Muridku Ada Di Segala Penjuru Dunia

Muridku Ada Di Segala Penjuru Dunia
Bab 15. Mendekati Keberadaan Dewa Perang


__ADS_3

Demi istana kekaisaran, Kaisar tidak punya pilihan lain selain membiarkan Thania menikah dengan putra dari Guru Negara. Karena hal ini juga, Thania sering bertengkar dengannya. Aisyah juga tidak setuju dengan hal ini. Akan tetapi, tidak ada yang bisa dia lakukan.


Kenapa hari ini tiba-tiba ada perubahan?


Thania bahkan tersenyum dan berkata, "Ayah, sebenarnya Ayah bisa sedikit lebih pasrah dan berpura-pura menyetujui permintaan Satrio."


"Kamu meminta Ayah untuk pasrah?" Kaisar benar-benar terkejut dan berkata dengan tidak percaya, "Jangan-jangan, kamu menyukai putranya Satrio?"


Thania mendengus dan berkata, "Cuih! Sekalipun aku mati, aku juga tidak akan menikah dengan si berengsek itu."


"Kalau begitu, apa maksudmu?" Kasiar kebingungan.


Mata Thania penuh kegembiraan dan dia berkata dengan penuh semangat, "Ayah, sebenarnya aku sudah punya solusi."


"Oh ya?"


Ekspresi kaisar menjadi senang. Akan tetapi, setelah itu dia malah mengerutkan kening dan berkata, "Kalau memang sudah ada solusi, kenapa kamu malah meminta Ayah menyetujui permintaan Satrio untuk menikah dengan putranya?"


"Ayah, kita bisa seperti ini ...."


Pada saat itu, Thania langsung menjelaskan solusi yang dijelaskan oleh Arthur.


"Bagus, bagus, bagus."


Kaisar tiba-tiba merasa seperti melihat langit gelap yang berubah menjadi terang.


Dengan cara ini, Kaisar tidak hanya dapat melemahkan kekuatan kedua pihak lainnya. Akan tetapi juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat kekuatannya sendiri. Ide yang sempurna!

__ADS_1


Kaisar menatap Thania dan berkata dengan sedih, "Kalau begitu, mohon bantuanmu."


Rencana ini tidak hanya sekedar meminta Kaisar untuk menyetujui Thania menikah dengan putranya Satrio. Namun, juga membutuhkan bantuan Thania untuk pergi mendekati putra dari Perdana Menteri. Oleh karena itu, pengorbanan Thania juga cukup banyak.


"Aku tidak apa-apa. Kedua orang ini bukanlah orang yang baik. Aku bahkan tidak sabar ingin memberi mereka pelajaran dengan kedua tanganku sendiri." Thania tersenyum dingin, tetapi juga tampak bersemangat.


Thania cukup percaya diri pada dirinya sendiri. Tidak peduli itu putra dari Guru Negara atau putra dari Perdana Menteri, tatapan mata mereka terhadap Thania berbeda. Hanya dengan menggoda saja, Thania bisa langsung mempermainkan mereka sepenuhnya.


Perasaan seperti ini sangat memuaskan.


"Hahaha. Tidak sia-sia aku menyayangimu, sekarang sudah bisa membantu Ayah menyelesaikan masalah." Kaisar tertawa bahagia dan merasa bersyukur.


Thania tersenyum canggung dan berkata, "Hm, Ayah, sebenarnya ini bukan ideku. Tapi, seorang master yang mengajariku."


"Master? Siapa yang memiliki bakat begitu hebat? Orang hebat seperti itu harus segera diundang ke istana kekaisaran," ujar Kaisar dengan penuh semangat.


Thania tersenyum pahit dan berkata, "Ayah, ada kemungkinan master itu memandang kita rendah."


Aisyah tidak tahan dan berkata, "Kaisar, orang ini adalah seorang master pertapa. Sepertinya ... keberadaannya hampir mendekati Dewa Perang."


"Apa?!"


Kaisar langsung berdiri dan wajahnya dipenuhi dengan keterkejutan.


Kaisar tahu bahwa Ratu tidak akan mengatakan hal seperti itu sembarangan. Jika Ratu sudah mengatakannya, itu berarti dia sudah yakin akan hal itu.


“Ayah, master ini benar-benar sangat hebat.” Tatapan mata Thania menunjukkan kekaguman dan kehormatan. Thania tidak bisa menahan diri untuk tidak menceritakan kisah pertemuan pertamanya dan pertemuan keduanya dengan Arthur.

__ADS_1


"Ini, ini, ini ...."


Setelah mendengar penjelasan Thania, perasaan dan raut wajah Kaisar juga berubah drastis.


Semangka yang dipenuhi dengan energi kultivasi, makanan yang sangat lezat, ditambah kecerdasannya yang dapat mengurangi beban masalah istana kekaisaran dengan mudah.


Ini sudah pasti cara kerja seorang Dewa Perang.


"Pertapa agung bersembunyi di kota! Aku tidak menyangka ternyata ada master seperti ini di istana kekaisaranku dan aku tidak menyadarinya." Kaisar menghela napas dan wajahnya dipenuhi dengan kekaguman.


Kesannya terhadap Arthur jauh lebih tinggi daripada Thania.


Master ini sangat pandai dalam hal merancang dan bisa langsung menggencarkan dunia dengan mudah.


Master itu bisa dengan mudah membantu istana kekaisaran menangani masalah. Bukankah dengan begitu dia juga bisa dengan mudah membuat istana kekaisaran masuk ke dalam jurang?


Bahkan, master itu tidak perlu melakukannya sendiri. Dia hanya perlu merancang dari balik layar dan bisa memanipulasi dunia dengan telapak tangannya.


"Tidak boleh sampai menyinggungnya. Benar-benar tidak boleh sampai menyinggungnya." Raut wajah Kaisar dipenuhi dengan ketakutan dan terus menekankan, "Bisa bertemu dengan orang seperti ini adalah sebuah keberutungan terbesar kita. Kita harus mencari segala macam cara untuk menjalin hubungan baik dengannya."


Thania berkata dengan serius, "Ayah, tentu saja aku dan Ibu tahu. Pertama kali aku bertemu dengan master, aku memberikan batu giok yang Ayah berikan untukku padanya."


"Apa yang kamu lakukan itu sudah benar!" Kaisar mengangguk untuk memuji dan berkata, "Pasti karena ketulusanmu pada pertemuan pertama menggerakkan hati master itu, makanya dia bersedia membantu kita."


"Tapi, hanya sebuah batu giok sepertinya terlalu murahan. Master itu sangat hebat, beliau pasti tidak akan menyukainya. Kita harus menunjukkan ketulusan kita."


Kaisar diam-diam sudah membuat sebuah rencana di dalam hatinya.

__ADS_1


Hanya saja, sebelum pergi menemui master, Kaisar perlu mempersiapkan sesuatu.


'Guru Negara, Perdana Menteri, kali ini aku memiliki seorang master yang bisa membantuku. Kelak, bukankah akan sangat mudah berurusan dengan kalian?' batin Kaisar.


__ADS_2