My Ice Boy

My Ice Boy
Jatuh hati


__ADS_3

“Ikut aku” Ucap Ibram menarik tangan Keira


Keira hanya pasrah dan menurut saja. Saat ini mereka sedang berada di halaman belakang rumah dan duduk di sana.


“Kamu tad-” Ucap Ibram terpotong ucapan Keira


“Tunggu di sini dulu, aku akan ambil kotak P3K” Potong Keira dan langsung pergi dari sana


Tak lama Keira kembali dengan kotak P3K yang ada di tangan nya.


“Kamu tadi ken-” Ucap Ibram lagi-lagi terpotong ucapan Keira


“Bisa diem dulu? Aku mau obatin” Potong Keira dengan nada datar


Keira mengobati luka Ibram dengan sangat hati-hati. Ibram terus menatap Keira yang terlihat sangat cantik dari jarak sedekat ini.


“Berhenti menatap ku seperti itu” Ucap Keira yang sadar dirinya terus di tatap sejak tadi


“Kamu cantik” Ucap Ibram


“Aku tahu” Jawab Keira sambil memasukan kembali obat-obatan


“Kenapa mereka tidak mengobati mu?” Tanya Keira


“Mereka marah karena aku membuat mu menangis” Ucap Ibram


“Cihh aneh sekali mereka” Ucap Keira


“Aku minta maaf” Ucap Ibram menatap Keira


“For what?” Tanya Keira


“Karena membuat mu menangis” Jawab Ibram


“Hahaha... Aku menangis itu bukan salahmu” Ucap Keira sambil tertawa


“Hanya saja aku merasa terharu dengan cerita mu” Sambung Keira bohong


“Tetap saja aku minta maaf” Ucap Ibram


“Iyaiya terserah mau Bram” Ucap Keira


“Terimakasih, jika kamu hanya merasa sedih dengan cerita ku kenapa tadi kamu lari?” Tanya Ibram

__ADS_1


“Aku baru inget ada janji sama orang dan karena masih merasa sedih dengan mu aku berlari sambil menangis” Jawab Keira menoleh ke arah Ibram sambil tersenyum


“Kamu membuat ku sangat panik” Ucap Ibram


“Panik?” Tanya Keira


“Iya, aku mengira karena cerita ku membuat mu sakit hati” Ucap Ibram


“Sakit hati? Hahaha yang bener aja. Aku tuh cuma kagum sama kisah kalian dan sedih waktu perpisahan kalian itu aja.” Jawab Keira sambil tertawa


“Ternyata hanya aku yang menyukai nya” Batin Ibram


“Hahaha bisa aja kan? Selama sebulan ini bisa aja kamu jatuh hati sama aku” Ucap Ibram dengan tawa palsu


“Ya, selama sebulan ini aku udah jatuh hati sama kamu” Batin Keira tersenyum menatap Ibram


“Mana mungkin hahah” Ucap Keira sambil tertawa


Ibram hanya mengangguk kan kepalanya seolah menyetujui ucapan Keira. Sekarang di antara keduanya hanya ada keheningan, tanpa mereka sadari seluruh teman-teman bahkan abang nya menguping pembicaraan mereka di balik pintu.


“Padahal mereka saling menyukai” Ucap Sheila kesal


“Ya, lu bener. Mereka lebih memilih untuk memendam perasaan masing-masing.” Sahut Rafka


“Ibram juga punya masa lalu” Ucap Rafka


“Semua orang punya masa lalu” Ucap Arta memutar malas bola matanya


“Emang gblk banget bang kembaran gua” Ucap Rifki


“Sialann lu” Ucap Rafka memukul kepala Rifki


“Udah yokk balik aja, ntar ketahuan loh kalo kita nguping” Ucap Alisa


“Yaudah yokk” Ajak Sheila


Mereka semua bubar dari tempat persembunyiannya mereka dan kembali lagi ke ruang keluarga. Sementara di sisi Keira dan Ibram masih terjadi keheningan di antara keduanya sampai Ibram mengajak Keira untuk kembali.


“Balik ke mereka yuk” Ajak Ibram


Keira hanya mengangguk dan langsung berdiri dari tempat duduk nya.


“Ayo” Ucap Keira menarik tangan Ibram

__ADS_1


Ibram pun langsung berdiri dan Keira langsung menautkan jari-jari nya ke jari Ibram. Ibram sangat kaget dengan tindakan Keira yang tiba-tiba seperti ini.


“Hahaha muka nya lucu sekali” Batin Keira meledek ekspresi Ibram yang tengah kaget


“Kenapa diem aja?” Tanya Keira


“Ha? O-oh.. Ayoo kita pergi” Ucap Ibram gagap


Mereka pergi dari halaman belakang menuju ke ruang keluarga dimana teman-teman mereka sedang asik berbincang.


“Sorry lama guys” Ucap Keira dengan tangan yang masih bergandengan dan langsung duduk bergabung bersama teman-teman nya


Seluruh teman-teman Keira bahkan abang nya sendiri merasa heran dan kaget melihat Ibram dan Keira bergandengan tangan seperti itu.


“Kei” Panggil Alisa


“Iya kenapa?” Tanya Keira


“Itu?” Tunjuk Alisa ke arah tangan Keira dan Ibram yang saling bergandengan tangan


“Ohh ini?” Jawab Keira mengangkat tangan nya yang masih menggandeng Ibram


Seluruh teman-teman nya mengangguk dengan kompak.


“Gaada apa-apa” Ucap Keira yang langsung melepaskan gandengan nya


“Terus kenapa gandengan?” Tanya Sheila


“Takut di culik janda sebelah aja” Ucap Keira santai sambil memakan cemilan


Semua orang menatap Ibram seolah bertanya apa maksud mereka berdua datang dengan bergandengan tangan. Ibram yang paham dengan tatapan semua orang hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahu nya menandakan bahwa dia juga tidak tahu.


.


.


.


.


Hai guy... Gimana hari ini? Huftt... hari ini tuh hari yang melelahkan buat gua.. cape bangett.


Maap ya telat lagi...

__ADS_1


__ADS_2