
Penyergapan pada Athena Hill’s dilaksanakan malam ini dengan Azel yang menyusul melalui jalur udara dengan helikopter, namun sayang disana sudah kosong tidak ada apapun dan tidak ada siapapun. Anak buah Dark Angel terus berpencar dan mencari namun hasilnya tetap nihil. Niel mulai tersulut emosi ketika tiba- tiba dia menemukan jam tangan Bastian yang sudah berlumuran darah tergeletak dilantai yang penuh dengan debu, disana juga ada bekas ceceran darah yang cukup banyak hingga dia memanggil sang lady, wajahnya sudah merah padam antara amarah dan khawatir dia juga meneriaki anak buahnya untuk terus mencari tanpa perduli jika anak buahnya sudah menyusuri setiap tempat yang ada disana.
“Niel, tenangkan dirimu!”
“lihat ini lady, ini jam tangan Bastian, aku tau persis ini miliknya! Dan apa ini darah Bastian? Para bajingan itu harus di siksa hingga mereka sendiri yang meminta kematian lady”
“tenangkan dirimu! Kita cari Bastian dengan tenang, kita tidak akan menemukan apapun jika mencari dalam keadaan emosi”
“maafkan saya lady”
Disaat yang bersamaan ketika Azel akan berbicara kembali seorang anak buahnya datang dan memberikan sebuah surat yang mereka temukan. Tidak menunggu lama Azel langsung membacanya.
Jika rindu tak terpenuhi maka cinta akan berkhianat
Jika cinta tak bisa bersama maka dendam akan tersemat
“sial, apa maksudnya ini,” gumam Azel dengan meremas surat tersebut
__ADS_1
“kalian cari setiap jejak yang ada di sekitar sini yang mengarah keluar, dan kau berikan aku laptopmu sekarang”
Setelah Azel mendapatkan laptop anak buahnya dia langsung meretas satelit berharap ponsel Bastian dapat terlacak, namun sayang ponselnya sudah tidak terlacak bahkan nomor yang digunakan pun sudah tidak terdaftar, ini hal yang mengkhawatirkan bagi Azel, dia tidak mengira hal ini akan terjadi apakah musuh bergerak lebih cepat?
Azel sedang bergelut dengan kode- kode di laptopnya, tiba- tiba ponselnya berdering dia mengernyit melihat nomor yang tidak tercatat ada di sana.
“halo,”
“halo lady manis” sapa seorang pria pada sambungan telepon terssebut
“ah jangan galak- galak manis, nanti aku semakin mencintaimu, hahaha”
“sial, jangan basa basi, apa yang kau inginkan”
“ternyata kau suka langsung inti ya, dengarkan ini”
“lady! jangan mencariku, lepaskan saja aku, nyawamu dalam bahaya jika kau terus mencariku dia tidak sendirian, akh sialan aku belum selesai berbicara!”
__ADS_1
“apa kau sudah dengar lady manis? Dia orang yang kau cari”
“sialan! Jangan sentuh dia!”
“kau telat lady! jangan mengejarku, jika kau mencoba mengejar maka aku akan semakin menjauhkan dia darimu”
“kau ingin mengancamku? Lantas apa yang kau dapat jika aku melepaskan Bastian? Bukankah kau akan rugi tuan?”
“aku tidak akan rugi lady manis, karena kau tidak akan mampu melepaskan Bastian begitu saja”
Sambungan telepon terputus begitu saja dan membuat Azel semakin kesal. Bukan karena dia belum menemukan lokasi Bastian namun karena dia belum sempat menjawab sudah di matikan. Lokasi Bastian sudah berhasil di temukan oleh Azel berkat nomor yang meneleponnya tadi, Azel sudah mengunci lokasi Bastian dan lokasi penelepon misterius tersebut, dia sudah mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya jika dia tidak segera bertindak.
“Niel, tarik semua pasukan!”
“baik lady”
Pasukan segera di tarik kembali ke markas tanpa penjelasan apapun dari Niel maupun Lady dan tidak ada bantahan yang keluar dari pasukan.
__ADS_1