
Farel mengajak Putranya jalan-jalan pagi bersamanya itu sudah menjadi rutinitasnya setiap pagi hari. Ia selalu berjalan mengelilingi kompleks perumahan sembari menyapa beberapa tetangga yang di jumpai oleh nya.
Sedangkan Tiara akan melakukan pekerjaan rumah jika anak nya tidak ada dirumah.
Satu jam kemudian...
Farel sudah kembali dari jalan-jalan pagi dengan putra kesayangannya, mereka mendekati Tiara yang sedang memasak sarapan untuk mereka.
"Sayang.. Kami sudah pulang"
Ucap Farel mendekati Tiara yang masih tidak menyadari kedatangannya.
Tiara berbalik dan menatap ke arah dua pria dihadapannya..
" oh.. Sudah pulang kesinilah aku akan menyiapkan sarapan untuk kalian.."
Tiara memanggil suami dan Anaknya untuk duduk di kursi depan meja makan.
Tiara menyiapkan sarapan untuk suaminya berupa sebuah salad sayur-sayuran sedangkan untuk putranya ia memberinya bubur sum tulang iga sapi, dengan lahap Farel memakan sarapan yang di buat istrinya ia memperhatikan Putranya yang belajar menyuap sarapannya.
"Hati-hati sayang.. "
Ucap Tiara membersihkan mulut Felix yang belepotan.
"Ma.. Ma"
"Ada apa sayang..?"
Tanya Tiara ketika Felix memanggilnya.
Felix menunjuk sebuah Robot yang berada di atas meja meminta Tiara untuk mengambilkan mainan tersebut.
Tiara pun memgambil mainan robot tersebut lalu memberikannya kepada Felix yang baru selesai menyantap sarapannya.
__ADS_1
Farel menyusul Putranya yang sudah berada di ruang keluarga dengan para pengusuh yang setiap hari menjaga putranya jika ia dan Tiara sedang bekerja.
"Felix.. Kesini sayang"
Panggil Farel, Felix yang di panggil cuma melihat ke arahnya sebentar lalu kembali bermain lagi.
Merasa di abaikan oleh putra sendiri Farel kembali menemui Istrinya untuk mengeluh, Tiara baru selasai membersihkan meja makan menyegirkan kening ketika melihat Farel kembali lagi ke dapur.
"Sayang.. "
Panggil Farel di sudut kulkas sudah seperti bocah yang menginginkan sesuatu dari ibunya.
"Ada apa Farel kenapa kau berdiri di situ, kenapa lagi dengan Felix kau diabaikan lagi seperti kemarin"
Ujar Tiara terkekeh mencoba menahan tawanya yang akan segera meledak.
"Um.. Sayang"
Farel semakin merajuk di samping Istrinya yang masih terlihat sibuk sendiri.
"Hahhahahaha ada apa Farel, jangan membuat wajah seperti itu , aduh perutku sakit"
Farel tersenyum miris melihat nasibnya kini sudah di abaikan oleh putra sendiri ditambah istrinya yang menertawakan dirinya yang tampak menyedihkan itu. Farel semakin mendekatkan tubuhnya ke istrinya lalu mencium bibirnya agar Tiara berhenti untuk menertawakan dirinya.
Tiara yang sempat terkejut dengan ciuman tiba-tiba dari Farel kini membalas ciuman itu selama beberapa menit mereka berciuman dengan mesra tidak menyadari bahwa Felix memperhatikan perbuatan mereka yang seharusnya tidak di lihat olehnya.
"Mama"
Panggil Felix menghentikan aksi dari kedua orangtuanya itu.
"Menjauhlah.. Felix melihat kita"
Ucap Tiara mengalihkan pandangannya ke arah Felix.
__ADS_1
Tiara terkejut langsung mendorong tubuh farel lalu mendekati Felix lantas ia menggendong anaknya ke kamarnya ia tidak ingin, Felix berpikiran yang tidak-tidak ia waspada meski usia Felix masih dua tahun.
***
Siang harinya Farel bersantai di ruang belanjanya. Menunggu Istrinya membawakan Kopi untuknya.
"ini minumlah.. "
Ucap Tiara memberikan secangkir kopi.
"Sayang bagaimana jika kita memberikan Felix adik kecil"
Farel mengungkapkan isi pikirannya selama ini, sudah beberapa bulan yang lalu ia sangat menginginkan anak lagi.
"Nanti saja.. Lagi pula Felix baru berumur dua tahun, dan kita sama-sama sibuk belakang ini"
"Tapi.. Sayang bukannya akan bagus jika kita memiliki Anak lagi"
"Sudah kukatakan nanti saja..!! "
Ucap Tiara keras kepala.
"Ayo lahh.. Sayang"
Bujuk Farel tidak henti-hentinya, namun sayang Tiara sama sekali tidak mempedulikan permintaannya, Farel pun menyerah ia sudah tau betul sifat keras kepala dari Istrinya yang tidak akan pernah bisa dilawan apa pun caranya.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc....!!! 😁😁😁