
Mereka berjalan mencari teman-teman yang lainnya dengan suasana yang canggung, Ibram berpikir keras bagaimana cara agar bisa melepas rasa canggung Keira terhadap nya.
“Kalo boleh tahu kenapa kamu keliatan seseneng itu tadi?” Tanya Ibram memecahkan keheningan
“Temenku katanya besok mau kesini, dia pindah kesini ikut papa nya dan dia juga bakal sekolah di tempat ku” Jawab Keira
“Oh ya? Dia teman deket mu dulu waktu di Prancis?” Tanya Ibram
“Iyaa” Ucap Keira tersenyum
“WOYY KALIAN BERDUA” Teriak seseorang dari arah depan yang tak lain dan yang tak bukan adalah Rafka
“Aku malu Bram” Ucap Keira menyembunyikan tubuh nya fi belakang tubuh Ibram
“Aku juga malu Kei” Ucap Ibram
Rafka dan yang lainnya langsung menghampiri Ibram dan Keira yang berhenti di sana.
“Kalian darimana aja sih” Kesal Sheila
“Main” Jawab Keira
“Yang ngajak siapa yang di ajak main siapa” Ucap Sheila memutar bola matanya
“Hehe udah sih ah lu kan tau sendiri” Ucap Keira cengengesan sambil menaik turun kan alis nya
“Mentang-mentang lu ya” Ucap Sheila
“Udah-udah, kita kemana nih mau pulang atau mau belanja lagi?” Tanya Arta
“Pasti nya belanja dong” Ucap Keira bebarengan dengan Alisa dan Sheila
“Yaudahh ayokk” Ucap Arta mengulurkan tangannya pada Keira dengan niatan agar dia menggandeng adik nya
Melihat Arta ingin menggandeng Keira dengan mengulurkan tangannya seperti itu membuat Ibram yang langsung menggandeng tangan Keira yang ingin menautkan tangannya ke tangan kakak nya.
“Kamu sama aku aja” Ucap Ibram menautkan tangannya ke tangan Keira
Melihat itu Keira hanya tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya. Sedangkan Arta hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ibram yang terlihat posesif.
“Lu sama gua aja bang” Ucap Sheila merangkul lengan Arta
“Ayoo kita pergi” Ucap Sheila mengajak Arta pergi
“Iyaiya” Ucap Arta yang hanya menurut
“Ayoo kita susulin mereka” Ucap Keira pada yang lainnya
__ADS_1
Mereka semua hanya mengangguk kan kepalanya dan langsung menyusul Arta dan Sheila. Saat ini mereka berada di toko aksesoris, para wanita berniat membeli aksesoris yang lucu-lucu untuk mereka gunakan.
“Bang sini dehh” Panggil Sheila pada Arta
“Kenapa?” Tanya Arta menghampiri Sheila
“Agak mbungkuk dikit dong” Ucap Sheila
Meskipun bingung Arta tetap membungkuk dan menuruti perintah Sheila. Sheila yang melihat itu hanya tersenyum dan langsung mengeluarkan bando yang tadi dia sembunyikan di belakang tubuh nya dan langsung memakaikannya pada Arta.
“Hahaha lucu dehh” Ucap Sheila sambil tertawa
“Masa sih?” Tanya Arta sambil memegang bando yang berada di atas kepala nya
“Sini-sini gua foto bang” Ucap Sheila mengeluarkan ponsel nya
“123 cheese” Ucap Sheila yang bersiap memotret Arta
Arta yang bingung harus bergaya seperti apa tiba-tiba dia langsung terpikir untuk memberikan gaya yang absurd dan tentu nya itu membuat Sheila tertawa terpingkal-pingkal.
“Aduhh-duh perut gua sakit bang hahaha” Ucap Sheila sambil tertawa
“Sini kamu juga pakek kacamata ini” Ucap Arta mengambil kacamata dengan bentuk yang lucu
“Udah pakek aja” Ucap Arta memakai kan kacamata pada Sheila
“Sini ponsel nya kita selfi bareng” SmabungSambung Arta mangambil ponsel Sheila
“Okeoke ayoo” Ucap Sheila bersiap untuk selfi
“Buat wajah yang jelek ya” Ucap Arta
“Oke siap” Ucap Sheila
Mereka langsung mengambil beberapa foto dengan wajah yang sengaja di buat jelek dan absurd.
“Coba bang liat hasil nya” Ucap Sheila
“Oke bentar” Ucap Arta langsung melihat hasil selfi mereka
“Wahh lucuu banget yang ini hahaha” Ucap Sheila menunjuk satu foto yang menurut nya benar-benar lucu
“Sheila, tadi sebelum kita foto kamu inget kan apa yang aku bilang?” Tanya Arta
__ADS_1
“Buat wajah yang jelek, bukan?” Tanya Sheila
“Iya” Jawab Arta
“Terus?” Tanya Sheila
“Kenapa di foto nya kamu masih tetep cantik kan kita udah janji buat wajah jelek” Ucap Arta
“Oh shitt!!” Ucap Sheila memalingkan wajah nya karena salting brutal
“Kenapa Sheil” Ucap Arta yang mencoba melihat wajah Sheila yang memalingkan wajahnya dari dirinya
“Sheilaa” Ucap Arta terus mencoba melihat wajah Sheila
“Udah deh bang aaa” Ucap Sheila menutupi wajah nya
“Coba lihat sini” Ucap Arta menyingkirkan tangan Sheila dari wajah nya
“Kenapa salting ya? Sampe merah gitu wajah nya” Ucap Arta sambil membungkuk kan badan nya untuk mensejajarkan wajah nya dan wajah Sheila
“Bang Artaa” Ucap Sheila memukul dada Arta
“Aduh, hahaha lucu banget sih” Ucap Arta mengacak-acak rambut Sheila
Seseorang yang tak jauh dari mereka saat ini tengah menahan kesal ketika melihat kemesraan yang di lakukan oleh Arta dan Sheila.
“Dia sama gua gak pernah ketawa kayak gitu” Gerutu Rafka
“Cih gitu aja salting” Gerutu Rafka yang semakin kesal
“Cihh lucu apanya” Gerutu Rafka terus-menerus
“Kenapa bro? Panas ya?” Tanya seseorang menepuk pundak Rafka yang tak lain adalah kembarannya sendiri, Rifki.
“Tau!!” Ucap Rafka pergi meninggalkan Rifki dengan perasaan yang masih kesal
“Suka tapi gamau ngaku dasar kembaran begoo” Ucap Rifki sambil menggelengkan kepalanya ketika melihat kembarannya pergi dengan perasaan kesal
.
.
.
Hai guyss... Author comeback... Gimana hari ini? Happy gak?
Oh ya maap yaa author gak update selama beberapa hari terakhir lagi sibuk banget soal nya dan mungkin juga kedepannya bakal gituu(jarang up). terus tuh pas author pingin update kemarin ehh gabisa login dongg kesel banget rasa nya dan akhir nya sekarang author bisa login lagi huhu seneng banget bisa ngabarin kalian lagi.
__ADS_1