
Tiara mempersiapkan kejutan untuk suami nanti saat pernikahan Gery di sana ia akan mengatakannya.
Di dalam kamar mandi ia terkekeh sendirian..
"Hehehhehe, pasti Farel suka dengan kejutan dariku"
Gumannya sambil melihat hasil tes pack di tangannya..
Sebenarnya ia sudah merasakan tanda-tanda awal kehamilan sebelum permintaan Farel hari itu, Tiara akan menyimpannya terlebih dahulu karena kehamilan keduanya tidak terlalu merepotkannya ataupun tidak akan membuat Farel curiga.
Tiara keluar dari kamar mandi langsung mengubah mimik wajah yang tadinya berwajah bahagia langsung di ubah menjadi datar ketika melihat Farel menunggunya di atas tempat tidur.
"Sayang kemarilah.. "
Panggil Farel melambaikan tangan.
Tiara pun berjalan ke arahnya lalu duduk di sudut karena takut jika suaminya akan langsung menerkamnya.
"Sayang kenapa kau jauh sekali mendekatlah.. Aku hanya ingin memelukmu sambil tidur"
Ujar Farel tidak berbohong, ia tidak bisa memaksa Istrinya saat seperti ini.
"Janji.. Yah jangan melakukan apa-apa pelukan saja Ok"
Tiara memastikan perkataan Suaminya.
Farel mengangguk seraya menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya lalu tertidur.
***
Pagi harinya...
Tiara sudah menyiapkan seluruh kebutuhan suaminya untuk bekerja, sedangkan Farel baru selesai membersihkan dirinya.
__ADS_1
"Farel ini pakaianmu, aku mau Kekamar Felix dulu"
Ujar Tiara memberikan setelan jas yang di pakai suaminya bekerja.
"Iya sayang.. "
Balas Farel mengambil pakaiannya lalu mengecup kening Tiara agak lama.
Tiara sangat risih ia mendorong Tubuh Farel yang masih saja belum melepas kecupannya..
"Stop.. Farel, nanti Felix menangis"
"Baiklah.. "
Farel melepas kecupannya, ia hanya sedikit kecewa tingkah Tiara belakang ini sering tidak menyukai semua Perhatiannya.. ia melihat punggung istrinya yang perlahan menghilang di balik pintu kamar,
-30 menit kemudian..
"sayang.. kenapa kau tidak menunggu ku..?"
tanya Farel ia menatap Istrinya sedih. ini pertama kalinya Tiara tidak menunggu kedatangannya lagi-lagi hatinya terluka ia takut jika perasaan Tiara sudah berubah dan tidak mencintainya lagi.
Tiara menghentikan suapannya lalu tersenyum..
"Aku sangat kelaparan Farel, jadi aku makan duluan saja, kau sih lama sekali"
ujar Tiara lalu kembali menyuap makanan ke mulutnya.
"Maaf Sayang.."
"Tidak perlu Farel, kau makan saja sarapanmu"
Farel pun menyantap sarapannya tidak bersemangat sama sekali dan Tiara juga tidak pernah melihat ke arahnya perhatian istrinya hanya untuk Anaknya semata, Farel merasa sangat aneh ia tidak akan pernah sanggup jika Tiara berniat meninggalkan dirinya karena tidak mencintai dirinya lagi.
__ADS_1
lima menit Farel hanya menyuap beberapa sendok makanan ke mulutnya lalu menghentikan kegiatan sarapannya.
"Kenapa tidak di habiskan..? "
tanya Tiara..
"Sudah kenyang sayang... sepertinya aku sudah terlambat masuk kerja"
Jawab Farel melihat jam tangannya, ia berdalih saja.
"Pergilah.. hati-hati di jalan"
Ucap Tiara, ia sangat malas mengantar suaminya hingga depan pintu mungkin karena hormon kehamilannya. Tiara berucap tidak bergerak dari tempatnya.
Lagi dan Lagi Farel merasa hatinya sakit, jika benar Tiara sudah tidak mencintainya, Farel tidak akan bisa hidup dengan Normal lagi. lihat saja Tiara sudah berubah tidak mengantarnya hingga depan pintu padahal dulunya Tiara akan selalu melakukannya lagi.
"Pasti gara-gara aku yang menginginkan anak lagi Jadi tiara menghindariku, tapi apa salahnya sih.. "
Guman Farel memasuki mobil miliknya, lalu melajukanya perlahan berharap Tiara akan muncul di depan pintu.
namun sayang hingga ia menjauh sekalipun Tiara sama sekali tidak muncul juga..
.
.
.
.
.
Tbc.. !!!
__ADS_1