My Life With You(Hidupku Bersamamu)

My Life With You(Hidupku Bersamamu)
"Perasaan Aneh"


__ADS_3

"Perasaan Aneh"


Konsentrasi Farel belakang ini menjadi sangat terganggu, Setiap harinya Farel berusaha mencari keberadaan Tiara.. Rasa sesak di dada terkadang membuatnya memejamkan mata dan berdo'a agar bisa bertemu lagi dengan Wanita itu. Perasaan aneh menyelimuti hatinya, Farel entah kenapa sangat merindukan Tiara, awalnya Farel berpikir bahwa ia hanya merasa bersalah namun lambat laun Ia mulai menyadari satu hal.. Ia rindu dengan Senyuman manis Tiara.


Hari pernikahannya sudah dekat tinggal menghitung hari saja, namun Farel seakan tidak peduli lagi bahkan tunangannya Bella mulai merasakan perubahan Farel yang sangat drastis.


"Farel.. Kita adakan dimana resepsi pernikahannya..?"


Tanya Bella kepada Farel., saat ini mereka sedang berjalan ke mall untuk mencari beberapa keperluan.


Farel tidak mendengar, ia terus berjalan tidak menjawab pertanyaan Bella untuknya.


"...."


"Farel.. kenapa kau tidak menjawab"


Ucap Bella membalik tubuh Farel menghadapnya.


Farel memandang wajah Bella dengan tersenyum.


"Umm. Ada apa Bella..?"


"Kita adakan di mana resepsi pernikahan Kita..?"


Tanya Bella mengulang perkataannya tadi.


"Oh.. Itu, Dimanapun asal kau yang memilihnya, aku setuju saja"


Jawab Farel mencoba mempertahankan senyuman di wajahnya.. Lalu kembali melanjutkan langkahnya dengan perasaan tidak nyaman.


Bella mengerutkan kening, Jawaban Farel seperti orang tidak peduli padahal Pria itu sendiri yang terlebih dahulu bersemangat ingin menikahinya.


Bella sebenarnya mulai curiga dengan Farel yang tiba-tiba berubah, Itu di mulai saat Ia meminta di tamani untuk ke Butik mencari baju yang akan di pakai saat hari pernikahan mereka.


Saat itu Farel tidak bisa dengan alasan sangat sibuk .


Di tambah lagi mamanya Farel.. Susi tidak lagi bersikap seperti biasa.

__ADS_1


Bella segera menyusul Farel yang sudah jauh, ia menepis semua kecurigaannya itu.


"Farel.. Kita adakan Di Hotel Playa saja.."


Kata Bella menyarankan.


"Iya.. Di situ saja. Nanti aku akan Booking selama 24 penuh"


Ujar Farel mengangguk setuju.


Lalu langkah tiba-tiba terhenti lagi, Ia melihat sebuah Boneka Kucing berwarna putih.


"Bella.. Apa kau suka dengan Boneka di sana..?"


Farel bertanya menunjuk sebuah boneka kucing cukup besar.


"Tidak.. Kau lupa yah.. Aku tidak pernah suka dengan Boneka dari dulu"


Ujar Bella menggeleng.


"Oh.."


"Farel.. Ayo kita bermain itu saja"


Ajak Bella melihat permainan di dalam Mall, permainan bola Basket.


"Ayo.. "


Farel setuju lalu Bella merangkul lengan Pria itu dengan senyuman berkembang.


Farel & Bella menghabiskan waktunya di sana selama beberapa jam, melupakan tujuan mereka yang sebenarnya.


***


Sudah sebulan Tiara kembali ke rumah orang tuanya, Walau keadaannya tidak membaik Tiara tidak mau di rawat di rumah sakit dengan berat Hari Toni dan yang lainnya menuruti keinginan Tiara.


Namun ternyata Toni sama sekali tidak membiarkan Tiara keluar dari kamarnya, hanya waktu makan saja Toni akan membawa Tiara ke meja makan. Perceraian Tiara dan Farel sudah hampir selesai tinggal menunggu waktu.

__ADS_1


Ratih menatap Toni dengan wajah tidak percaya atas tindakan toni yang terlalu ikut campur mengenai Tiara.


"Toni.. Nak, apa kau yakin dengan keputusanmu yang ini..?"


Tanya Ratih kepada Toni.


"Iya.. Nenek, aku mengambil keputusan ini semata-mata demi Tiara, aku tidak mau melihatnya semakin sedih karena suaminya memiliki Istri lain dan Perceraian adalah jalan keluar yang paling baik"


Jawab Toni.


"Tapi bagaimana jika Farel mendapatkan kembali ingatannya, Toni Nenek minta kau jangan gegabah.. Lebih baik kalian memberikan waktu untuk keduanya.."


Ujar Ratih kembali, Ia tau Tiara sangat mencintai Farel dan mungkin tidak pernah mau berpisah dari Farel.


Toni berdecih tidak suka..


"Tidak.. Nenek, pernikahan Farel akan di langsungkan beberapa hari lagi, aku juga sudah memikirkan ini.. Nenek berhentilah memintaku untuk memikirkannya, yang penting saat ini adalah kehidupan Tiara selanjutnya"


Ratih hanya menghela napas pasrah, Toni juga cukup keras kepala walau tidak seperti Tiara.


"Ya sudah kalau begitu, sebaiknya kita pergi dari sini secepatnya"


"mungkin inilah akhir dari harapan Tiara.. Nenek dan kakek akan membawanya ke Amsterdam agar bisa melupakan Farel untuk selamanya"


Ujar Ratih.. Sebetulnya Dia cukup mengerti keputusan Toni, anak itu benar tidak akan ada yang berubah jika Farel dan Tunangannya sudah menikah, dan mungkin Tiara akan patah hati selamanya jika tetap melanjutkan hubungan mereka.


"Iya nenek sebaiknya kita membawanya pergi dari sini sebagai kakak aku tidak ingin melihat adikku perasaannya terluka jika mengetahui perihal Suaminya "


Toni dan Keluarganya akan pindah ke Amsterdam demi kebaikan Tiara... Tiara harus menjauh dari Farel untuk selamanya agar bisa memfokuskan dirinya melakukan perawatan. minggu depan dihari pernikahan Farel hari itu juga Tiara akan dibawa pergi dari negara ini.


.


.


.


.

__ADS_1


Tbc..!!!


__ADS_2