My Ice Boy

My Ice Boy
Menyukai orang yang sama


__ADS_3

Mendengar bisikan Ibram yang seperti membuat Keira langsung menoleh ke arah Ibram dengan ekspresi yang bingung. Melihat ekspresi Keira saat ini tentu saja membuat Ibram ingin tertawa, namun dia menahan nya dan tetap bersikap cool.


“Why?” Ucap Ibram tanpa suara


Keiraa dengan reflek menggeleng kan kepala nya perlahan dan kembali menatap ke arah depan meskipun dia sangat bingung. Setelah beberapa jam akhirnya jam istirahat pun berbunyi. Semua murid yang berada di kelas mulai berhamburan keluar. Alisa dan Sheila pun menghampiri Keira dan mengajak nya ke kantin untuk makan bersama namun di tolak oleh Keira dengan alasan dia tidak lapar.


“Kei, kantin yok” Ajak Alisa


“Nggak deh, gak laper gua” Tolak Keira


“Jadi cuma gua sama Alisa doang nih yang ke kantin?” Ucap Sheila


“Nohh ada Rafka sama Rifki” Tunjuk Keiraa


“Yaudahlah kalo gitu” Ucap Alisa


“Hmm” Jawab Keira


“Bram kantin yok” Ajak Rafka


“Gak dulu” Jawab Ibram


“Mau pacaran ternyata” Ucap Alisa mengangguk-anggukan kepalanya paham


“Apaan sih lu, gak ya” Ucap Keira mengelak


“Halah gausah ngelak kali” Ucap Rafka


“Udah sana kalian pergi aja ah” Usir Keira


“Yok guys pergi, kita di usir nih” Ucap Rifki


“Hus hus” Ucap Keira sambil mengibaskan tangannya


“Yee di kira kira ayam kali ah” Ucap Sheila


“11 12 sih” Ucap Keira


“Anak anjng” Umpat Sheila kesal


“Dah yok pergi” Ucap Sheila menarik tangan Alisa berjalan keluar kelas


“Yok Rip, kita susulin mereka. Daripada di sini jadi nyamuk” Ucap Rafka merangkul Rifki dan mengajak nya pergi


Setelah kepergian teman-teman mereka Keira mulai beranjak dari tempat duduk nya sambil menarik tangan Ibram.

__ADS_1


“Ayoo” Ajak Keira


Ibram pun menatap pegangan tangan Keira, Keira yang melihat Ibram diam saja di tempat duduk nya sambil memperhatikan pegangan tangan nya pun langsung melepaskan nya dan langsung pergi lebih dulu.


“Aku duluan” Ucap Keira yang langsung pergi


“Hah? Eh, Tunggu.” Ucap Ibram mengehentikan langkah Keira namun Keira tak mendengar nya dan terus berjalan.


Ibram langsung mengikuti Keira dari belakang hingga mereka sampai di rooftop. Sesampainya di rooftop keira langsung duduk di sofa dan di ikuti oleh Ibram. Terjadi keheningan beberapa saat, hingga Ibram mulai memecah keheningan itu.


“Kamu tadi kenapa?” Tanya Ibram


“Kenapa apanya?” Tanya balik Keira


“Cuekin aku” Jawab Ibram


“Gak tuh” Ucap Keira


“Tadi di parkiran gak nyapa terus pas masuk juga masih cuekin aku” Ucap Ibram


“Males ngomong aja tadi” Ucap Keira


“Tapi tadi kamu bercanda sama Sheila sama Alisa juga gitu” Ucap Ibram


“Aku buat salah ya?” Tanya Ibram


“Gaada, Cuma males aja. Udah gausah bahas lagi” Ucap Keira


“Btw aku mau ngomong sesuatu” Sambung Keira menatap Ibram


“Ngomong apa?” Tanya Ibram


“Gua ngomong sekarang gak ya? Kalo sebenernya gua Ley yang dia cari.” Batin Keira menatap Ibram sangat lama


“Gak sekarang deh, tunggu waktu yang tepat dulu” Batin Keira


“Kei..” Panggil Ibram sambil melambaikan tangan nya tepat di depan wajah Keira


“Keiraa” Panggil Ibram sekali lagi sambil memegang pundak Keira


“Hah? Kenapa?” Ucap Keira yang baru sadar


“Katanya mau ngomong” Ucap Ibram


“Kamu gimana sama Ley?” Tanya Keira

__ADS_1


“Mau ngomong soal itu?” Tanya balik Ibram dan hanya di jawab anggukan oleh Keira


“Aku mutusin buat lupain hubungan kita berdua” Ucap Ibram menatap lurus kedepan


“Why?” Ucap Keira kaget


“Karena aku suka sama kamu, Kei” Batin Ibram menoleh menatap Keira dengan dalam


“Karena aku suka seseorang” Jawab Ibram dengan senyum sambil menatap Keira


“Kamu menyukai orang sama, Bram” Batin Keira sambil menatap Ibram dengan senyuman


“Emang kamu udah ketemu Ley? Sampai-sampai buat mutusin hubungan masa lalu kalian. Kalo kamu mutusin sendiri kayak gini gak adil dong buat dia.” Ucap Keira


“Aku udah taruh surat di danau pertama kali kita ketemu. Kertas yang aku tulis akhir-akhir ini sudah di ambil oleh nya dan selama akhir-akhir ini kita sering bebalas surat” Ucap Ibram


“Tetep aja, itu namanya gak gentleman” Ucap Keira


“Jadi aku harus gimana?” Tanya Ibram


“Tulis surat lagi dan minta ketemu. Apa selama ini kamu pernah minta ketemu? Nggak kan? Padahal kalo kamu minta ketemu bakal cepet ketemu loh.” Ucap Keira


“Minta ketemu? Kamu benar. Selama ini aku tidak pernah menulis untuk bertemu. Bodoh nya aku tidak terpikirkan hal seperti itu dan malah sibuk menulis surat.” Ucap Ibram yang menyadari kebodohannya


“Kamu memang bodoh haha” Ucap Keira sambil tertawa


“Wahh... Kamu menghina ku Kei?” Tanya Ibram dengan wajah tidak percaya


“Bisa di bilang gitu haha” Ucap Keira sambil tertawa


“Wahh harus harus di kasih pelajaran” Ucap Ibram yang bersiap-siap akan menggelitiki Keira


“Kamu mau apa?” Tanya Keira yang sudah menghentikan tawa nya karena merasa kan sesuatu yang buruk akan terjadi


“Mau apa? Mau kasih pelajaran buat kamu, biar gak ngehina aku lagi” Ucap Ibram dan langsung menggelitik perut Keira hingga membuat Keira tertawa terbahak-bahak.


.


.


.


Hai guys, Gimana hari ini? Kuat kan?


Hari ini author up lagi loh... Jujur aja nihh ntah kenapa author belakang ini tuh pingin sering-sering update novel ini. Mungkin, karena dukungan dari kalian yang bikin aku nambah semangat buat update. Buat yang selalu like (Irma sama Fitri ) makasih ya.. buat yang selalu komen (author gak bisa sebutin, karena udah banyak banget yang komen. Tapi pasti kalian tahu lah siapa aja yang komen) makasih ya... dan buat Readers yang selalu baca meskipun gak pernah komen atau like author juga mau bilang makasih. Terimakasih banyak atas dukungan kalian selama ini. Jujur author gak nyangka bisa sampe di titik ini kalo bukan karena kalian. Kadang author mikir kalo cerita ku jelek dan gak nyambung tapi setiap kali kalian komen maupun like pikiran itu hilang dan malah author semangat buat update lagi karena ucapan semangat atau like dari kalian. Makasih guyss... And love you all.

__ADS_1


__ADS_2