berdua secara langsung, pertarungan terlihat sengit dan tiba- tiba


Crashhh


“aaakkkhhh, sialan!” teriak Zafran ketika lengannya di potong oleh Bastian


Bastian menyeringai lalu mengambil pistol yang ada di saku jaketnya dan *D**orr*..


***


nah siapa kira2 yg di tembak Bastian? apakah Zafran atau orang lain?

__ADS_1


see you next eps dear 🥰🥰🥰


__ADS_2