
Farel dan Tiara melangkah menuju ke tempat orang-orang yang mengkhawatirkan mereka dengan senyuman cerah Tiara merangkul lengan suaminya dengan mesra membuat yang melihatnya akan iri dengan kemesraannya.
Toni menghampiri mereka berdua dan menyerah surat pembatan perceraian dari kedua belah pihak karena sama-sama tidak pernah menginginkan perceraian satu sama lain. Tiara yang awalnya sangat kesal dengan kakaknya yang begitu ceroboh memaafkan kebodohan Toni yang berani mengajukan sebuah perceraian untuknya dan Farel.
"Terimakasih kakak sebagai gantinya kau harus mengurus segala keperluanku dan juga Farel aku mau bersamanya untuk waktu yang lama tanpa gangguan dari siapapun"
Ucap tiara menatap semua orang yang berada di hadapannya.
"Siap.. tuan Putri " Toni memberikan hormat seperti seorang tentara kepada adiknya.
"kakak kali ini jangan melakukan kesalahan satu pun jika aku mengetahui sedikit saja tidak akan kumaafkan kali ini.. "
ancam tiara kepada Toni membuat mereka yang melihat dan juga mendengarnya terkekeh begitu pula dengan Farel yang hampir tidak bisa menahan tawanya.
"Kupastikan adikku kali akan bahagia jangan marah sayangku... "
Toni memegang wajah Tiara namun dengan cepat Tiara menepis tangan Toni.
Orang tua Farel dan juga Tiara merasa bersyukur karena anak mereka kembali bersama setelah melewati badai yang menimpa mereka berdua. Akhirnya Tiara dan Farel kembali bepelukan masing-masing.
Tiara mengajak suaminya kesuatu tempat agar bisa berdua saja dengannya..
__ADS_1
Di belakang halaman rumahnya..
Tiara terus memandang wajah Farel du hadapannya tanpa rasa bosan.. Farel pun tersipu malu dengan tatapan dari Istrinya tersebut bahkan sedikit kikuk membalas tatapan dari Tiara.
"Siapa yang menyangka kita akan bersama kembali setelah menjalani hidup penuh lika liku"
Tiara mengawali pembicaraan dengan Farel.
"sayang dengarkan aku ini semua hanya cobaan yang sudah kita lalui dengan penuh air mata anggap saja sebagai pelajaran bagi kita berdua agar lebih baik kedepannya... " balas farel
"Hehehe asal Bersamamu aku akan melewati apa saja.. Aku mencintaimu Farel"
"Aku juga sangat mencintaimu sayang sebaiknya kita kembali lusa kerumah kita sayang"
Tiara melihat Cicin pernikahannya dengan Farel ketika mereka menikah dulu merasa terharu papa mertuanya sangat baik kepadanya dari dulu hingga sekarang.
Farel menarik tubuh mungil istrinya memeluk memberikan ciuman di kening istrinya.
****
Malam pun tiba Tiara dan Farel berada di kamar yang sama status mereka masih suami istri jadi wajar saja. Tiara tidak pernah menjauh dari suaminya karena merasa sangat nyaman jika bersama dengan Farel.
__ADS_1
"Farel aku mau tidur dengan memelukmu" dengan wajah imut berkata kepada farel yang sedang membaca beberapa pesan dari sekretaris di kantornya.
"Tunggu sebentar sayang.. " masih melakukan pekerjaannya hingga membuat Tiara sedih karenanya.
"cepat aku sangat mengantuk farel " ucap Tiara menguap entah sudah berapa kali
Farel menghentikan aktivitasnya dan menuju istrinya yang sudah mengantuk dan memeluknya hingga tertidur lalu kembali melakukan hal yang sempat tertunda tadi.
Tiara yang tidak melepaskan pelukannya membuat Farel sedikit kesusahan bergerak kerena takut tidur istrinya akan terganggu... Ia segera menyelesaikan pekerjaannya dan tidur bersama Istrinya.
"Aku bahagia bersamamu Sayang.. dan juga sangat mencintaimu Selamat malam istriku yang cantik "
Mengecup kening istrinya lalu tertidur lelap di samping Tiara.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.....!!!