
Arta pun langsung memeluk Keira yang sedang menangis terisak, Arta juga merasa bersalah karena tidak bisa melindungi adik kesayangannya.
“Maafin abang” Ucap Arta
Ucapan Arta membuat Keira semakin menangis dia juga merasa gagal untuk menjaga diri nya sendiri. Arta menatap Ibram dengan penuh arti, Ibram yang mengetahui arti tatapan itu hanya menggelengkan kepalanya.
“Keira” Panggil Arta melepaskan pelukannya
“Abang pergi sebentar ya” Ucap Arta lembut mengelus rambut Keira
“Abang benci sama Keira? Keiraa kotor dan abang pergi ninggalin Keira karena itu kan” Ucap Keira sambil menangis
“Hei, kenapa ngomong kayak gitu. Ada urusan yang harus abang selesain. Dan bagaimana pun kamu, mau kotor atau bersih pun kamu tetep adik kesayangan abang. Jadi, jangan ngomong kayak gitu lagi ya? Abang gak suka Keira ngomong kayak gitu, kamu tahu sendiri kan abang sayang banget sama Keira?” Jelas Arta
“Nanti abang balik lagi” Ucap Arta mengecup kening Keira dan hanya di angguki oleh Keira.
“Gua percayain adik gua sama lu dan sorry soal tadi” Ucap Arta menepuk pundak Ibram.
“Gua bakal jaga kepercayaan lu dan untuk yang tadi it’s okay” Ucap Ibram dan hanya di angguki oleh Arta.
Setelah mendengar jawaban dari Ibram Arta pun segera pergi dari sana untuk menyelesaikan sesuatu.
“Kita duduk” Ajak Ibram dan hanya di angguki Keira
Mereka pun duduk di sofa, tiba-tiba Keira teringat dengan luka Ibram.
“Luka itu” Tunjuk Keira ke sudut bibir Ibram
“Gapapa” Ucap Ibram dengan tersenyum
“Pasti sakit, maaf” Ucap Keira langsung menundukkan kepala nya
“Kamu gak salah dan gak perlu minta maaf” Ucap Ibram mengangkat dagu Keira agar Keira bisa menatap nya
“Terimakasih” Ucap Keira tersenyum tipis
“Sama-sama cantik” Ucap Ibram menggoda Keira
Ucapan Ibram berhasil membuat Keira memalingkan wajahnya dan menyembunyikan rona merah di kedua pipi nya.
“Ciee salting” Ucap Ibram menoel dagu Keira sambil tertawa
__ADS_1
“Apa sih” Ucap Keira yang semakin salting
“Hahahaha” Tawa Ibram dengan keras
Mendengar tawa Ibram membuat Keira merasa kesal dan memayunkan bibir nya.
“Hahaha jangan gitu jelek tau” Ucap Ibram dengan tawa nya
“Ihh” Ucap Keira
“Keira” Panggil Ibram namun Keira tak menoleh ke arah nya
“Keira liat aku” Ucap Ibram memutar tubuh Keira agar menghadap nya.
“Aku bisa hipnotis kamu loh” Ucap Ibram membuat Keira bingung
“Gak percaya ya?” Sambung Ibram dan hanya di angguki Keira
“Sekarang liat mata ku, lupain semua kejadian tadi anggep seolah-olah gak pernah terjadi. Aku tahu itu pasti sangat sulit bagi mu untuk lupain itu, tapi cobalah untuk tetap tersenyum aku merasa sangat sedih melihat mu tadi terus melamun dengan tatapan kosong. Aku janji bakal buat kamu lupa kejadian tadi tapi bantu aku ya agar berhasil.” Ucap Ibram serius menatap mata Keira dengan dalam
“Makasih” Ucap Keira tersenyum sangat manis
“Gak perlu bilang makasih, cukup dengan senyum dan kecerewetan mu aja aku udah seneng banget” Ucap Ibram tersenyum
“Dih kata siapa?” Ucap Ibram dengan nada yang menjengkelkan
“IBRAMMM” Teriak Keira kesal memukuli lengan Ibram
“Aduh Kei sakit Kei” Ucap Ibram
“Biarin” Ucap Keira terus memukuli Ibram
Ntah kenapa saat berada disisi Ibram Keira merasa sangat aman dan nyaman hingga dalam sekejap dia langsung melupakan kejadian yang baru saja menimpa nya.
Sementara di pintu masuk rooftop ada orang yang mengawasi mereka dengan senyum lega. Orang itu tak lain adalah Arta, Arta tidak langsung pergi dari rooftop dia memutuskan untuk mengintip adik nya. Dia juga merasa sangat lega Keira berada di laki-laki yang tepat.
“Semoga dia bisa menjadi obat mu Kei” Ucap Arta dan langsung pergi dari sana.
“Aduuh Kei sakit lohh ini abis di pukul bang Arta tadi” Ucap Ibram ketika Keira tak sengaja menampol pipi Ibram
“Aduhh maaf” Ucap Keira langsung mendekat dan mengecek sudut bibir Ibram
__ADS_1
Dalam posisi sedekat ini membuat Ibram menahan nafas nya, Keira yang menyadari itu langsung tertawa sangat keras.
“HAHAHA kenapa gak nafas” Ucap Keira tertawa dengan keras
“Lupa cara nafas” Ucap Ibram yang semakin membuat Keira tertawa dengan sangat keras.
“Teruslah tertawa Kei, aku gamau liat kamu sedih kayak tadi” Batin Ibram menatap Keira
“Abis nya deket banget, kan jadi lupa cara nafas” Ucap Ibram yang semakin membuat Keira tertawa terpingkal-pingkal
“Aduh perut ku sakit” Ucap Keira memegang perut nya setelah selesai tertawa
“Ehh ehh kenapa kenapa?” Ucap Ibram panik
“Sakit, karena cape ketawa hahaha” Ucap Keiraa dengan tawa
“Ihh kamu mah udah panik juga” Ucap Ibram cemberut
“Dihh jelek banget hahaha” Ucap Keira tertawa melihat ibram memayunkan bibir nya
“Ulululu bayi gede ngambek” Ucap Keira mencubit kedua pipi Ibram dan memutar-mutar nya.
“Sakit Kei, kamu mah daritadi KDRT mulu” Ucap Ibram
“Maaf deh maaf” Ucap Keira melepaskan cubitannya
“Terus ketawa, senyum, jahil, dan cerewet kayak tadi ya” Ucap Ibram
Mendengar ucapan Ibram Keira hanya membalasnya dengan senyuman yang manis dan anggukan kepala. Ntah dia merasa seperti tidak ada masalah sama sekali ketika bersama dengan Ibram dan dia akan mencoba melupakan kejadian tadi. Sebenarnya Keira bukan tipe orang yang lemah hanya saja dia sedikit syok dengan kejadian tadi. Bahkan saat ini dia sudah memikirkan untuk membalaskan dendam nya.
.
.
.
.
Hai guys.... Apa kabar? Baik kan?
Maapin ya guys kalo ceritanya prik huhu (sedih) makasih banyak udah baca cerita ku meskipun prikk, suka sedih kalo inget pernah di bilang kalo cerita prikk sama orang. Aku bener-bener makasih banyak udah selalu support aku teruss makasih loh. Dan untuk permintaan readers yang minta namanya di munculin di cerita tenang aja aku gak bakal lupa kok, cuma masalah nya masih cari momen yang tepat aja dan untuk readers yang minta crazy up aku gak janji buat bisa crazy up tapi ntar deh aku coba deh.
__ADS_1
Makasih guys udah selalu dukung author jujur sih aku terharu banget (menetes air mata kebahagiaan)
Love you all❤️❤️