Mr. Anthony & His Lady Zee

Mr. Anthony & His Lady Zee
Perang


__ADS_3

Keesokan harinya ketika Azel terbangun dia sudah tidak mendapati Ovan di sampingnya, dia hanya menemukan secangkir coklat panas dan secarik kertas yang berisi tulisan Ovan, Azel tersenyum membacanya kemudian dia bergegas mandi dan ke markas.


Sesampainya di markas Azel langsung mengumpulkan anggota inti untuk membahas tentang penyerangan pada Dark Blood hari ini juga. Azel memulai rapat dadakan itu setelah seluruh anggota inti berkumpul.


“okey, langsung ke intinya saja, hari ini kita akan melakukan penyerangan terhadap Dark Blood, bawa 70% anggota kita dan sisanya tetap di markas!”


“tapi Lady, kenapa kita tiba- tiba menyerang mereka? Bukankah mereka tidak melakukan tindakan apapun?” tanya Niel


“kau ingin tau Niel? Baca ini!” jawab Azel dengan melemparkan map yang sedari tadi dia pegang


Mata Niel membulat ketika membacanya, dia sungguh tak percaya dengan apa yang di berikan Lady Zee padanya. Meskipun begitu dia tak lagi protes ataupun bertanya tentang yang dia baca tadi.


“tuan Anthony adalah dalang di balik semua ini, dia yang melakukan teror pada kita setiap hari dan dia juga yang membawa Bastian pergi ketika Bastian tiba- tiba menghilang”


“jadi rumor itu benar lady?” tanya Rendra


“rumor apa maksudmu” tanya Niel balik


“beberapa hari yang lalu beredar rumor kalau tuan Anthony lah yang menjadi dalang dari segala kekacauan dan hilangnya tuan Bastian tapi karena saya belum mendapatkan bukti jadi saya tidak berani memberitahu anda dan juga Lady tuan” jawab Rendra


“kapan rumor itu beredar dan siapa yang menyebarkannya ren?”


“tiga hari yang lalu Lady, saya tidak tahu pasti siapa yang menyebarkan rumor tersebut. Saya tahu saja ketika anggota kita sedang makan siang dan membicarakan hal ini”


“ya sudah, kembali ke pembahasan,, kita akan melakukan penyerangan tepat pukul 1 siang. Dan kalian harus memastikan persiapannya dengan matang, baik dari perlengkapan dan senjata juga pastikan perut mereka tidak kosong. Kita akan membagi menjadi enam kelompok, kelompok pertama di pimpin Niel yang menyerang dari depan atau pintu utama, kelompok kedua di pimpin Mike yang akan menyerang dari pintu belakang, kelompok ketiga yang akan di pimpin oleh Rendra yang akan menyerang dari kanan, kelompok keempat yang di pimpin oleh Alda dari kiri, kelompok kelima yang akan saya pimpin langsung dari atas kemudian kelompok terakhir akan menghadang di jalan rahasia untuk menangkap musuh yang akan kabur dan setiap kelompok akan di bantu sniper dari jarak 100 meter, jika sudah jelas kalian boleh bubar!”


“baik lady”


Semua anggota membubarkan diri dan menyiapkan segala keperluan perang siang nanti. Namun ketika Azel hendak bangun dari kursinya Niel tiba- tiba masuk dan bertanya pada Azel.


“lady apa maksudnya ini?”


“kau masih belum mengerti Niel?”


“anda serius dengan penyerangan ini lady?”


“apa kau pernah melihat aku bercanda ketika perang?” tanya balik Azel dengan menaikan satu alisny


“tidak Lady, tapi aku yakin ada yang tidak benar disini”

__ADS_1


“tidak ada yang tidak benar”


Azel berbalik dan menulis sesuatu dalam kertas kecil kemudian memberikannya pada Niel sebelum dia mengusir Niel dari ruangannya.


Siang hari


Anak buah Azel sudah di posisi yang telah di tentukan dan menunggu instruksi Niel untuk menyerang, mereka sudah siap dengan senjata lengkap dan juga bom. Di markas Dark Blood terlihat tenang dan tidak banyak anggota yang berjaga sehingga memudahkan Niel untuk menyerang, Niel memberi aba- aba pada anak buahnya dengan menggerakkan jari telunjuk, mereka berjalan mendekat dan menembak penjaga pintu yang hanya berdiri sendirian.


Dor


Suara tembakan tersebut sukses memancing anggota Dark Blood lain untuk keluar, kebetulan saat itu Ray baru kembali dari ruang penyiksaan sehingga mengetahui apa yang terjadi, Ray langsung memerintahkan anak buahnya untuk menyambut tamu tak di undang tersebut dan dia bergegas melapor pada Master pertama dan Master kedua yng ada di ruangan mereka.


“Master, gawat kita di serang” ucap Ray


“siapa yang melakukan penyerangan Ray?” tanya Dicky


“Dark Angel tuan”


“sial, segera beri sambutan yang baik untuk mereka Ray dan jangan hubungi James, dia sedang sibuk” ucap Ovan


“baik Master”


Setelah Ray keluar Dicky bertanya pada Ovan tentang penyerangan yang terjadi di pintu depan.


“tidak usah banyak bertanya, jangan memimpin pasukan sendiri, ikuti aku dan ikuti instruksiku”


“ya yaa”


Mereka tidak segera turun namun memilih duduk dan menunggu tokoh utama muncul, siapa lagi kalau bukan Azel, mereka lebih memilih melawan Azel dari pada melawan anak buah Azel.


Suara peluru dan ledakan bom saling bersahutan, Dark Blood dan Dark Angel saling menembak dan memukul. Hingga akhirnya dua Master keluar karena kebisingan yang sudah mengganggu mereka. Ketika mereka baru saja keluar dan akan bergabung dengan anggota Dark Blood lain tiba- tiba...


Dor


Peluru melesat menembus kepala anak buah Dark Blood yang tiba- tiba berjalan di depan dua Master tersebut, hal ini sontak memancing kemarahan Dicky sang Master kedua.


“sial!” umpat Dicky dengan mencari sumber peluru yang menembak anak buahnya.


Ketika Dicky sedang sibuk menembak sniper dan Dark Angel tiba- tiba Azel datang dengan bertepuk tangan.

__ADS_1


Prok prok prok


“jeli juga mata anda tuan muda kedua” ucap Azel dengan nada meremehkan


“apa maumu Nona?” tanya Dicky dengan menahan amarah


“apa mauku? Tentu saja kepalamu tuan” jawab Azel enteng


Mereka kemudian berkelahi tanpa menggunakan pistol dan peluru melainkan dengan menggunakan pedang dan juga belati, Azel dan Dicky sama- sama ahli dalam menggunakan dua senjata tajam tersebut. Sedangkan Ovan hanya duduk dan menonton setelah memberi instruksi pada Dicky tanpa berniat untuk melerai ataupun membantu.


Prang


Pedang Azel terjatuh dan pedang Dicky sudah berada di leher Azel.


“menyerahlah Lady Zee, kau sudah kalah” ucap Dicky meremehkan


“menyerah? Dalam mimpimu tuan” jawab Azel tenang


Tidak ada pergerakan diantara mereka berdua, namun tiba- tiba


Crash


Jleb


Suara mengerikan tersebut terdengar bersamaan, leher Azel tergores cukup dalam dan perut Dicky tertusuk pedang, darah mereka mengalir membasahi lantai, brugh mereka jatuh bersamaan. Pertarungan terhenti ketika semua orang menoleh pada kedua orang tersebut.


“no!,, Lady!!!”


“Master!!!”


Ucap Niel dan Ray bersamaan, mereka berdua panik dan segera berlari menuju tempat Dicky dan Azel ambruk. Tinggal beberapa langkah lagi mereka berhenti karena suara seseorang.


“sekali lagi kalian melangkah nyawa mereka juga akan hilang!”


Niel dan Ray terbelalak ketika melihat Mike dan James sudah menjadi sandera dengan keadaan yang mengenaskan, wajah mereka penuh lebam, luka sayatan dimana- mana bahkan beberapa kulit mereka mengelupas dan juga punggung mereka penuh luka cambuk dengan darah yang terus menetes.


***


nah kira2 siapa yg membawa James dan Mike?

__ADS_1


yok like, komen, vote...


see you next episode dear 🥰🥰🥰


__ADS_2