
Beep..beep..beep.
A1 merogoh sakunya saat mendengar suara alarm dari layar, menandakan bahwa destinasinya sudah dekat.
A1 lalu memarkirkan mobil Jeepnya di pinggir jalan, kemudian mulai memasuki hutan dengan senjata di tangan. Sebenarnya dia tak terlalu membutuhkan senjata. Jika hanya zombie transisi dan zombie asli, bahkan dengan tangan kosongpun dia bisa memecahkan kepala mereka, membuaraikan isi otak para zombie.
Siapapun yang sudah bekerja lama dengan pusat penelitian Christoff atau bahkan ikut andil dalam penelitian illegal milik mereka pasti tahu kode-kode yang digunakan untuk menamai objek penelitian mereka.
1, untuk kekuatan absolut.
2, untuk kekebalan tubuh absolut.
A1 adalah objek penelitian pertama yang pusat penelitian itu kembangkan dalam hal kekuatan. Melakukan berbagai prosedur percobaan untuk menghasilkan kekuatan fisik di luar nalar.
Karena menjadi objek pertama, tentulah kesalahan adalah hal wajar yang terjadi. Itulah alasan kenapa saat ini organ tubuh A1 banyak yang rusak, sehingga Alfonso dan Phillia membutuhkan usaha ekstra untuk memperbaiki organnya yang rusak.
A1 sempat menemui beberapa zombie saat mendekat posisi Jason, hanya saja dia berhasil mengalahkan mereka. Menembak tepat sasaran bahkan tanpa sekalipun meleset.
***
Aku mulai bersenandung kecil begitu kami kembali melanjutkan perjalanan, mencoba menghilangkan rasa lelah yang muncul dengan nyanyian.
Tapi, tak butuh waktu lama, aku langsung menyerah. Ternyata nyanyian malah membuatku bertambah lelah dan semakin haus.
Aku menoel punggung Jason dengan moncong senapan, lalu bertanya.
"Sebenarnya berapa lama lagi waktu yang kita butuhkan untuk keluar dari hutan?"
Jason tak repot-repot berbalik. Dia masih memfokuskan langkahnya ke depan, sekalipun tetap menjawab pertanyaanku
"Kalau lo nggak ngerengek minta berhenti lagi, dan dengan kecepatan langkah lo sekarang, setidaknya kita butuh waktu sekitar 40 menit lagi"
__ADS_1
Ucapan Jason hampir membuatku menarik pelatuk senapan. Rasa kesal memuncak ke ubun-ubun begitu dia selesai mengucapkan kalimatnya. Bukankah jika diartikan makna kalimatnya adalah bahwa cepat lambatnya kami keluar hutan adalah tergantung dengan diriku. Dan tentu saja secara tak langsung Jason bilang bahwa akulah yang menyebabkan kami sampai lebih lama.
Mungkin menyadari emosiku yang meluap, Jason menyambung kembali ucapannya
"Nggak ada hubungannya sama lo sebenarnya. Gue udah nyari tau untung rugi semua rute. Dan rute yang paling cepat adalah rute yang kita ambil ini dengan waktu tempuh kurang lebih 4 jam. Makanya kemungkinan 40 menit lagi baru kita bisa keluar hutan"
Aku mengerlingkan bola mata jengah mendengar penjelasan panjang kali lebar milik Jason. Gitu dong dari tadi. Ini malah sempat-sempatnya mengejekku.
Tiba-tiba langkahku terhenti saat suara lengkingan beserta auman kembali terdengar di telingaku. Kali ini sangat kuat, bahkan lebih kuat daripada yang ku dengar kemarin.
Aku sontak berjongkok, menutup telingaku rapat-rapat. Berharap suara itu bisa berkurang. Tetapi usahaku sia-sia. Suara itu justru semakin keras dan semakin menyakitkan telingaku.
Leah dan Selena langsung menghampiriku dengan panik. Mereka ikut berjongkok, sambil mencoba bertanya apa yang terjadi.
"Nels"
"Nels, lo kenapa?"
Tapi hanya samar-samar yang dapat kudengar. Suara lengkingan dan auman ini sudah menguasai tiga perempat dari kemampuan pendengaranku.
Jason tiba-tiba mengacungkan senjatanya ke arah pepohonan. Ekspresi wajahnya menggelap, umpatan terdengar dari mulutnya
"Sialan!"
Jason benar-benar frustasi. Bagaimana mungkin dia tidak bisa merasakan kehadiran deathster satu ini? Padahal biasanya dia bisa merasakan para zombie ataupun deathster yang mendekat dalam radius 100 meter. Dan kini, sepertinya deathster itu hanya berjarak 50 meter dari mereka.
Tubuh Jason membeku saat menyadari bahwa ada sesuatu yang dia lewatkan. Tiba-tiba, kesadaran menghantam dirinya. Matanya yang semula menatap kearah pepohonan, kini beralih kepada Nelsie yang masih berjongkok menutup telinganya.
"Apa kau mendengar suara?"
Ingatannya berkelebat, kembali pada malam saat Jason menemani Nelsie buang air kecil.
__ADS_1
Suara..
Nelsie pernah bertanya kepada Jason tentang suara saat Jason melihatnya berjongkok kemarin malam.
Nelsie memang bilang bahwa alasan dia berjongkok dan menutup telinganya adalah karena ada serangga yang masuk ke telinganya. Jason memutuskan untuk tak bertanya lebih lanjut karena Nelsie yang terlihat tak ingin menjelaskan apapun.
Tapi sekarang, begitu melihat Nelsie yang berjongkok sambil memegang telinganya dengan ekspresi menahan sakit dan deathster yang hanya berjarak 50 meter dari mereka membuat sebuah kesimpulan berkelebat di pikiran Jason.
Jangan-jangan, suara yang Nelsie dengar adalah milik deathster yang saat ini mendekati mereka?. Tapi bagaimana mungkin?. Setau Jason hanya orang-orang yang berhubungan dengan pusat penelitian Christoff lah yang bisa merasakan kehadiran para zombie apalagi deathster.
Selain itu juga pada saat zombie menyerang gubuk, Nelsie sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia merasakan kehadiran zombie di sekitar gubuk persinggahan mereka? Jadi, bagaimana mungkin Nelsie bisa merasakan kehadiran deathster sekarang?.
Belum sempat segala pertanyaan Jason terjawab, sebuah suara auman rendah terdengar. Memecah kesunyian hutan. Membuat tubuh mereka seketika membeku. Mereka masih ingat dengan suara auman rendah ini, suara auman yang sama dengan suara deathster yang sempat mereka temui.
Mata Jason, Leah dan Selena langsung terpaku menatap sosok yang kini sudah berdiri bersender di pepohonan. Jika sebelumnya mereka hanya bisa melihatnya samar-samar, kini mereka bisa melihatnya dengan jelas.
Sosok deathster itu adalah Louis, satu-satunya orang yang mampu menyaingi Sean dalam hal apapun. Hanya saja berbeda dengan Sean, Louis menyandang gelar bad boy karena tingkah laku brengseknya yang benar-benar mencerminkan sosok seorang badboy.
Seringaian terbentuk di wajah Louis, lagi-lagi menampilkan kesiapannya untuk menyaksikan sesuatu yang menarik. Kalau kemarin dia melepaskan mereka dan memilih mengikuti mereka diam-diam, maka sekarang Louis tak berniat melepaskan mereka. Terutama pemilik aroma harum yang menjadi pemikatnya hingga sampai kesini.
Suara dentuman langkah kaki mulai terdengar dari kejauhan, membuat Jason langsung berteriak panik
"Lari!"
Dia lalu menggendong tubuh Nelsie yang masih berjongkok, berlari secepat mungkin, sebelum para zombie lain mencapai tempat ini. Sebenarnya dia ingin langsung membunuh Louis. Tapi seperinya Louis cukup pintar. Dia memilih berdiri di jarak aman dan menyenderkan kepalanya ke batang pohon, tentu saja menyulitkan Jason untuk menembaknya.
Satu-satunya pilihan yang mereka punya adalah lari, apalagi dengan kondisi Nelsie yang seperti ini. Menghadapi Louis beserta para zombie bawaannya secara frontal di saat hanya mereka bertiga yang bisa melawan sama saja dengan mati konyol.
Begitu memastikan bahwa tak ada lagi dentuman langkah kaki yang terdengar. Jason lalu berhenti, menurunkan Nelsie dan berusaha berbicara dengan Nelsie. Tapi Nelsie tetap berada di posisi yang sama, menutup telinga rapat-rapat, sepertinya masih merasakan rasa sakit yang teramat sangat.
Wajah Jason semakin mengeras, kali ini karena suara dentuman langkah kaki yang bergerak dari berbagai arah. Sial, mereka sepertinya sudah dikepung..
__ADS_1