
Farel sudah memberikan bukti yang menjadi penyebab kecelakaannya dua tahun lalu kepada papa dan mamanya.
Fendo dan Susi tidak menyangka bahwa Friska akan melakukan rencana kejam kepada putra satu-satunya itu . Ini bahkan tidak pernah terpikirkan sekali pun.. Fendo bahkan sudah mengamuk di kediamannya dan tidak bisa berpikir jernih hampir saja Ia menghabisi adiknya sendiri yang waktu itu kebetulan Friska mendatangi Rumahnya.
Jika saja tidak di tahan oleh Farel dan Istrinya pasti Friska hanya tinggal nama saja..
"Papa kita harus bagaimana..! "
Ucap Farel yang melihat papanya masih marah.
"Sudahlah biar papa yang mengurus tantemu itu dia akan mendapat imbalan yang setimpal "
"Tapi papa.."
"Kau temani saja istrimu pasti Tiara sudah menunggumu dirumah... Biarkan papa saja yang mengurus segalanya kan ada Gery yang ingin membantumu"
Farel pergi dari rumah papanya percuma jika dia ingin ikut campur papanya sudah melarangnya..
***
Farel segera pulang kerumahnya karena tidak ingin melihat istrinya khawatir di rumah. Tidak lama kemudian Farel memasuki halaman rumahnya ternyata sudah ada Tiara berdiri di depan pintu menunggu dirinya pulang..
"Sayang kenapa kau keluar nanti masuk angin lagi "
Farel yang sudah berada di hadapan Tiara.
"Kau kenapa lama sekali"
"Tadi papa sempat mengamuk sayang jadi aku agak lama deh.. "
__ADS_1
Tiara merasa pusing langsung jongkok di hadapan Farel sambil memegang kepalanya yang berdenyut sakit.
"Sayang kau kenapa.."
Panik farel melihat istrinya dan membawanya masuk ke dalam rumah mendudukannya di Sofa.
Salah satu pembantu menghampirinya dan mengatakan bahwa Tiara belum makan dari tadi karena menunggu kedatangannya.
"Aku tidak apa-apa hanya sedikit pusing saja"
"Sayang kau harus makan.. Tidak usah menungguku datang bagaimana jika kau sakit sayang"
"Aku bilang tidak apa-apa Farel.. "
"Baiklah kau memang Istriku yang sangat keras kepala.. Tapi Tetap saja aku mencintaimu sayang ayo kita makan bersama atau kau ingan aku memasak untukmu kali ini sayang"
"Terserah deh" Tiara masih kesal dengan suaminya itu.
Tidak lama kemudian farel sudah membawakan bubur ayam spesial untuk istrinya tercinta...
"Sayang... Aaaaaa"
Menyuapi sesendok bubur kepada tiara. Tiara membuka mulutnya tanpa sengaja karena merasa sangat kelaparan gara-gara hanya ingin makan bersama dengan suaminya.
Farel senang melihat mangkuk yang tadinya penuh menjadi kosong.
"Sayang kau pasti sangat menyukai masakanku lain kali akan kubuatkan yang lebih spesial"
"uh.. Sangat enak. Tapi.. " ucap Tiara membuat suaminya penasaran.
__ADS_1
"Tapi?? Kenapa sayang"
"Kurang banyak aku masih lapar"
Farel tertegun mendengar ucapan istrinya yang masih lapar padahal ini adalah porsi besar bahkan lebih besar dari yang biasanya. ferel kembali kedapur membuatkan makan lain untuk istrinya.
Tiara menghampiri Farel yang masih memasak untuknya memeluknya dari belakang membuat Farel kaget setengah mati..
"Ini Aku farel... bukan orang lain jangan bergerak seperti ini dulu untuk sebentar saja" tiara masih memeluk farel yang tidak bergerak sedikitpun. hingga mencium bau gosong dari masakan farel.
"Sayang lepas dulu lihat masakanku sudah gosong deh.. "
ucap farel mengankat masakanya yang sudah menghitam.
"Biar aku yang memasak untuk sayang.."
Tiara ingin menggantikan suaminya untuk memasak karena sudah menjadi tugas seorang Istri memasak untuk suaminya.
Farel tidak bisa melawan kemauan dari Istrinya bagaimanapun Tiara akan menang karena sifatnya yang tidak akan pernah berubah "Keras kepala"
.
..
.
.
Tbc.. ...!??
__ADS_1