
"Sistem mendeteksi bahwa Tuan Rumah sudah sangat sempurna, sehingga tidak ada hal yang perlu diajarkan lagi. Kalau begitu, sistem berakhir di sini. Sampai jumpa."
Suara sistem itu membuat Arthur terhuyung-huyung dan tercengang.
"Sialan! Jangan, jangan berakhir."
Arthur buru-buru berteriak dan berkata, "Aku sedikit pun tidak sempurna. Bisakah kamu mengajariku lagi? Setidaknya kamu harus mengajariku bagaimana cara berkultivasi! Sistem? Sistem!"
"Bagaimana kalau kamu mengantarku kembali terlebih dahulu?"
"Kamu yang membawaku ke sini, tapi kamu sendiri yang malah kabur? Sistem!"
Arthur berteriak seperti orang gila di dalam hati, tetapi tidak ada yang memberikan respons.
"Berengsek! Sistem anjing!" maki Arthur dengan kesal.
Lima tahun yang lalu, Arthur teleportasi ke dunia kultivasi dan terikat pada sebuah sistem hebat yang namanya terdengar keren. Arthur pun mengira bahwa dirinya akan mencapai puncak kehidupan.
Akan tetapi, sistem ini malah mengajarkannya tentang pengetahuan budaya sederhana, seperti bahasa, matematika, fisika dan seni rupa.
Apa boleh buat, Arthur hanya bisa memaksakan diri untuk mempelajarinya.
Arthur terus bertahan hingga hari ini. Dia akhirnya berhasil mempelajari semuanya. Arthur bahkan berhasil mendapatkan gelar tertinggi yang diberikan oleh sistem, seperti Master Sastra, Master Pelukis, Master Catur, Master Peneliti dan lain sebagainya.
Kemudian ... sistem berakhir.
Jika di kehidupan sebelumnya, Arthur bisa menggunakan semua ini untuk membangun reputasinya sendiri. Akan tetapi, sekarang Arthur berada di dunia lain, dan kalau tidak salah, tempat ini adalah dunia kultivasi.
Di dunia ini sering ada kultivator yang terbang di udara.
Bahkan, rumornya di dunia ini ada monster yang akan memakan manusia.
Jika begitu, untuk apa mempelajari ini semua? Menggunakannya untuk berkompromi dengan monster?
Karena Arthur takut mati, dia sengaja memilih hutan yang relatif terpencil di dekat kota untuk menjalani kehidupannya seorang diri. Arthur takut suatu hari nanti dia akan mati tanpa alasan karena pertempuran kultivator.
__ADS_1
Sebenarnya, Arthur masih terus menaruh harapan di hatinya. Bagaimanapun, Arthur memiliki kode cheat.
Arthur bertahan menerima penghinaan padanya selama lima tahun ini untuk menunggu sistem mengajarinya cara berkultivasi. Kemudian, memberikan peforma yang terbaik dan menjadi Dewa Perang.
Sayangnya, takdir tidak berpihak padanya. Arthur tidak menyangka bahwa sistem akan berakhir setelah mengajarinya banyak pengetahuan yang tidak berguna.
Barang tidak berguna!
Arthur juga pernah berpikir untuk tidak bergantung pada sistem.
Ketika teleportasi ke dunia ini, Arthur sudah pergi ke sekte untuk mencari guru. Akan tetapi, Arthur menyadari bahwa dirinya tidak memiliki bakat kultivasi sama sekali. Oleh karena itu, seumur hidupnya ini, Arthur hanya bisa menjadi orang biasa.
"Tuan, saatnya makan siang."
Sebuah robot berjalan keluar dari ruangan dan memberi isyarat untuk mempersilakan pada Arthur.
"Oh."
Arthur terlihat tidak tertarik, tetapi dia tidak akan merugikan dirinya sendiri. Oleh karena itu, dia tetap kembali ke kamarnya.
Robot ini adalah hadiah pemberian dari sistem setelah Arthur berhasil mempelajari fisika.
Bahkan, Arthur juga memperoleh kebutuhan sehari-harinya dari sistem begitu dia berhasil menyelesaikan misi, baik itu misi besar ataupun kecil. Arthur juga pernah mempelajari pengetahuan tentang pertanian dan menanam tanaman herbal melalui sistem, jadi bercocok tanam bukanlah masalah baginya. Oleh karena itu, sekalipun terisolasi dari dunia, Arthur tetap dapat bertahan hidup sendiri dan makanannya pun juga sangat baik.
"Kalau benar-benar tidak bisa, lebih baik aku menjadi orang biasa selamanya saja. Setidaknya, udara dan pemandangan di sini jauh lebih baik daripada kehidupan sebelumnya. Aku juga tidak perlu bekerja keras untuk mencari nafkah. Bagus, bagus."
Arthur berkata pada dirinya sendiri dalam hati.
Satu-satunya hal yang kurang saat ini adalah pacar. Kultivator wanita pasti sangat cantik. Sayang sekali, mereka pasti tidak akan menyukai orang biasa seperti Arthur.
Arthur menggelengkan kepala. Dia hanya bisa membayangkan dalam benaknya saja.
Arthur berpaling ke arah halaman belakang dan berseru, "Blacky, ayo makan!"
Seekor anjing kampung hitam berlari kencang begitu mendengar suara Arthur. Kemudian, ia menjulurkan lidahnya dan menatap Arthur dengan penuh harap.
__ADS_1
"Kamu benar-benar sangat rakus."
Arthur tersenyum dan menyiapkan makanan untuk Blacky.
Arthur tidak sengaja bertemu dengan Blacky di hutan ini. Awalnya, ia hanyalah seekor anjing kecil yang kelaparan. Namun, setelah diadopsi oleh Arthur, ia malah menjadi teman baik Arthur.
Blacky sangat penurut. Ketika Arthur sedang belajar melukis, Blacky akan duduk di samping dan mengamati dengan tenang. Ia juga sangat suka mendengar Arthur bermain kecapi.
Arthur selalu merasa bahwa Blacky bisa mengerti perasaan manusia. Anjing di dunia kultivasi memang berbeda.
...
Pada saat yang bersamaan, dua wanita berjalan mendaki gunung dari kaki gunung.
Salah satu dari mereka mengenakan gaun putih. Wajah dan mulut kecil yang halus tampak terangkat tinggi. Ekspresinya bahkan terlihat tidak senang. Dengan melihatnya sekilas saja bisa langsung membuat orang suka padanya.
Siapa yang berani membuat gadis secantik itu sedih?
Gadis itu berjalan dengan marah dan berkata dengan kesal, "Ayah sialan, ayah jahat. Bisa-bisanya dia ingin aku menikah dengan pria menjijikkan yang bernama Liam itu. Benar-benar tidak bisa dimaafkan!"
Di belakangnya, ada seorang pelayan wanita dengan rok hijau tampak memucat. Dia berkata dengan suara gemetar, "Tuan Putri, Anda tidak boleh berbicara seperti itu. Kalau ada orang yang mendengarnya, habislah kita nanti."
"Aku bahkan dipaksa untuk menikah dengan Liam. Apa yang perlu aku takutkan lagi?" Gadis bergaun putih itu mendengus dan berkata, "Lebih baik aku mati saja kalau terus dipaksa seperti ini."
Pelayan wanita pun buru-buru berlutut di tanah dan berkata dengan takut, "Tuan Putri, Anda tidak boleh mati. Anda jangan membuat saya takut."
"Ya ampun, aku hanya berbicara omong kosong saja. Aku juga tidak ingin mati."
Gadis bergaun putih itu memutar matanya dengan malas dan berkata dengan bercanda, "Tapi, aku bisa bersembunyi. Kalau Ayah masih memaksaku, aku akan mencari tempat untuk bersembunyi. Hutan ini lumayan, kalau begitu, lebih baik aku mencari tempat untuk bersembunyi sekarang saja."
"Fiuh, Anda membuatku terkejut saja. Tuan Putri, lain kali Anda tidak boleh mengatakan apa pun yang berhubungan dengan mati." Pelayan wanita berdiri sambil menepuk dadanya.
Kemudian, pelayan wanita itu melihat sekeliling sebentar, lalu tiba-tiba menciutkan lehernya dan berkata, "Tidak ada orang di sekitar hutan ini. Hutan ini sunyi sekali. Mungkin saja akan ada hewan liar yang merajalela. Hutan ini pasti juga sangat berbahaya. Lebih baik, kita segera pulang saja."
"Aku bahkan sudah mencapai alam bumi tingkat kelima, jadi mana mungkin takut pada hewan liar? Ayo cepat ikut aku mencari tempat persembunyian." Gadis bergaun putih itu sudah menemukan target. Dia segera menyingkirkan kesedihannya yang sebelumnya dan berlari ke atas gunung.
__ADS_1
"Tuan Putri, tunggu aku ...."
Satu orang berlari, satu orang mengejar. Tak lama kemudian, mereka berdua sudah tiba di lereng gunung. Sebuah bangunan kayu pun terlihat.