
Azel dan Ovan berada di markas Azel karena mereka akan mengadakan rapat dengan beberapa anggota inti dari Dark Angel dan Dark Blood untuk membahas penyerangan yang melibatkan dua kelompok besar ini.
“Niel, mana Bastian? Kenapa lama sekali dia” akhirnya Azel gusar setelah sekian lama menunggu Bastian yang tak kunjung datang
“sedang dalam perjalanan lady, Bastian dihadang oleh musuh” jawab Niel santai
“musuh? Maksudmu musuh abadi kita?”
“yes lady”
Azel tidak lagi menyahuti Niel dan mulai membuka rapat dengan menunjukkan bukti- bukti penyerangan yang melibatkan Dark Blood sebagai pelaku penyerangan.
“jelaskan!” ucap Azel dingin seraya melempar bukti- bukti pada Dark Blood
Suasana menjadi hening ketika Dark Blood mulai membuka map dan melihat bukti- bukti tersebut.
__ADS_1
“apa maksudnya ini nona?kami tidak melakukan yang anda tuduhkan!” ucap James tangan kanan Ovan
“jika bukan kalian kenapa ada anggota kalian yang terlibat tuan James? Bukankah bukti itu sudah jelas?”
“tidak nona, kami sungguh tidak melakukan itu semua, saat kejadian ini kami memang sedang melakukan penyerangan bersama master kedua tapi pada markas musuh bukan markas nona”
Saat Azel hendak menjawab tiba- tiba Bastian datang dengan gaya kerennya meskipun penampilannya sudah tidak karu- karuan.
“halo guys, aku datang dan jangan berdebat dulu, aku punya sesuatu untuk kalian” teriak Bastian
“Bas, bisakah kau pelankan suaramu? kami tidak tuli!”
Tanpa permisi Bastian langsung duduk di samping lady kesayangannya dan menunjukkan sebuah kebenaran yang membuat Dark Blood tercengang.
“babe, bagaimana bisa mereka melakukan semua ini? Sejauh ini mereka masih bekerja sama dengan kami”
__ADS_1
“kau terlalu lengah Van hingga tak sadar jika dimanfaatkan”
“benar nona, mereka selalu membantu kami dan bukankah itu sebuah hal yang mustahil?” James bingung
“tidak ada yang tidak mungkin tuan James, dan pada bukti yang pertama sudah sangat jelas bahwa kalian terlibat!”
“nona Zee, jangan menuduh sembarangan! Bisa saja bukti yang kau berikan itu palsu” Ray anggota inti Dark Blood mulai tersulut emosi
“bukankah itu sudah jelas Ray? Itu bukan bukti palsu, jangan meremehkan kami dalam menyelidiki masalah!” Niel menyahut tidak terima.
Suasana menjadi mencekam ketika kedua kelompok ini sama- sama mengakat senjata, para anggota inti sudah tersulut emosi sedangkan lady dan master mereka hanya diam saja. Pistol Ray dan Niel sudah sama- sama mengarah pada kepala dan siap meledakkan kepala itu kapan saja. Hingga saat Bastian berteriak kesal pada semua yang ada di ruangan itu barulah mereka menurunkan senjata, pria konyol itu sudah berubah menjadi serigala hingga semua orang menurunkan senjata dan suasana kembali kondusif, tidak ada pembahasan selanjutnya karena Dark Blood langsung berpamitan pada Dark Angel. Sedangkan ada seseorang yang tersenyum senang melihat kekacauan di ruang pembahasan tadi, rencananya mulai berjalan dengan lancar tanpa di ketahui oleh lady dan master yang terkenal peka terhadap segala sesuatu.
“tuan semua berjalan dengan lancar! Mereka bahkan sudah tidak segan untuk mengangkat senjata dan yang paling utama adalah lady dan master hanya diam tidak melarang mereka” ucap orang itu pada musuh yang sebenarnya
“...........”
__ADS_1
“baik tuan, semua akan berjalan sesuai rencana dan ingat janji anda!”
Setelah percakapan tersebut berakhir orang itu langsung bergegas pergi sebelum ketahuan. Namun sayang obrolannya sudah terekam oleh Azel dan tentu saja Azel hanya tersenyum miring mengetahui hal ini, meskipun dia marah namun dia bukan orang yang mudah meledak seperti Bastian dan langsung menangkap orang tersebut, dia lebih memilih melihat sampai mana orang itu mampu menjalankan rencana untuk menghancurkannya. Azel kembali ke ruang pribadinya dan meretas data- data orang yang sudah dia catat saat terjadi kekacauan pada rapat tadi untuk mendapatkan bukti dan untuk mengetahui rencana mereka. Diamnya Azel bukan karena dia mendukung permusuhan antar anggota inti kelompok namun dia memindai wajah- wajah yang ada dalam ruangan tersebut untuk memastikan perkiraannya terhadap pengkhianat, dan benar saja Azel sudah menemukan pengkhianat tersebut.