
“Udah-udah, kita lanjutan pelajaran nya dan kamu ibram fokus ke depan.” Ucap guru bahasa Indonesia
“Baik bu” Jawab ibram
Pelajaran pun kembali di mulai dengan suasana kelas yang tenang. Setelah beberapa jam bel istirahat pun berbunyi menandakan sekarang waktunya istirahat kedua.
“Akhir nya” Ucap Keira sambil merenggangkan otot nya
“Cape?” Tanya ibram tanpa menoleh ke arah Keira
“Hmm” Ucap Keiraa
“Kei, kantin yok” Ajak Sheila
“Males ah” Ucap Keira
“Ayolah kei” Ajak Alisa memohon
“Mager guys, kalian aja ke sana gua gapapa kok” Ucap Keira
“Beneran nih?” Tanya Alisa menyakinkan
“Iya” Ucap Keira
“Yaudah kita duluan ya” Ucap Sheila
“Yoi” Ucap Keiraa memberikan jempol kepada alisa dan Sheila
Melihat kedua temannya sudah pergi dia pun meletakkan kepalanya di atas meja dengan berbantalan tangan dan memejamkan matanya. Ibram yang melihat itu pun acuh dan pergi dari kelas menuju kantin.
Setelah beberapa menit ibram pun kembali ke dalam kelas yang sudah sepi karena semua murid tengah berada di kantin. Dia melihat Keira yang masih tertidur dengan berbantalan tangannya. Dia pun berjalan ke arah bangku nya dan ikut meletakkan kepalanya di atas meja dan menatap Keira yang sedang tertidur.
__ADS_1
“Cantik” Batin ibram tersenyum melihat Keira
“Gua rasa gua suka sama dia, tapi kalo gini caranya gua ngekhianati ley” Batin ibram
“Udah puas?” Ucap Keira dengan mata terpejam hingga membuat ibram mengerutkan keningnya karena bingung.
“Udah puas belum?” Ucap Keiraa sekali lagi dan membuka mata nya menatap ibram.
“Tampan” Batin keira ketika menatap ibram
“Huftt... Udah” Ucap ibram kemudian membenarkan posisi nya
“Oke, kalo gitu gua pergi dulu” Ucap Keiraa yang beranjak dari duduk nya.
“Tunggu” Ucap ibram memegang tangan Keira
“Apa?” Tanya Keira
“Buat lu” Ucap ibram memberikan roti dan botol minum yang dia beli di kanti tadi
“Lu pasti laper” Ucap ibran datar
“Tau aja lu, btw thanks” Ucap Keiraa mengambil makanan dan minuman itu.
“Hmm” Jawab ibram
Keira pun pergi dari kelas dan menuju ke rooftop saat dalam perjalanan ke rooftop dia bertemu dengan orang-orang yang pernah menghalangi jalannya.
“Hai cantik” Ucap Arif mengedipkan mata nya kepada Keira
Keiraa tak merespon arif dan ingin melewati nya namun tangan nya di tahan oleh arif.
__ADS_1
“Eits.. Mau kemana sih buru-buru banget” Ucap Arif tersenyum
“Lepasin gak” Ucap Keira memberikan tatapan tajam nya
“Uhh takut...” Ucap Arif dengan nada yang di buat seolah ketakutan
“HAHAHA” Tawa arif dan teman-teman nya
“Jangan galak-galak dong, baby” Ucap Arif membelai wajah Keira
Keira yang merasa risih dengan itu langsung menyingkirkan tangan arif dengan kasar dan memberikan tamparan.
Plaakkk....
“Berani nya lu megang gua” Ucap Keira marah
Arif yang merasa kesal pun langsung memberikan isyarat dengan mata nya kepada teman-teman nya untuk melakukan apa yang sudah dia rencana kan tadi. Teman – temannya yang mengetahui itu langsung mengerti dan melaksanakan tugas mereka.
Bugh....
Teman-teman arif langsung memukul tengkuk keira sehingga membuat nya pingsan. Melihat Keira sudah pingsan mereka pun membawa Keira ke gudang yang tak jauh dari sana. Berhubung jalan menuju ke rooftop adalah tempat yang sepi dan tidak ada cctv jadi tidak ada yang mengetahui kejadian itu.
Sesampainya di gudang mereka pun langsung menggeletak kan Keira di lantai. Setelah meletakkan Keira begitu saja di lantai mereka langsung keluar dari gudang dan pergi ke kantin sebentar dan mereka pun kembali lagi ke gudang dan masih melihat Keira yang tak sadar kan diri. Melihat tubuh Keira yang bagus membuat arif berubah pikiran, yang tadi nya dia hanya berpikir untuk menyekap keira kini dia telah berubah pikiran untuk mencicipi tubuh Keira.
“Tubuh nya bagus” Ucap Arif tersenyum miring
“Bro, kita di sini cuma nyekap dia aja kan? Lu jangan aneh-aneh deh. Niat kita cuma mau bikin Arta kepanikan.” Ucap Tegar menepuknya pundak Arif
“Tapi gua berubah pikiran” Ucap Arif menatap Tegar
“Lu yakin rif?” Tanya Ali
__ADS_1
“Kalian pergi lah dari sini gua mau bikin Arta lebih menderita lagi dengan cara ini” Ucap Arif menatap tajam kedua temannya
“Oke, terserah lu. Kita pergi” Ucap Tegar yang langsung pergi dari sana dan di ikuti oleh Ali.