My Life With You(Hidupku Bersamamu)

My Life With You(Hidupku Bersamamu)
Extra Part End


__ADS_3

Hari pernikahan Gery dan Clara akhirnya akan dilaksanakan beberapa jam lagi, Gery menatap pakaian pernikahan ia menilai sendiri penampilannya tanpa memperhatikan mempelainya yang berada di sampingnya.


"Aduhaiii lihatlah.. Dirimu Gery berhentilah bercermin terus nanti wajah tampanmu luntur"


Ejek Clara ia sudah dari tadi memperhatikan kelakuan dari calon suaminya itu.


Lantas Gery langsung menatap ke arahnya dengan merentangkan tangan meminta penilaian darinya..


"Cla.. Apa aku sudah tampan atau masihada yang kurang"


Tanyanya..


"Iya.. Iya... Berhentilah menilai dirimu, nanti yang melihat mu akan takjub dengan ketampanmu"


Clara memuji Gery berharap agar Gery menghentikan kelakuannya.


***


Ditempat lain Tiara dan keluarganya baru saja sampai di sana, ia datang bersama dengan orang tuanya dab juga Felix yang selalu menempel di sampingnya..


sedangkan untuk Farel sendiri ia juga datang namun tidak bersama dengan Istrinya karena Tiara memintanya agar sedikit menjauh darinya, sudah hampir beberapa hari ini Tiara tidak lagi bersikap manis kepadanya maupun romantis.


"Farel kesinilah.. "


panggil Tiara membuatnya sangat bahagia dan juga ada rasa takut di hatinya sendiri.


"Ada apa sayang.. "


tanya Farel tersenyum...


"Ada yang ingin kusampaikan kepadamu jika kita sudah pulang, ini mengenai hubungan kita kedepannya"


ucap Tiara membuat jantung Farel berdetak sangat kencang yang ditakutkan kini akan terjadi sebentar lagi.


"apa itu..!? "


tanya Farel menahan air matanya.


"Nanti saja.. ayo kita menemui pasangan baru itu"


ajak Tiara merangkul lengan Farel.


Farel hanya terdiam ia tidak akan melepas kesempatan ini jika ini yang menjadi kebersamaan terakhirnya dengan Tiara ia minta kepada Tuhan agar waktu dapat di hentikan selamanya.


Dengan melangkah bersama Tiara dan Farel memberikan selamat untuk Gery dan Clara atas pernikahan keduanya..


"Wah.. akhirnya Kau menikah Juga Gery, semoga kau mempunyai banyak anak"


ucap Tiara melirik Gery dan Clara secara bergantian.


"Itu sudah pasti, berapapun yang di inginkan Clara aku sanggup"


Gery hanya menjawab asal-asalan sambil tertawa di ikuti oleh Istrinya dan juga Tiara.

__ADS_1


"Kau kenapa.. Farel kok wajah mu murung..?"


tanya Gery melihat sahabatnya tidak bersemangat sama sekali.


"Tidak kok.. aku hanya sedikit sakit sepertinya"


ujar Farel sekilas. lalu berlalu setelah mengucapkan selamat kepada sahabatnya.


Tiara yang sudah dari tadi sudah siap mengatakan kejutan untuk Fare, mengajak Suaminya ke suatu tempat untuk mereka berdua berbicara ..


-Di taman belakang dekat pantai tempat resepsi Farel sudah menyiapkan mentalnya apa pun yang akan di sampaikan oleh Istrinya akan ia terima asalkan Tiara bahagia.


"Umm.. Farel"


ucap Tiara, membuat Farel langsung menatap ke arahnya.


"apa yang ingin kau sampaikan Sayang, Katakan lah aku sudah siap apapun yang akan terjadi"


ujar Farel tidak jelas. bahkan air mata sudah menetes sebelum Tiara mengatakan ucapnya.


Tiara heran dengan suaminya ini, ada apa kenapa Farel menangis ia belum menyampaikan sebuah kebahagiaan justru Farel lebih dulu menangis.


"Hei.. kenapa kau menangis, belum juga kusampaikan kau sudah begini"


Ucap Tiara...


ia menghela napas lalu menyuruh Farel mendengar yang akan di sampaikan..


"Berhentilah menangis Farel atau aku tidak akan mengatakannya"


"Dengarkan baik-baik Farel... "


kata Tiara memandang Suaminya serius..


"Aku Hamil.. "


Farel mendengar ucapan istrinya sejenak, seketika ia membulatkan matanya, Tiara hamil?, apa. maksudnya..?"


"Apa Sayang coba ulang"


"Aku HAMILLLL"


"Kau hamil? bagaimana bisa bukannya kau tidak mau menambah anak dulu, bahkan waktu itu kau menolak Sayang"


ujar Farel dalam kebingungan, ia belum mengerti pengakuan Tiara.


lantas Tiara merasa sangat dongkol menghadapi suaminya yang tiba-tiba bodoh atau apalah..


"Kau tidak senang dengan kehamilanku, Apa kau selama ini tidak menyadari perubahan sikapku itu semua adalah karena aku hamil Farel"


ucap Tiara menyegirkan kening.


"Aku kira.... "

__ADS_1


Farel tersetak ia mengira Tiara sudah tidak mencintainya namun ternyata hanyalah pikiran bodohnya saja, ia langsung mengukir senyuman ke arah Istrinya lalu memeluknya erat.


"Kira apa.. hah"


"Tidak sayang, Aku mencintaimu terimakasih telah mengabulkan keinginanku Sayang, Aku Mencintaimu selamanya jangan pernah pergi dariku"


Ucap Farel sambil mengelus perut Istrinya ia sangat lah bathgia keinginannya sudah terwujud.


"Farel kau suka dengan kejutan dariku"


Tanya Tiara sekejap sudah tidak kesal lagi.


"Iya.. sayang sangat suka, Terimakasih"


jawab Farel mencium pipi dan kening Istrinya sayang.


Beberapa waktu mereka berduaan meninggalkan Felix bersama dengan Kakek dan Neneknya...


***


Lima tahun kemudian...


Tiara sudah merasa hidupnya sangat lengkap ia hidup dengan orang yang paling dicintainya dan juga dua orang putra yang selalu mengisi hari-hari mereka.


"Felix adikmu mana..?"


"Mama.. Fars? aku tidak tau"


jawabnya tidak peduli Felix lebih suka dengan buku di tangannya.


Tiara mendesah pelan Felix memang tidak terlalu peduli dengan Fars anak keduanya, entah itu di mulai sejak kapan.


"Sayang, kami disini"


ujar Farel baru memasuki rumah dengan Fars di atas gendongannya.


"kalian bertiga berkumpul di sini jangan banyak bergerak ok, terutama kau Felix kau ini sudah bukan anak kecil lagi jadi jangan membantah"


mereka yang di omeli oleh Tiara hanya duduk tergugu tidak berbicara sama sekali, Karena mereka bertiga melakukan kesalahan fatal.


Farel yang selalu lembur hampir tengah malam tidak punya waktu dirumah, Felix yang selalu mengabaikan orang-orang sekitarnya sedangkan si kecil selalu mengganggu para pelayan dengan berbuat kekacauan.


Begituan kehidupan Tiara dan Farel bersama kedua putranya setiap hari. dalam rumah tangga memang ada kalanya berada dalam keadaan yang berbeda setiap saat tidak selalu sama bahkan tidak seperti yang kita inginkan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


-Tamat (END)


__ADS_2