Muridku Ada Di Segala Penjuru Dunia

Muridku Ada Di Segala Penjuru Dunia
Bab 19. Tuan Arthur, Apakah Anda di Rumah?


__ADS_3

Saat Claudia hendak mendaki gunung, ada tiga sosok bayangan yang terbang dengan pedang melintasi langit dan mendarat dengan baik di kaki gunung.


Ketiga orang itu adalah Bintang dan orang tuanya. Untuk menunjukkan rasa hormat kepada master, mereka memilih untuk berheti di kaki gunung dan hendak mendaki ke atas gunung.


Ketika melihat Bintang, Claudia terkejut dan berkata, "Bintang?"


Guru Claudia adalah seorang penjaga yang bersembunyi di dalam Kadipaten dan penjaga itu juga berhubungan dengan Vanakan. Karena itulah Claudia mengenal Bintang.


"Claudia? Kenapa kamu bisa ke sini?" Bintang juga terkejut dan menatap Claudia dengan curiga.


Claudia menatap Bintang dan merasa terkejut, lalu berkata, "Aku datang untuk bersilahturami ke rumah temanku. Apakah kalian juga?"


"Ya, aku dan orang tuaku datang untuk bersilahturami ke rumah seorang master," ujar Bintang sambil mengangguk.


"Orang tuamu juga datang secara pribadi?"


Claudia tiba-tiba terkejut, lalu menatap pria dan wanita paruh baya di samping Bintang. Setelah itu, dia berkata dengan hormat, "Saya Claudia, memberi hormat pada Ketua."


Perasaan Claudia menjadi tidak bisa tenang. Ketua dari Vanakan bahkan datang langsung ke sini.


Sebenarnya ada apa di gunung sampai mereka begitu memperhatikannya?


Pada saat yang bersamaan, Claudia juga merasa sedikit bingung. Sebelumnya dia pernah mendengar bahwa Ketua Vanakan ditantang oleh Raja Iblis. Akan tetapi, gurunya menegaskan bahwa Darel bukan lawan Raja Iblis. Kenapa sekarang Darel tampak baik-baik saja?


Karena terlalu banyak pertanyaan, Claudia pun tidak tahu harus mulai bertanya dari mana.

__ADS_1


"Ketua, kamu sudah berhasil melakukan terobosan?"


Claudia tiba-tiba merasakan aura yang berbeda dari tubuh Darel.


“Aku juga mendapatkan bantuan dari master, makanya berhasil melakukan penerobosan," ujar Darel dengan tatapan mata yang terlihat sedikit nostalgia dan menyesal.


Sayang sekali, jika lukisan itu tidak dirusak oleh Raja Iblis, Darel percaya dirinya bisa menjadi lebih maju.


Memikirkan hal ini membuat hatinya sakit.


"Bantuan master, jangan-jangan ...." Claudia kepikiran sebuah kemungkinan, tetapi dia juga tidak berani terlalu memikirkannya.


Claudia merasa kepalanya ingin meledak. Barusan Bintang mengatakan bahwa dia datang ke sini untuk mengunjungi seorang master, ditambah lagi dengan sikap Darel ini.


Cara apa yang digunakan sampai mampu membuat Darel menembus tingkatan alam?


Darel bertanya dengan sangat hati-hati. Jika Claudia benar-benar teman dari master itu, Darel sendiri pun tidak akan berani berlagak hebat di depannya.


"Sebenarnya aku hanya penasaran dan datang untuk melihat-lihat ...."


Claudia merasa bahwa dirinya sangat tenang dan cerdas. Akan tetapi, sekarang dia malah merasa sedikit tidak enak hati dan tidak berani lanjut berbohong. Oleh karena itu, Claudia pun menceritakan kejadian yang dia lihat siang tadi.


"Beliau bahkan mampu menghidupkan kembali orang yang sudah mati dengan identitas sebagai orang biasa. Seorang master memang berbeda." Darel dengan kagum berkata, "Master ingin membuktikan bahwa sekalipun menjadi orang biasa, tetap bisa merubah yang tidak mungkin menjadi mungkin. Kita tidak akan bisa meprediksi tingkatan alam master itu."


Raut wajah Bintang terlihat kagum. Apa yang Bintang fokuskan berbeda dengan Darel. "Master tidak hanya memiliki tingkatan alam yang tinggi, tetapi juga sangat sopan terhadap wanita. Pendiriannya benar-benar sangat baik."

__ADS_1


Setelah yakin bahwa master yang dibicarakan oleh Darel adalah pemuda yang Claudia lihat hari ini, Claudia merasa darah di sekujur tubuhnya membeku dan tegang.


Claudia tidak menyangka bahwa rasa penasarannya yang seketika ini justru membuatnya menemukan hal yang sangat luar biasa ini. Akan tetapi, Thania malah menyembunyikannya dari Claudia. Tidak bisa dimaafkan!


Ini adalah keberuntungan terbesar dalam hidup Claudia.


Claudia harus sangat berhati-hati lagi dan meninggalkan kesan yang baik untuk master.


...


Mereka berempat berjalan bersamaan dan dengan cepat tiba di lereng gunung.


Mereka melihat di belakang lereng gunung terdapat bayangan balok yang samar-samar dan dikelilingi oleh pepohonan hijau serta awan yang mengambang. Jika tidak dicari dengan teliti, orang-orang pasti tidak akan memperhatikannya. Tempat itu adalah tempat tersembunyi yang sangat baik.


Begitu masuk untuk melihat, halaman rumah Arthur langsung terpampang jelas di depan mata. Di antara awan dan kabut, ada konsepsi artistik yang berdebu dan samar-samar.


Mereka berempat pun merasa tegang dan berjalan masuk ke halaman rumah dengan penuh hormat.


Bintang dengan hati-hati berteriak ke arah gerbang pintu, "Tuan Arthur, apakah Anda di rumah?"


Arthur sedang sarapan di dalam rumah. Baru saja dia hendak makan bubur, pergerakannya langsung terhenti. Lalu, dia melihat ke luar pintu dengan heran.


Suaranya agak familiar.


Hanya ada segelintir orang yang akan datang ke rumahnya untuk bertamu. Jadi, Arthur kurang lebih tahu bisa menebak siapa pemilik suara itu.

__ADS_1


Bintang dan tiga orang lainnya berdiri di luar dengan wajah penuh keraguan.


Pada saat ini, Darel tidak terlihat seperti Ketua Vanakan. Dia justru terlihat seperti seorang murid yang akan bertemu dengan gurunya hingga tidak berani bernapas.


__ADS_2