Muridku Ada Di Segala Penjuru Dunia

Muridku Ada Di Segala Penjuru Dunia
Bab 10. Strategi


__ADS_3

Fakta membuktikan bahwa begitu sifat rakus wanita beraksi, kerabat pun tidak akan diakui.


Arthur tidak bisa menahan senyum saat melihat ibu dan anak yang hampir saja bertengkar karena makanan.


'Kenapa dengan kultivator? Bukankah mereka juga luluh dengan makananku?' batin Arthur.


Kemudian, Arthur mengambil sepotong daging dan memasukkannya ke dalam mulut.


Um, juicy dan kenyalnya pas.


Arthur perlahan memejamkan mata dan merasakan kekenyalan daging di mulutnya.


Pada saat yang bersamaan, White juga tidak lupa memperhatikan Blacky. Ia meletakkan seluruh daging kaki macan di lantai agar Blacky bisa memakannya dengan senang.


Makanan ini hampir membuat Thania dan Aisyah melupakan segalanya, juga membuat pandangan baru bagi mereka bahwa ternyata di dunia ini masih ada hal yang begitu indah.


Baru setelah mereka kekenyangan, mereka menyentuh perut masing-masing yang bulat sambil merasakan kenikmatan yang tersisa.


"Tuan Arthur, terima kasih atas makanannya," ujar Aisyah sambil menyeka mulutnya, lalu dia kembali menjadi sosok seorang wanita yang anggun.


Arthur melambaikan tangan dan berkata, "Hanya daging panggang saja, bukan apa-apa."


Thania menatap Arthur dengan serius. Dia ingin mengatakan sesuatu dan sedang menyusun kata.


Setelah itu, Thania menatap Arthur dengan ragu dan penuh harap, lalu berkata, "Tuan Arthur, Anda memiliki kemampuan yang sangat hebat, jadi aku ingin meminta bantuan pada Anda."


'Apa tidak salah? Seorang kultivator malah meminta bantuan pada orang biasa sepertiku?' batin Arthur.


Tentu saja, reaksi pertama Arthur adalah ingin menolaknya.


Kehidupan kultivator sangatlah rumit. Memikirkannya saja Arthur sudah tidak berani, apalagi ikut campur. Arthur khawatir dia akan mati dengan ketidakjelasan.

__ADS_1


Akan tetapi, Arthur memiliki kesan yang cukup baik kepada Thania. Sepertinya kurang baik jika Arthur langsung menolaknya? Atau menolaknya dengan lembut?


Thania tidak menyadari perubahan ekspresi di wajah Arthur. Dia hanya fokus menyusun kata sebelum berkata, "Tuan Arthur, sebelumnya aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan sesuatu dari Anda. Sebenarnya ... aku adalah Tuan Putri dari istana kekaisaran. Ayahku baru saja naik tahta dan kekuasannya masih belum stabil. Jadi, Ayahku ingin menjodohkanku dengan anak seorang pejabat pengadilan yang pengkhianat ...."


Thania berbicara sambil memperhatikan ekspresi Arthur. Melihat ekspresi Arthur yang tidak berubah dan tidak terkejut sama sekali, Thania merasa lega.


Thania pernah berpikir untuk menyembunyikan identitasnya. Akan tetapi, kemampuan master ini sangat hebat, jadi akhirnya Thania memilih untuk jujur.


Sepertinya keputusannya itu benar. Master ini sepertinya sejak awal sudah mengetahuinya.


Arthur pun langsung menelaah dan memahami seluruh masalahnya.


Singkat kata, Raja baru saja naik tahta dan sebagian besar kekuasaan istana kekaisaran dikendalikan oleh Guru Negara. Saat ini, Guru Negara mengusulkan agar putranya menikahi sang putri. Oleh karena itu, Kaisar pun tidak dapat berbuat apa-apa karena beliau juga bekerja untuk orang lain.


Cerita yang sangat keterlaluan. Pada kehidupan sebelumnya, Arthur sering melihatnya di drama.


Hanya saja, Arthur tidak menyangka bahwa di dunia kultivasi ternyata juga ada cerita busuk seperti ini. Pergulatan duniawi ternyata ada di mana-mana.


"Aku pikir masalah besar apa, ternyata begitu mudah."


Arthur tersenyum. Seandainya ini masalah perperangan dan pembunuhan, mungkin Arthur akan langsung berbalik dan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Akan tetapi, menghadapi masalah seperti ini, Arthur mempunyai berbagai macam cara.


"Anda benar-benar memiliki solusinya?" Mata Thania tampak berbinar dan berkata dengan penuh semangat, "Terima kasih banyak!"


Tubuh Aisyah juga tiba-tiba menjadi tegak dan menatap Arthur dengan tercengang.


Melihat reaksi mereka, Arthur pun tersenyum dalam hati. Orang-orang di dunia kultivasi hanya tahu bagaimana cara berkultivasi dan pemikirannya sangat polos. Trik kecil saja bahkan tidak terpikirkan oleh mereka.


Arthur tersenyum dan berkata, "Aku pernah mendengar bahwa Perdana Menteri di istana kekaisaran juga sangat arogan. Kalian bisa memanfaatkan Perdana Menteri untuk melawan Guru Negara."


Aisyah sedikit mengernyitkan kening dan berkata, "Tuan Arthur, meskipun kekuasaan Perdana Mentri sedikit lebih rendah daripada Guru Negara, mereka juga licik dan bisa mempersulit keadaan kapan saja. Sebelumnya Kaisar sudah berkali-kali menarik Perdana Menteri ke pihaknya, tetapi tidak berhasil."

__ADS_1


Aisyah merasa sedikit kecewa. Sebelumnya mereka sudah pernah menggunakan cara ini, tetapi tidak ada gunanya.


"Itu semua tergantung cara main kamu." Arthur melihat ke arah Thania.


Thania kebingungan dan berkata, "Aku?"


Arthur tersenyum dan berkata, "Betul. Kalian bilang kalau Kaisar sudah pasrah dan hendak menikahkan Tuan Putri dengan putra dari Guru Negara. Tapi, kalau pada saat ini, Tuan Putri menjalin hubungan baik dengan putra dari Perdana Menteri dan saling jatuh cinta, lantas akan bagaimana?"


Thania dan Aisyah merasa kepala mereka berdengung dan terdiam bengong di tempat.


Mereka bukanlah orang yang bodoh, jadi otomatis langsung mengerti maksud dari perkataan tersebut.


Luar biasa!


Perdana Menteri adalah orang yang sangat berambisi. Begitu melihat putranya memiliki kesempatan dengan sang putri, dia pasti akan berharap sang putri menikah dengan putranya untuk memperkuat kekuasaannya. Tentu saja, Guru Negara juga tidak akan menuruti keinginan Perdana Menteri itu dan kelak mereka berdua pasti akan bertengkar.


Ketika dua harimau sedang bersaing, kekuatan mereka perlahan akan berkurang. Dengan begitu, Kaisar justru memiliki kesempatan untuk maju.


Mereka menatap Arthur dengan mata berbinar.


Apakah ini sikap elegan seorang master?


Tidak hanya cara mainnya yang hebat, tetapi kekuatannya juga tidak dapat diprediksi. Bahkan, hanya strategi yang biasa saja sudah mampu memberikan ancaman yang besar dan menghancurkan orang seperti membalikkan telapak tangan.


Mengerikan, terlau mengerikan!


Thania terlalu bersemangat sampai wajahnya memerah. Lalu, dia buru-buru berdiri dan memberi hormat kepada Arthur. Setelah itu, Thania berkata dengan tulus, "Terima kasih, Tuan Arthur."


Mata Thania terlihat berkaca-kaca. Dia tidak menyangka bahwa masalah yang membuatnya hingga kesulitan tidur dan makan akhirnya bisa teratasi dengan begitu mudah.


Aisyah juga berdiri dan berkata, "Tuan Arthur sangat jenius. Aku sangat mengagumi Anda! Perkataan Anda langsung memberikan pencerahan pada kami. Kami tidak akan melupakan kebaikan ini. Maaf karena sudah menganggu hari ini. Harap maklum!"

__ADS_1


"Aku hanya memberikan satu solusi saja, kalian yang terlalu sungkan," ujar Arthur sambil tersenyum. Kali ini, Arthur akhirnya menjalin hubungan baik dengan sang putri dari istana kekaisaran. Kelak, keselamatan dirinya di sini akan lebih aman.


__ADS_2