
"Farel..."
Satu kata keluar dari mulut Tiara, Tiara hampir menangis melihat suaminya sendiri akan menikah dan acaranya sedang berlangsung.
"Deg."
mendengar suara seseorang memanggil namanyal, Farel seketika berbalik dan terkejut, melihat Tiara berdiri tidak jauh dari tempatnya, Wanita itu yang selalu mengganggu pikirannya selama beberapa bulan ini.
Farel melepaskan tangan Bella yang menahannya, Farel tidak sadar dengan apa yang dia perbuat saat melihat Tiara dan memanggil namanya.
Dengan langkah perlahan Farel mulai mendekatinya, Ia memperhatikan penampilan Tiara yang tampak kusut tubuh wanita itu di penuhi luka seperti orang yang habis jatuh.. Hati kecilnya tidak sanggup melihat Tiara seperti itu. Tiba-tiba kepala Farel terasa sakit namun dia mencoba menahan itu.
Tangan Farel menagkup wajah Tiara dan wanita itu tersenyum hangat kepadanya seperti setiap saat mereka berjumpa..
"Tiara.. Kau datang, kenapa penampilanmu kacau begini.. Apa yang telah terjadi kepada mu..?" Tanya Farel dengan raut wajah khawatir dan sulit di sembunyikan.
"Farel, ada sesuatu yang harus kusampaikan kepada mu.. Aku minta maaf telah mengacaukan pernikahan mu.. Tapi ada yang harus kau tau." Ujar Tiara dengan lirih.. Ia menundukkan kepalanya karena takut Farel akan mengeluarkan ucapan yang menyakitkan.
"Katakan saja... Aku akan mendengarnya, Tiara..!" Kata Farel lembut lalu merapikan rambut acak-acakan wanita itu.
Susi memperhatikan keduanya dengan wajah sedih, kenapa kehidupan mempermainkan kedua pasangan suami istri itu.. Air mata wanita paruh baya tersebut tanpa sadar menetes.
."Maafkan Mama Tiara.. Farel" Gumannya dalam hati.
"Apa yang terjadi Bella..?" Tanya Ayah Bella kepada putrinya.
"Aku tidak tau, kenapa papa bertanya kepada ku" Jawab Bella tidak melepas pandangannya dari Farel dengan Tiara.
Para tamu yang berada juga ikut terdiam sambil memperhatikan Tiara dan Farel.
"Tiara.. Katakan..!!" Farel menguncang tubuh Tiara pelan karena wanita di hadapannya ini hanya terdiam.
Tiara mengangkat wajahnya ia sudah hampir sampai batas kemampuannya napasnya mulai sesak, dengan berusaha sekuat tenaga Tiara menatap wajah Farel.
"Apa kau akan mempercayai ku... Jika aku mengatakan bahwa-.. " lirihnya berhenti sesaat mengatur napasnya mulai berat.
__ADS_1
Farel semakin menatap bingung ke arah Tiara yang mulai melemah.
"Mengatakan apa..? Jangan membuat ku penasaran seperti ini.. Tiara." Desak Farel tidak sabar mengguncang bahu Tiara pelan.
Tubuh Tiara yang sudah dari awal sangat lemah sudah tidak sanggup bertahan pandangannya mulai kabur ucapan dari Farel tidak terdengar lagi.. tiba-tiba saja Tiara pingsan di hadapan Farel.
"Tiaraaaaa" Farel sontak kaget..
Tanpa aba-aba dia mengangkat tubuh Tiara yang sudah lemah, dengan cepat Farel berlari keluar dari Hotel menuju Mobilnya membawanya ke Rumah sakit secepatnya, Farel sudah tidak menghiraukan pernikahannya, Ia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk kepada wanita ini.
Saat di perjalanan menuju rumah sakit, Wajah Tiara semakin pucat, seperti sudah tidak ada aliran darah.. Farel mempercepat laju mobilnya, Apa yang sebenarnya terjadi kenapa wanita ini.. Kenapa Tiara menemui walau kondisi tubuhnya sendiri tidak baik..
"Tiara.. Apa yang sebenarnya kau ingin sampaikan.." Guman Farel melirik sekilas Tiara.
"Aku mohon bertahanlah," Ucapnya penuh harap.
Detak jantung Farel semakin cepat, tidak terduga air mata sudah menetes.. Entah kenapa hatinya sangat perih membayangkan terjadi sesuatu yang buruk kepada Tiara sebelum sampai di rumah sakit.
"Siapa sebenarnya kau bagiku. Kenapa aku merasakan sebuah perasaan aneh setiap kali kau ada bersamaku, Kerinduan yang setiap saat menyiksa ku.. Tiara aku mohon jangan tinggalkan aku.." Lirih Farel sesekali melirik ke arah Tiara dengan laju mobil yang sangat kencang.
Beberapa saat kemudian..
Tiara di di naikkan ke bangkar tersebut, Farel hanya terdiam melihat wanita itu perlahan menghilang dari pandangannya, entah kenapa dia sangat khawatir dengan Tiara perasaan takut kehilangan menyelimuti hatinya.
"Farel.." Panggil seseorang membuat Farel langsung menoleh ke arah orang tersebut yang ternyata ayahnya sendiri.
Fendo menepuk bahu anaknya lantas memeluknya..
"Apa Kau sudah tau semua kebenarannya..? Apa Tiara sudah mengatakan kepadamu..?" Tanya Fendo.
Farel menggeleng..
"Belum pah.. Tiara tiba-tiba pingsan saat itu."
Fendo menghela napas kasar lalu memejamkan mata.
__ADS_1
"Sebaiknya kita pulang, nanti aku yang akan mengatakan segalanya.. Keluarga Tiara sudah menuju kesini" Ajak Fendo menarik tangan putranya tersebut.
Farel mengangguk menurut, ia sangat lelah hatinya juga lelah pikirannya sangat kacau, ia sangat penasaran rahasia apa yang sebenarnya di sembunyikan oleh semua orang kepadanya, dan hal yang paling membuatnya penasaran adalah tentang siapa Tiara di masalalunya.
***
Toni sampai di rumah sakit berlari kesetanan, Ia benar terkejut mendengar bahwa Tiara kabur dan kini di berada di rumah sakit dalam keadaan koma.
Di dalam ruangan ICU, Tubuh Tiara kembali di pasangi beberapa alat penopang hidup seperti beberapa bulan yang lalu saat ia menemukan adiknya untuk yang pertama kali, dengan langkah yang berat Toni mendekati adiknya.
Toni menangis ia tidak rela kehilangan Tiara untuk selamanya..
"Tiara ini kakak sayang.. tolong buka matamu jangan pergi tinggalkan aku sendiri di sini.." Lirih Toni mencium kening Tiara.
Andy begitu jelas melihat kerapuhan Toni, ia lantas berdiri dari sofa lalu mendekat kesamping Toni.
"Toni kau jangan sedih Tiara adalah wanita yang kuat" Ucap Andy menepuk punggung Toni menenangkan putranya tersebut.
Toni tidak menyahut, ia memilih untuk terdiam menatap adiknya yang terbaring di atas bangkar.
"Toni biarkan Papa dan mama yang menemani Tiara, kau segera urus penerbangan kita ke amsterdam" lanjut Andy. Kini Toni berbalik ke arah ayahnya tersebut di sertai anggukan pelan.
Toni harus memisahkan Tiara dari Farel secepat mungkin, Ia tidak mau jika adiknya kembali bersama dengan Farel lagi pula ini akan menjadi kesempatan yang bagus dan jalan terbaik untuk semua orang.
***
Beberapa jam kemudian, menggunakan jet pribadi, Toni dan keluarga membawa Tiara menuju amsterdam di sana dia akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memberikan pengobatan untuk Tiara dengan tenang tanpa adanya hambatan dari keluarga Farel, Toni tidak tau jika keegoisannya kelak akan menjadi sebuah bumerang baginya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.. !!!