
Arthur tersenyum dan berjalan pulang setelah berpamitan dengan penjual.
Ketika dalam perjalanan pulang, gerbang rumah Baron yang awalnya tertutup tiba-tiba terbuka. Kemudian, sederet pelayan tiba-tiba keluar dari dalam.
Suara tangis terdengar dari dalam rumah dan mereka semua tampak berlinang air mata.
Tidak lama kemudian, dari seberang jalan, sekelompok orang datang membawa peti mati dan berhenti di depan gerbang rumah itu.
Semua orang buru-buru membawa seorang wanita keluar rumah dan hendak memasukkannya ke dalam peti mati.
"Sepertinya istrinya Baron gagal."
"Satu mayat, dua nyawa. Kasihan sekali."
"Baron dan istrinya adalah orang yang baik. Sayang sekali."
Orang-orang di sekitar menggelengkan kepala dan menghela napas. Akan tetapi, mereka sudah terbiasa dengan kejadian seperti ini.
Keterampilan medis di dunia kultivasi hampir sama dengan kehidupan Arthur sebelumnya di zaman kuno. Terutama ketika melahirkan, jika tidak ada bantuan dari kultivator mungkin akan lebih mudah terjadi sesuatu.
Hati Arthur seketika menjadi bergejolak dan tatapan matanya tertuju pada wanita itu. Wanita itu memejamkan mata dan sepertinya sudah tidak bernapas. Akan tetapi, keringat masih mengucur di dahinya.
Hanya dengan melihatnya sekilas, Arthur sudah bisa melihat bahwa wanita itu tidak meninggal. Dia hanya mati suri saja.
"Tunggu! Dia belum mati!"
Melihat peti mati yang hendak ditutup, Arthur buru-buru melangkah maju untuk menghentikannya.
Baron yang matanya memerah dan suaranya serak itu pun berkata, "Tuan Arthur, apa yang kamu lakukan?"
Kabar bahagia berubah menjadi kabar buruk. Seandainya Arthur tidak memiliki reputasi baik di Kota Matahari, mungkin Baron sudah memakinya.
"Istri dan putramu tidak mati. Aku bisa menyelamatkan mereka," ujar Athur.
"Tuan Arthur, kamu tidak bercanda, 'kan?"
__ADS_1
"Aku yakin bisa menyelamatkan mereka." Arthur berkata dengan panik, "Cepat minta kerumunan untuk menjauh. Lalu, minta orang untuk menyiapkan kain kasa dan lampu minyak. Aku akan menyelamatkan orangnya terlebih dahulu! Waktunya sudah mepet!"
Situasinya sudah terlalu berbahaya. Oleh karena itu, Arthur hanya bisa menyelamatkan orang dari dalam peti mati.
...
Arthur merasa sangat beruntung. Meskipun sistemnya sudah tidak ada, ruang sistemnya masih ada. Jadi, di dalamnya masih terdapat berbagai peralatan yang digunakan untuk operasi.
Di atas loteng gedung yang berada tak jauh dari lokasi, ada dua pria dan dua wanita yang sedang makan bersama.
Mereka tidak lain adalah Thania, putra Guru Negara dan putra Perdana Menteri. Lalu, seorang wanita lainnya adalah tamu terhormat Thania, yaitu Ratu Claudia dari sebuah kerajaan di bawah istana kekaisaran.
Putra dari Perdana Menteri dan Guru Negara sedang mengejar Thania. Oleh karena itu, mereka berdua suka saling memprovokasi dan terlihat seperti anjing yang sedang merayu majikannya.
Kaisar meminta Thania untuk menikah dengan putra Guru Negara. Akan tetapi, Thania malah menjalin hubungan yang sangat dekat dengan putra Perdana Menteri. Hubungan segitiga yang aneh ini membuat hubungan antara Perdana Menteri dan Guru Negara pun menjadi sangat tegang.
Meskipun putra Guru Negara sudah sangat ramah, sikap Thania terlihat lebih memihak kepada putra Perdana Menteri. Oleh karena itu, pihak dari Perdana Menteri menjadi lebih semangat.
Dengar-dengar, Perdana Menteri sudah membuka suara bahwa tuan putri dan putranya saling mencintai. Jadi, dia pun meminta Kaisar untuk membatalkan pernikahan antara tuan putri dengan putra Guru Negara dan menikahkan tuan putri pada putranya. Kemudian, merestui kabar baik ini.
Melihat strategi yang diberikan oleh Arthur berjalan dengan sangat lancar, Thania merasa sangat semangat dan berterima kasih kepada Arthur.
Saat makan, tatapan mata Thania mengarah ke bawah gedung dan seketika tubuhnya gemetar. Pandangannya tertuju pada sesosok bayangan.
'Master memanglah master. Beliau benar-benar menggunakan identitas sebagai orang biasa dan berjalan-jalan di dunia fana ini tanpa ketahuan sedikit pun. Beliau bahkan benar-benar menganggap dirinya sebagai orang biasa. Kultivator sepertiku tidak akan bisa memiliki pemikiran yang seperti itu,' batin Thania.
Claudia yang duduk di samping Thania menyadari perubahan Thania. Oleh karena itu, dia pun mengikuti pandangan Thania dan segera menyadari keberadaan Arthur yang berada di tengah kerumunan orang.
Eh?
Claudia merasa kebingungan.
Orang itu hanya orang biasa saja, kenapa Thania begitu memperhatikannya?
Akan tetapi, tindakan Arthur membangkitkan rasa penasaran Claudia.
__ADS_1
Permasalahan orang biasa yang kesulitan melahirkan akan mudah teratasi jika mendapatkan bantuan dari kultivator. Akan tetapi, Arthur hanya orang biasa saja, mungkinkah dia bisa mengubah hidup dan mati?
Pada saat ini, semua bahan sudah lengkap.
Arthur berpura-pura memasukkan tangannya ke dalam saku dan mengeluarkan pisau bedah dari ruang sistem.
Kemudian, Arthur meletakkan pisau bedah di atas lampu minyak dan membakarnya untuk disinfeksi sederhana. Setelah itu, dia mulai melakukan operasi.
Tangan Arthur sangat stabil. Dia membelek dengan pelan bagian perut wanita itu hingga terbuka.
"Aaah!"
Orang-orang disekitar berteriak histeris.
Claudia juga sedikit mengernyit.
Mengeluarkan isi perut adalah sebuah cedera yang sangat parah bagi seorang kultivator. Namun, itu adalah cara yang paling mematikan bagi orang biasa.
Berkat reputasi Arthur yang cukup baik, orang=orang pun tidak ada yang berani menghentikannya. Hanya saja, semua orang mulai khawatir dan ketakutan.
"Bidan, bersiaplah untuk memotong tali pusar!" teriak Arthur dengan raut wajah yang serius. Dahinya bahkan sudah mulai berkeringat.
Bidan yang berada di samping sejak awal sudah pucat pasi karena ketakutan. Ketika dia mendengar perkataan tersebut, sekujur tubuhnya merinding melihat Arthur yang benar-benar mengeluarkan seorang bayi dari luka yang terbuka di perut wanita itu.
Wajah bayi tersebut berubah menjadi ungu karena kekurangan oksigen dalam jangka waktu yang panjang.
Sejak awal Arthur sudah menebak kondisi seperti ini, makanya dia meminta kerumunan untuk menjauh agar bisa meningkatkan sirkulasi udara.
Sebuah jarum perak muncul di tangannya. Arthur menusukkan jarum di beberapa titik akupunktur bayi itu. Kemudian, dia mengangkat tangannya dan menepuk bokong bayi itu.
Plak!
Hoe, hoe, hoe!
Bayi itu membuka mulutnya lebar-lebar dan tiba-tiba sebuah tangisan yang melengking terdengar.
__ADS_1