My Ice Boy

My Ice Boy
Di restuin


__ADS_3

Mereka saling menatap dengan waktu yang cukup lama sampai mereka di kejutkan dengan kedatangan besti mereka.


DUAKK....


“KEIRAAAA” Teriak Sheila menendang pintu dan langsung berlari ke arah Keira


“Kei lu gapapa kan?” Ucap Sheila langsung memeluk Keira


“Gua gapapa” Ucap Keira membalas pelukan Sheila


“Lu serius?” Ucap Sheila melepaskan pelukannya dan memutar-mutar kan tubuh Keira


“Pusing Sheil” Ucap Keira memegangi kepala nya


“Aduh aduh sorry” Ucap Sheila


“Minggir” Ucap Alisa mendorong tubuh Sheila hingga menyingkir dari hadapan Keira


“Keiraaa hiks hiks hiks” Ucap Alisa langsung memeluk Keira sambil menangis


“Jangan nangis lis, gua udah baik-baik aja kok” Ucap Keira mengelus punggung Alisa


“Lu baik-baik aja kan?” Ucap Alisa melepaskan pelukan nya dengan air mata yang masih bercucuran


“Gua udah lupain kejadian tadi kok” Ucap Keira tersenyum menatap Alisa dan Sheila


“Nih bro baju buat lu” Ucap Rifki melempar seragam yang tadi di beli nya


“Thanks bro” Ucap Ibram yang langsung memakai seragam nya


“Kok lu bisa tau Keira ada di sana sih Bram?” Tanya Rafka


“Insting” Jawab Ibram singkat


“Kuat banget insting lu” Ucap Rafka menepuk pundak Ibram


“Keadaan lu gimana Kei” Tanya Rafka pada Keira


“Udah cukup baik kok” Ucap Keira


“Lu gak usah khawatir lagi Kei, cowo gila itu bakal kita urus” Ucap Rafka


Keira hanya menanggapi ucapan Rafka dengan senyuman, sedangkan di sisi lain Arta sedang menelepon daddy nya untuk membicarakan sesuatu.


“Halo dad” Ucap Arta ketika telpon sudah tersambung

__ADS_1


“Kenapa?” Tanya Daddy Reza to the point


“Arta boleh minta sesuatu?” Tanya Arta


“Apa?” Ucap Daddy Reza


“Daddy punya saham di RCS Company kan?” Tanya Arta


“Iya, memang kenapa?” Tanya Daddy Reza


“Arta mau Daddy cabut saham itu, bisa?” Ucap Arta


“Bisa, tapi ada masalah apa?” Ucap Daddy Reza


“Nanti Arta jelasin di rumah” Ucap Arta


“Yasudah” Ucap Daddy Reza langsung mematikan telpon nya


“Gua bakal bikin hidup lu hancur, dengan lu nyentuh adek gua lu bakal terima akibat nya” Ucap Arta bermonolog


Setelah selesai menelepon Daddy nya Arta langsung pergi untuk menghampiri Keira yang masih berada di rooftop dia memanggil kedua temannya untuk ikut bersama nya ke rooftop.


Sesampainya di rooftop dia melihat Keira sedang bersandar di pundak Ibram. Dia bersama kedua temannya langsung menghampiri mereka dan melihat Keira tertidur dengan cara bersandar di pundak Ibram.


“Apa yang bakal lu lakuin?” Tanya Ibram pada Arta yang duduk di samping Keira sambil mengelus rambut Keira


“Gua bakal hancurin dia” Jawab Arta


“Gua bakal narik saham gua di perusahaan bokap nya” Ucap Ibram serius


“Lu punya perusahaan? Tapi gak usah, gua udah nyuruh Daddy buat narik saham yang dia tanam di sana dan udah pasti keluarga perusahaan mereka bakal mengalami kerugian yang sangat besar” Jelas Arta


“Gua bakal tetep narik saham gua di sana, dengan begitu mereka akan bangkrut dan susah untuk berdiri lagi” Jawab Ibram


“Lu suka sama adek gua?” Tanya Arta tiba-tiba


“Hah?” Ucap Ibram kaget dengan pertanyaan Arta


“Dari cara lu mandang adek gua dan sikap lu ke dia” Jelas Arta singkat


Ibram pun memandang ke arah Keira yang masih tertidur pulas di pundak nya dia merapikan rambut Keira yang menutupi wajah Keira.


“Gua rasa iya” Ucap Ibram


“Gua percayain adek gua sama elu” Ucap Arta

__ADS_1


“Gua bakal jaga kepercayaan lu” Ucap Ibram yakin


“Asekk di restuin kakak ipar” Ucap Rafka heboh


“Ehem ehem” Ucap Sheila yang tak kalah heboh


“Sabi sih traktiran” Ucap Rifki


“Iya sebagai perayaan” Ucap Alisa


“Perayaan apa?” Ucap Keira terbangun dari tidur nya karena terganggu suara berisik Rafka tadi


“Gaada” Ucap Ibram


“Tidur lagi aja” Sambung Ibram


“Udah gak bisa” Ucap Keira


“Keira” Panggil Arta


“Abang?” Ucap Keira Langsung memeluk Arta


“Mau pulang aja?” Tanya Arta sambil mengelus rambut Keira


“Mau jalan-jalan aja” Ucap Keira melepaskan pelukan nya


“Yaudah ayo” Ucap Arta


“Tapi masih jam sekolah” Ucap Keira cemberut


“Gampang itu mah” Ucap Arta


“Oke ayoo jalan-jalan, tapi Ibram harus ikut” Ucap Keira


Arta pun menatap Ibram lalu menatap Keira kembali dan memberikan anggukan.


“Oke abang setuju” Jawab Arta dan membuat Keira sangat senang


“Mereka juga ya bang” Ucap Keira menunjuk teman-teman nya


“Iya mereka semua ikut” Ucap Arta


“Keira sayang abang” Ucap Keira memeluk Arta


“Abang juga” Ucap Arta membalas pelukan Keira

__ADS_1


__ADS_2