My Life With You(Hidupku Bersamamu)

My Life With You(Hidupku Bersamamu)
"Firasat"


__ADS_3

Semenjak pertemuan itu Tiara masih berpikir, rasanya kini hampa setelah melakukan pengorbanan Tiara hanya bisa menelan kecewa dengan ucapan suaminya ketika pertemuan terakhir mereka kemarin.


"kenapa Kau melupakan aku Farel.."


Lirih Tiara memandang lalu memeluk foto pernikahannya sendiri dalam raungan kesedihan.


Toni sudah keluar dari kamar Tiara..sungguh jiwa Tiara sesudah hilang kemarin malam.


"aku akan berusaha mendapatkan mu lagi Farel, di aku masih istrimu"


Gumannya bertekad, ia harus kembali berjuang dari awal. Meskipun kondisi Tubuhnya tidak mendukung Dia harus tetap semangat untuk mendapatkan Cintanya kembali ke sisinya.


***


Tiara berusaha berjalan lagi namun hasilnya tidak membuahkan hasil sama sekali, Terkadang Toni membantunya.


Entah sudah berapa kali Tiara pingsan selama masa itu, Toni menghubungi dengan panik Bimo agar kerumahnya dengan membawa beberapa Dokter spesialis. Tidak peduli berapa pun bayaran untuk demi kesembuhan Tiara adiknya.


Bimo segera datang secapat mungkin. Sahabat Tiara yang keras kepala tidak pernah mau mendengarkan peringatan darinya sebagian dokter.


"Toni...Tiara dimana ?"


Bimo melihat Toni mondar-mandir di depan pintu rumah.


Toni menoleh ke arah Bimo yang baru datang dan mengajaknya masuk kedalaman.


"Kau sudah datang, Cepatlah masuk Tiara tiba-tiba pingsan lagi."


"Aku takut kehilangan Adikku "


"Aku sudah membawa beberapa Dokter Spesialis penyakitnya Tiara, Aku akan menempatkan beberapa Dokter disini untuk menjaga Kondisi Tiara"


Bimo mengangguk paham dengan kekhawatiran Toni, ia sudah membawa semua dokter spesialis di rumah sakit miliknya.


Baberapa dokter masuk kekamar Tiara untuk memeriksa keadaannya, Dokter menyarankan agar Tiara segera mendapatkan pendonor Ginjal jika tidak Tiara harus melakukan cuci darah minimal 2 kali seminggu.


Toni sudah mencari pendonor untuk adiknya namun belum ada yang cocok. perasaannya semakin takut kehilangan Tiara untuk kedua kalinya.


***


Farel menatap keluar jendela kantor melihat pemandangan dari atas gedung itu.. agar beban pikirannya sedikit berkurang.


Kecelakaan yang terjadi kapadanya 2 tahun lalu tidak ada yang membahasnya seperti seolah disembunyikan oleh seseorang dan sengaja di rahasiakan dari dirinya. Sudah beberapa kali Ia meminta kepada Papanya agar mengatakan kronologi kecelakaan itu, tapi papanya seolah tidak pernah peduli dengan pertanyaannya itu


"Apa yang terjadi Dua tahun yang lalu.."


Pikir Farel dalam belenggu kebimbangan.

__ADS_1


"Apa aku telah melakukan kesalahan Fatal, tapi apa itu..??, kenapa firasat ku selalu mengatakan ada yang aneh saat kecelakaan hari itu"


Farel sudah tenggelam berusaha mengingat memori yang hilang di otaknya, ia tidak menyadari kedatangan Tunangannya ia masih tenggelam dalam pikirannya. Bella heran dengan sikap Farel yang mulai berubah belakangan ini, Farel tidak pernah lagi mengajaknya untuk keluar jalan-jalan bersama.


"Farel? , apa yang kau pikirkan hingga tidak menyahut ketika Aku panggil"


Ujar Bella kini sudah masuk dan berdiri bersedekap dada.


"Farel apa yang mengganggu pikiranmu dan kenapa Sikapmu belakangan ini berubah. Aku tidak mengerti dengan dirimu kali ini" tanya Bella lagi kepada Farel yang masih melamun tidak menanggapinya.


Baru beberapa detik kemudian Farel tersadar dari lamunanya melihat Bella tengah berada di hadapannya.


"Kau sudah datang maaf aku tidak menyadari kedatanganmu"


Farel meminta maaf.


" sudahlah ini aku bawakan makanan kesukaanmu"


Bella tidak bersemangat lagi. Ia lebih memilih membuat nampan makanan yang di bawa untuk Farel.


"Iya"


Sementara asik ngobrol Farel melihat kedatangan papanya dan melihat Bella yang duduk disampingnya.


Krek..


Ujarnya masuk begitu saja mengabaikan senyuman dari Bella untuknya.


"Proyek apa pah.. "


"Cuma proyek pembangunan sebuah apartemen kau tidak menolaknyakan"


Fendo sama sekali tidak menghiraukan kehadiran bella di sana. Ia berbicara dengan menganggap hanya berdua saja dengan Farel saja.


"Akan aku pikir dulu Sebentar lagi pernikahanku dengan Bella pah"


Kata Farel melirik ke arah tunangannya itu.


Fendo menautkan kedua alisnya tidak suka.


"Pikiran baik-baik pernikahan kalian masih bisa di undur terlebih dahulu... proyek ini tidak bisa ditunda jika kau tidak mau masih banyak orang mau melakukannya"


"Tapi.. Pah"


Fendo keluar dari ruangan itu Ia sudah tidak mendengar Ucapan Farel yang hendak mengelak, karena merasa sangat risih dengan kehadiran Bella disana.


Bagaimanapun juga Ia akan segera memberitahukan semuanya kepada Farel ia tidak ingin melihat Menatunya terus sendirian di masa-masa yang sulit.

__ADS_1


Setelah Fendo keluar Bella melemaskan wajahnya.


"Sepertinya papa tidak menyukai kehadiranku deh, Bagaimana caranya agar aku bisa merebut hati papa."


"Bella papa hanya pusing dengan pekerjaannya ini tidak ada kaitannya dengan kehadiranmu. Jangan berpikiran seperti itu"


Ujar Farel menenangkan Bella.


"nanti kita akan menikah juga. Papa sudah merestui kita"


Lanjutnya lagi membuat Bella tersenyum bahagia.


"Iya.. Iya... Aku mau kembali ke tempat kerjaku jam istirahat sudah habis"


Bella melihat jam tangannya dan berjalan keluar kantornya Farel.


Farel tidak terlalu memperhatikan kepergian Bella dari ruangan, ia kembali terpikirkan perihal kecelakaan itu, Dirinya harus tau semuanya. Farel mulai ingin bergerak cepat sudah mencari perihal yang terjadi saat kecelakaan yang terjadi kepadanya.


Farel berada dalam keadaan yang membingungkan ini, dan masalah Tiara juga ikut membuatnya tambah pusing.


***


Tiara kembali bersemangat dengan senyuman manis kepada semua orang, Ia bersiap-siap ingin menemui Farel. Siapa yang peduli semua ocehan yang keluar dari keluarga itu.


"Semangat Tiara, Farel akan kembali kepadamu jika kau berusaha"


Ucap Tiara memberi semangat kepada dirinya sendiri. Sekarang usaha untuk mendapatkan suaminya akan dimulai.


"Tiara.. Sifat siapa yang kau warisi sebenarnya, Keras kepala"


Guamannya melihat anaknya, Andy sepertinya lupa bahwa dirinya sama seperti Tiara di masa lalu.


Andy sangat mengkhawatirkan kondisi putrinya yang bisa saja drop kapan saja, Jadi Andy menyewa seorang untuk mengikuti kemanapun Tiara pergi.


Tiara berguman lagi sebelum seseorang datang membawanya pergi.


"Oh... Tuhan bantu aku untuk mendapatkan suamiku kembali "


Tiara berdo'a sebelum menemui suaminya di kantor.


.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.....!!!


__ADS_2