My Life With You(Hidupku Bersamamu)

My Life With You(Hidupku Bersamamu)
"Lamaran resmi Farel"


__ADS_3

Di kediaman Bella


Farel menginjakkan kedua kakinya di depan sebuah rumah sederhana, ia sudah berada di bali untuk melamar kekasihnya secara resmi. Rumah minimalis itu tampak sangat cantik cuma berdindingkan beton saja.


Seluru keluarga besar Bella menyambut kedatangannya, detak jantung Farel tidak karuan lagi, ia memegang tangan sang ibu.


"Mama aku gugup"


Bisiknya. Susi memberikan kode agar tidak gugup karena ada dia di sisinya.


Papa dari Bella sudah berada di depan pintu mengajak Farel dan yang lainnya untuk masuk ke dalam.


"Silahkan masuk, kami menyambut kedatangan kalian"


kata papa Bella kepada para tamu yang datang bersama dengan Farel dan beberapa kerabatnya.


"Terima kasih"


Farel melihat area sekitar seolah mencari keberadaan Bella.


"panggilkan Bella"


Perintah calon mertua kepada salah satu orang yang ada disana.


"Tunggu sebentar aku panggilkan anak gadis itu yang sangat lama,Silahkan di makan hidangannya"


mama Bella mempersilakan farel dan yang lainnya.


Bella keluar dari kamarnya dengan penampilan yang anggun hingga membuat Farel tidak berkedip karena takjub dengan pacarnya yang begitu cantik..Tiba-tiba saja hatinya mengatakannya ini tidak benar!.


Susi tersenyum, kecantikan dari Tiara saat itu sangat jauh lebih dari Bella. Susi sangat meyayangkan hal itu jika saja Tiara tidak hilang.


Farel merasa pernah menghadapi situasi persis seperti ini namun ia hanya berpikir bahwa itu hanya hayalan saja.. Pada akhirnya ia menyampaikan keinginannya untuk mempersunting Bella menjadi istri, keluarga Bella dengan senang hati menerima lamaran itu sudah lama mereka menunggu kebahagiaan ini.


Kedua bela pihak sudah memutuskan akan mengelar pesta pertunangan lalu 3 bulan kemudian baru melakukan Pernikahan. Bagi Bella ini merupakan hal yang membahagiakan akhirnya setelah penantian panjang Farel melamarnya secara resmi di depan kedua orangtuanya.


Hingga Malampun Tiba Farel membatalkan kepulanganya hari ini ia menginap di sebuah penginapan samping rumah Bella.


Farel duduk di kursi merenung merasa ada yang salah dengan dirinya sendiri, bukannya ia bahagia tapi hati kecilnya mengatakan hal yang lain.


kali ini ia terus memikirkan seseorang yang berada di mimpinya waktu itu.


"siapa wanita itu, kenapa selalu menghantui pikiranku" gumannya.


Perhatiannya seketika teralihkan dengan kehadiran Bella di samping tempat Ia duduk.


"Farel kau kenapa menghayal terus dari tadi aku lihat kau memikirkan sesuatu, Apa yang mengganggu pikiranmu"

__ADS_1


Tanya Bella menepuk pelan tangan Farel.


"Tidak ada Aku hanya memikirkan pekerjaanku yang akhir-akhir ini sangat menumpuk Kau istirahatlah besok kita Akan kejakarta bersama-sama"


Farel mengusap kepala Bella yang duduk disampingnya.


"Farel aku sangat bahagia.."


Ucapnya menatap senang Farel.


"Aku juga sama.. Tapi kau masuk dan Tidur besok kita berangkat pagi ke jakarta"


"Ah.. Kau begitu baiklah aku akan pergi tidur dan kau jangan terlalu memikirkan pekerjaanmu sebentar lagi kita bertunangan.. Selamat Malam"


Farel menatap punggung Bella yang perlahan menjauh. Rasanya ada yang berubah dengan hatinya saat bersama dengan Bella.


"apa...Yang salah"


Ucapnya mulai merasa khawatir dengan perasaannya sendiri.


Ia menatap laut dengan tatapan Hampa seperti raga yang kehilangan Jiwanya.


***


Sedangkan di Singapura..


"Mama Pokoknya aku ingin menemui Farel bagaimanapun caranya"


Terika Tiara begitu gila.


"jika kalian tidak mengizinkan aku Baiklah aku pulang sendirian.. Dan tidak mau menemui kalian semua"


Lanjutnya melepaskan jarum infus di tangannya.


Kinan terkesikap kaget melihat Tiara yang nekat, bahkan wajah anaknya sudah pucat.


"Sayang..Tenang dulu besok kita akan pulang jangan sedih Mama sangat terluka melihat dirimu yang seperti ini sayang.. " kinan mencoba membujuk anaknya agar tidak mengamuk.


"Betul mah...Jangan berbohong kepadaku aku tidak suka di bohongi "


Ucap Tiara memastikan.


"Iyaa... Kita kembali besok siang papa sudah memesankan Tiket pesawat,Tidurlah"


Andy dan kinan tidak menyangka bahwa Anaknya akan mengetahui perihal suaminya yang ingin menikah dengan orang lain, Tiara saat itu juga langsung mengamuk,


Toni yang di buat pusing tidak berdaya lagi ia langsung mengurus segala keperluan untuk kepulanganya bersama Orang tua dan adiknya ia sungguh terkejut dengan perkataan adiknya bahwa Tiara ingin pulang dan menghentikan pernikahan Farel yang masih berstatus suaminya saat ini.

__ADS_1


"Tiara jika kita sudah sampai di Jakarta tolong jangan kehilangan kontrol suamimu tidak mengingat apapun tentang masa lalu kalian... "


Ujap Toni memberi peringatan.


Tiara menatap ke arahnya tidak suka..


"aku tidak peduli"


"Tiara sayang.. Jangan seperti ini. Pikiran yang baik untuk kesehatan mu"


"Sudah kukatakan aku tidak peduli Kakak"


"aku tidak akan membiarkan pernikahan Farel dan Bella sampai terjadi, Aku tidak peduli dengan kondisi tubuhku saat ini yang penting aku bisa bertemu dengan Farel dan mengatakan semuanya, Yah... Mungkin aku egois dan keras kepala karena tetap menginginkan farel"


Ucapnya menunduk air matanya sudah mengalir deras.


Toni mandekat lalu memeluknya..


"Kau sebaiknya jangan sampai membuatnya membencimu Tiara. Kau lakukan saja perawatan dulu sampai sembuh yah Kakak akan mengusahakan agar kau bisa menemui Farel di Jakarta"


Bujuk Toni agar Tiara tetap melanjutkan perawatannya.


"sudah kukatakan Aku tidak peduli dengan kondisiku Aku hanya ingin bertemu dengannya... Kakak"


Teriak hampir kehabisan napas.


Beberapa saat kemudian Tiara tiba-tiba pingsan karena kehabisan nafas akibat berdebat dengan kakaknya.


"Tiara.. Bangun"


Toni mengguncang bahu Tiara pingsan di pelukannya.


"Dokter"


Teriak Toni panik.


Dokter memberitahukan kepada Toni bahwa Tiara tidak boleh banyak pikiran dan juga stres bisa-bisa kondisi tubuhnya memburuk lagi.


Toni mengutuk dirinya sendiri gara-gara mulutnya itu. Tiara tanpa sengaja mendengar ia dan Fendo berbicara dengan kedua orangtuanya tentang Farel yang ingin menikahi orang lain, tanpa di sadari oleh mereka ketika berada di ruangan itu Tiara pura-pura tertidur dan mendengar seluruhnya. Sungguh bodoh dirinya Toni tidak menyangka hal itu... kacau.


.


.


.


.

__ADS_1


Tbc....!!!.


__ADS_2