Muridku Ada Di Segala Penjuru Dunia

Muridku Ada Di Segala Penjuru Dunia
Bab 7. Tiga Orang yang Terkejut


__ADS_3

"Eh?"


Arthur berjalan menghampiri bangkai Macan Tutul itu, lalu mengambil sebuah manik-manik bulat berwarna emas yang ada di samping Macan Tutul.


Manik-manik emas itu kecil, tetapi begitu disentuh sangat dingin dan agak berat.


"Apa ini?"


"Tuan Arthur, itu adalah Alkimia Batin Monster," jawab Bintang.


"Ternyata ini adalah Alkimia Batin Monster." Setelah menimbang Alkimia itu, Arthur memberikan Alkimia Batin Monster itu kepada Bintang, lalu berkata, "Kalian yang membunuh Macan Tutul itu, jadi Alkimia Batin Monster ini seharusnya milik kalian."


Siapa yang menyangka, raut wajah Bintang malah berubah pucat. Tubuhnya bahkan tanpa sadar berjalan mundur dan berkata dengan hati-hati, "Kalau Tuan Arthur suka, Anda bisa mengambil Alkimia Batin Monster ini."


Bintang hampir saja menangis karena ketakutan. Senior pasti sedang menguji apakah dirinya jujur atau tidak. Seandainya Bintang mengambil Alkimia Batin Monster ini, dia pasti akan mati.


"Tuan Arthur, kami hanya hoki saja, makanya kami bisa membunuh Macan Tutul itu. Jadi, kami juga tidak berani mendambakan Alkimia Batin Monster ini," ujar Alfan.


Bastian yang berada di samping juga buru-buru mengangguk.


Arthur menatap mereka bertiga dengan heran. Pandangan Arthur terhadap para kultivator juga  berubah banyak.


Apakah kultivator sekarang begitu ramah?


Kultivator pertama yang Arthur temui adalah Thania. Thania juga bersikap sangat sungkan padanya. Sekarang ketiga kultivator ini juga seperti itu, mereka bahkan memberikan Alkimia Batin Monster dengan cuma-cuma pada orang lain. Jarang sekali ada yang seperti ini.


Mungkinkah dunia kultivasi yang aku kunjungi ini adalah dunia kultivasi yang sangat damai?


Arthur menggelengkan kepala dan berkata, "Kalian bertiga terlalu sungkan. Aku hanya orang biasa, jadi tidak ada gunanya juga aku mengambil Alkimia Batin Monster ini. Lebih baik kalian saja yang ambil."


Arthur sama sekali tidak melakukan kultivasi, jadi tidak ada gunanya dia mengambil Alkimia Batin Monster ini. Justru jika Arthur memakannya, mungkin dia akan meledak dan mati.


Bintang berkata dengan suara lemah, "Kalau begitu ... kami akan mengambilnya?"


Kami yang berpikiran terlalu banyak. Bagaimana mungkin seorang master menginginkan Alkimia Batin Monster milik Macan Tutul yang seperti ini.

__ADS_1


"Ini memang seharusnya milik kalian," ujar Arthur dengan sedikit speechless. Ketiga kultivator ini benar-benar terlalu sungkan, "Begini saja, Alkimia Batin Monster ini untuk kalian, bangkai Macan Tutul ini untukku. Kebetulan aku juga ingin mencoba daging macan."


Alfan berkata, "Sebuah kehormatan bagi bangkai ini karena diminati oleh Tuan Arthur. Ambillah."


Arthur tersenyum dan berkata, "Blacky, kamu yang bertanggung jawab membawa bangkai ini."


Ketiga kultivator itu bagaimana mungkin membiarkan Blacky yang membawa bangkai. Ini pasti ujian dari master untuk kami.


Bastian buru-buru mengajukan diri dan berkata, "Tuan Arthur, aku memiliki fisik yang cukup kuat. Aku akan membantumu untuk mengangkat bangkai ini. Jadi, tidak perlu membuat anjing kesayanganmu kesulitan."


"Terima kasih banyak."


Arthur merasa sangat bahagia. Ketiga kultivator ini benar-benar orang yang baik!


Arthur pun menggendong Keisha. Kemudian, mereka berempat dan seekor anjing kembali ke Kota Matahari.


Melihat Keisha baik-baik saja, Maya langsung berterima kasih penuh syukur dan menangis dengan gembira. Lalu, Maya berkata, "Terima kasih para Guru, terima kasih Tuan Arthur."


"Bibi Maya, ketiga kultivator ini yang membunuh monster itu. Aku tidak membantu apa-apa," ujar Arthur.


Ketiga kultivator itu bagaimana mungkin akan mengakui bahwa itu jasa mereka. Jadi, mereka buru-buru berkata, "Tuan Arthur yang terlalu sungkan. Anda juga banyak membantu dalam pembunuhan monster kali ini."


"Kami bisa membunuh monster, semua karena hoki. Jadi, tidak perlu terlalu dipuji-puji."


Melihat ketiga kultivator itu sangat menyanjung Arthur, orang-orang biasa di sekitar pun melihat Arthur dengan tatapan berbeda.


Tuan Athur ternyata benar-benar memiliki kemampuan. Bahkan, para kultivator saja begitu mengaguminya. Sungguh luar biasa.


Arthur mengira bahwa ketiga kultivator itu ingin menjaga harga dirinya. Seketika, dia pun merasa tidak enak hati.


Oleh karena itu, hati Arthur sedikit tergerak. Kolam di halaman belakang rumahnya kemungkinan ada monster. Jika begitu, lebih baik Arthur meminta tolong ketiga orang itu untuk membantunya mengecek.


Lagi pula, mereka begitu sopan kepada Arthur. Alangkah baiknya jika dirinya juga membalas kebaikan mereka.


Pada saat itu, Arthur pun langsung mengundang mereka dan berkata, "Kalian sudah berusaha dengan baik untuk membunuh monster. Bagaimana kalau kalian datang ke rumahku untuk mencoba daging Macan Tutul ini?"

__ADS_1


Kebetulan mereka bertiga sedang memikirkan bagaimana cara untuk mengambil hati master ini. Jadi, tentu saja mereka tidak akan menolaknya.


Setelah itu, Arthur membawa mereka bertiga menuju ke tempat tinggalnya sambil menenteng anak ikan dan kura-kura.


Begitu tiba di rumah Arthur, ketiga kultivator itu tiba-tiba berseru di dalam hati.


Tempat master bertapa memang berbeda. Bangunannya antik dan mewah, seperti negeri dongeng.


White membuka pintu dan berkata, "Tuan, selamat kembali ke rumah."


"Benda spiritual?"


Ketiga kultivator itu tiba-tiba berteriak kaget. Mereka menatap White dengan membelalak, seolah mata mereka akan keluar.


"Bukan benda spiritual, hanya keahlian khusus saja," ujar Arthur sekilas. Dia juga terlalu malas untuk menjelaskan.


Ketiga kultivator itu saling bertatapan sebentar dan tidak ada yang berani melanjutkan pembicaraan.


Mampu memiliki benda spritual yang sangat cerdas hanya sebuah keahlian kecil? Apakah dunia master memang seperti ini?


Arthur membawa mereka ke ruang tamu.


"Benda apa ini?" Mata Alfan tertuju pada benda yang terus-menerus menyemprotkan uap air. Raut wajahnya bahkan menunjukkan ekspresi ngeri.


Arthur melihat sekilas dan menjawab dengan acuh tak acuh, "Ini adalah Humidifier, sebuah teknologi yang membuat udara menjadi lebih segar."


"Ini tidak hanya sekedar segar, ini ...."


Baru saja Alfan ingin mengatakan sesuatu, Bastian buru-buru menariknya dan memakinya dengan suara rendah, "Kamu gila ya! Monster Anjing itu pernah bilang bahwa master ini ingin merasakan kehidupan orang biasa. Kita harus menganggap dia sebagai orang biasa. Kalau master bilang agar lebih segar ya berarti hanya untuk lebih segar saja."


Alfan pun menelan kembali perkataannya. Akan tetapi, ketiga kultivator itu malah menatap Humidifier itu dengan perasaan bergejolak di dalam hati dan mata memerah.


Humidifier ini kemungkinan menyemprotkan energi ... energi yang sangat murni.


Energi ini lebih murni daripada energi yang ada di dalam batu spiritual. Yang terpenting adalah Humidifier ini tak henti menyemprotkan energi. Efeknya bahkan melebihi tambang batu spiritual.

__ADS_1


Senjata ajaib macam apa yang dapat dengan mudah mengubah udara menjadi energi spiritual? Benda ajaib?


Akan tetapi, master malah meletakkan benda yang begitu berharga di ruang tamu. Itu berarti, baginya ini bukanlah sesuatu hal yang berharga. Master bahkan tidak khawatir akan ada orang yang ingin mencuri benda itu.


__ADS_2