
“Udah dongg” Ucap Keira cemberut
“Jangan gituu ntar makin lucu” Ucap Ibram menatap Keira yang sedang cemberut
“Ihh” Ucap Keira memalingkan wajahnya
“Makin salting dong hahaha” Ucap David yang ikut menggoda Keira
“Au ah” Ucap Keira beranjak pergi
“Mau kemana?” Tanya Ibram menahan tangan Keira
“Jalan-jalan” Jawab Keira
“Ikutt” Ucap Ibram yang ikut beranjak dari duduk nya
Mereka pergi dari sana dan berjalan-jalan di sekitaran pantai berdua.
“Wahh ada layangan” Ucap Keira menunjuk penjual layangan
“Ayoo kesana” Sambung Keira menarik tangan Ibram
Sesampainya di pejual layangan Keira terlihat senang dan melihat-lihat beberapa layangan yang berbentuk burung.
“Lucu kan?” Tanya Keira pada Ibram dengan senyum yang mengembang
“Iya” Ucap Ibram datar membuat Keira cemberut
“Pak beli yang itu” Ucap Ibram kepada penjual
“Ehh?” Ucap Keira bingung
“Kita mainin ini, kamu suka?” Tanya Ibram
“Of course” Ucap Keiraa tersenyum senang
Bagaimana dia tidak senang? Sejak dia melihat layangan tadi membuat nya ingin sekali bermain layangan itu namun dia tidak tahu cara memainkannya.
“Emang kamu bisa main?” Sambung Keira
“Bisa” Ucap Ibram sambil membayar layangan itu
“Yaudah yok” Ajak Ibram
__ADS_1
Mereka memutuskan untuk mencari tempat yang nyaman untuk bermain layangan berdua.
“Kayak nya di sini enak dehh, gak banyak orang juga” Ucap Ibram
“Iyaa yaudah ayoo mainn” Ucap Keira tidak sabaran
“Nihh kamu pegang terus kamu kesana” Perintah Ibram
“Oke” Ucap Keira mengambil layangan itu dan langsung pergi ke arah yang di tunjuk Ibram
“1 2 3 Terbang” Ucap Keira melepaskan layangan itu dan langsung di tarik oleh Ibram
Melihat layangan sudah terbang Keira langsung berlari menghampiri Ibram yang sedang menarik benang layangan.
“Yeay terbangg” Ucap Keira senang
Ibram menoleh ke arah Keira yang terlihat senang melihat layangan itu terbang tinggi.
“Mau coba?” Ucap Ibram
“Gak mau ntarr layangan nya jatuhh” Ucap Keira sambil menggelengkan kepalanya
“Aku ajarin” Ucap Ibram
“Udah nihh pegang” Ucap Ibram mengambil tangan Keira dan memberikan benang layangan.
“Ehh layangan nya mau jatuh” Ucap Keira panik melihat layangan nya itu seperti akan mendarat.
Melihat Keira sangat panik membuat Ibram terkekeh geli dan langsung membantu Keira untuk menaikkan layangan itu kembali terbang.
“Kamu pegang di sini dan tarik seperti ini” Ucap Ibram memeluk Keira dari belakang dan memegang tangan Keira untuk mengarahkan agar layangan itu kembali naik ke atas.
Mendapat perlakuan seperti itu membuat jantung Keira berdegup kencang. Dia menoleh menatap Ibram yang sedang mengajari nya bermain layangan dengan serius dan itu membuat ketampanan semakin bertambah.
“Duh.. jantung ayo dong kerjasama nya jangan kayak gini” Batin Keira
“Kenapa?” Tanya Ibram menatap balik Keira
“Hah? Eh? Enggak kok” Ucap Keiraa salah tingkah
Melihat Keira salah tingkah seperti itu membuat Ibram tersenyum tipis dan melepaskan pelukannya.
“Sekarang tarikk” Ucap Ibram dan Keira melakukan apa yang di perintahkan Ibram
__ADS_1
“Sekarang jangan tarik dan ulur benang nya” Ucap Ibram
Keira mengikuti perintah Ibram dengan sangat baik hingga layangan tersebut terbang tinggi dan membuat Keira berteriak kesenangan.
“Bram layangan nya terbang tinggi” Ucap Keira kesenangan
“Kerja bagus Kei” Ucap Ibram menatap Keira dengan senyuman
“Tapi kok makin berat ya?” Tanya Keira
“Semakin tinggi semakin berat” Ucap Ibram
“Ayoo kita tanding” Ucap Keira
“Tanding?” Tanya Ibram tidak mengerti
“Iya, yang layangannya terbang paling tinggi dia pemenang nya” Ucap Keira
“Belum apa-apa kamu udah menang, kan udah terbang tinggi tuhh” Ucap Ibram
“Hehehe” Ucap Keira tersenyum manis
“Yaudah tunggu sini dulu aku beli layangan lagi” Ucap Ibram
“Oke, cepet ya” Ucap Keiraa
“Iyaa” Ucap Ibram pergi membeli layangan lagi
Keiraa bermain layangan sendirian di sana dia sangat senang akhirnya dia bisa memainkan layangan. Saat sedang asik bermain tiba-tiba ada seseorang menghampiri Keira.
“Keira ya?” Tanya Orang itu
.
.
.
.
.
Wahh siapa tuh yang nyamperin Keira? Orang ketiga? Atau siapa?
__ADS_1