
Acara pertunangan Farel dan Bella akan dilaksanakan hari ini mereka berdua sudah siap dengan baju yang senada dan menonjol dari yang lain.
Banyak tamu undangan yang datang seperti bisa, Bella semakin bersemangat dan cintanya untuk Farel juga semakin dalam, Ia bergelayut manja di lengan tunangannya itu.
"Farel, Bella ayo acara akan dilaksanakan sebentar lagi."
Ajak Susi mendekati keduanya. Farel menyuruh Kekasihnya itu untuk ke sana terlebih dahulu karena ingin berbicara berdua saja dengan mamanya, Bella mengangguk menuruti perintah itu.
"Iya mama apa papa akan datang, tidak enak juga jika papa tidak .. Apa itu karena ia masih marah denganku"
Tanya Farel memandang ke arah kolam renang.
Susi mengusap punggung anaknya.
"Papamu sedang berada di Singapura katanya hari ini akan pulang dan membawakan hadiah untukmu"
"Apa..!! Papa akan datang dan membawa hadiah.. Hadiah apa mah.? Apa papa sudah merestui ku dengan Bella"
Ujar Farel begitu antusias sekaligus penasaran.
Susi mengangguk lalu mengajak anaknya untuk segera ke tempat acaranya.
" mungkin saja... Ayo kita kesana dari tadi para tamu sudah menunggu pertunangan kalian"
Farel dan mamanya sedang menuju tempat untuk bertukar cincin.
"Bella.. Terimakasih telah menerima lamaranku"
Ucapnya mengecup pelan tangan Bella.
"Iya"
Balas Bella malu-malu.
Tanpa di sadari ada sekumpulan orang yang sedang menuju ketempat mereka.... Farel melihat kerumunan orang itu lebih terkejutnya lagi melihat papanya membawa seorang wanita dengan di dorong kursi roda Begitupun Susi sendiri ia tidak menyangka bahwa hadiah yang dimaksud suaminya adalah menantunya yang sudah lama menghilang.
"Pah.. Kau. Ini.. " susi tidak dapat melanjutkan perkataannya .
Farel melihat air mata di sudut mata sang mama mengerutkan kening menatap ke arah papanya marah.
"Papa siapa wanita yang kau bawa itu"
"Apa dia selingkuhan papa aku tidak menyangka bahwa papa tega mengkhianat mama...." Farel berteriak menunjuk jijik ke arah wanita di atas kursi roda itu.
Pakkkk...
"Mama.. Kenapa?"
__ADS_1
Sebuah tamparan untuknya dari mamanya sendiri, Ia bingung kenapa mamanya justru membela mereka.
Belum selesai dengan pikirannya ada seseorang yang ia lihat tampak familiar,Orang itulah yang telah memukuli wajahnya waktu di mall.
"Hei... Berengsek beraninya kau berkata seperti itu kepada papamu dan.. "
Toni menghampiri Farel yang berani menuduh Tiara dan Fendo. Namun langkahnya terhenti saat Tiara menarik bajunya.
Tiara tersenyum menggigit bibir sendiri menahan air mata.
"Kakak berikan waktu kepadaku dan juga Farel., Sebentar kumohon ada yang ingin kukatakan kepadanya"
Katanya menatap Fendo dan Toni secara bergantian lalu melihat ke arah sang suami yang benar-benar tidak mengingatnya.
Fendo yang melihat tatapan Tiara menjadi tidak tega dan hanya mengangguk saja.. lalu menoleh ke arah Farel memberi isyarat kepadanya.
"Iya.. Farel kau ajak Tiara masuk"
Perintah Fendo mendorong kursi Tiara mendekatkan ke arah Farel.
***
Secara berat hati Farel membawa Tiara ke dalam untuk berbicara berdua saja karena perintah dari Ayahnya, ketika sudah berada di dalam Farel memalingkan wajahnya karena kesal dengan kedatangan Wanita yang tidak dikenalnya dan hampir mengacaukan Pertunangannya dengan Bella.
Tiara dan Farel berada di dalam ruangan kini tengah melempar tatapan, Tiara yang begitu merindukan Suaminya tersenyum lebar ke arah Farel.
"Ummm Farel apa kau tidak mengingatku sama sekali."
"Kau.. Siapa??"
tanya Farel tanpa mau melihat wajah Wanita yang di hadapannya itu .
"Aku tidak mengenalmu dan kenapa kau datang ke pesta pertunanganku dengan bella dan mengacaukan pesta kami"
lanjut Farel berkat dengan ketus kepada Tiara berbeda jika ketika dia berbicara dengan Bella.
"Ha.. Jadi kau tidak mengingatku"
Tiara menghela napas panjang, ia menatap seduh Farel.
"Kau siapa..? Hanya pengacau saja, jangan pernah lagi datang menemuiku"
Kata Farel semakin menusuk jantung Tiara.
"Aku harap suatu hari jika ingatanmu kembali kau bisa mengingat siapa aku sebenarnya, Banyak hal yang harus kau ketahui tapi aku tidak akan memberitaukan kepadamu kau bisa mencarinya sendiri"
Ujar Tiara sebelum memanggil Toni untuk membawanya pulang, sudah tidak sanggup lagi menghadapi kenyataan pahit ini.
__ADS_1
"Aku tidak peduli denganmu, Kau hanya parasit yang telah mengganggu pertunanganku"
Kata Farel sengaja mengeraskan suaranya agar Tiara mendengarnya dengan jelas.
Hati Tiara begitu sakit mendengar perkataan Suaminya. Lidahnya sangat ingin memberitahukan bahwa Dia adalah Istrinya namun ia tidak ingin membuat Farel mengetahui semua itu.
Bahkan Farel tidak ingin menatap wajahnya.
"Kuharap kau bisa mengingatku kelak"
Gumannya dalam hatinya.. Toni sudah mengajaknya pergi dari sana.
Tiara kembali kerumah orang tuanya setelah pamit dari mertuanya. Toni tidak pernah membiarkan adiknya sendiri ia selalu mengikuti kemampuan Tiara pergi .
Pertunangan Farel dan Bella tetap berlangsung setelah Tiara pergi dari kediamannya. Susi tidak bisa menarik janjinya Lagi kepada putra satu-satu itu. Ia tetap mendukung Keinginan Farel agar putra semata wayangnya itu bahagia.
Fando hanya melihat putranya yang sedang bahagia dengan Bella ia tidak melakukan tindakan apa-apa perasaan bersalahnya semakin besar kepada menatunnya tiara.
Apa susahnya sih.. Jika Tiara mengizinkan dirinya untuk mengatakan kepada Farel pasti tidak akan menjadi ruyam begini.
***
Di kamar Farel.
Farel baru selesai mandi dan mengganti bajunya, ia duduk di tepi kasur memikirkan Wanita yang datang bersama dengan papanya.. Kenapa ia merasa bahwa wanita itu sangat familiar, Farel kembali merenung saat ia berbicara dengan wanita yang tidak diketahui namanya itu.
Ia berfikir kenapa tadi dia harus berkata seperti itu kepada wanita tersebut.
"Siapa wanita tadi..! Sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana..?"
"kanapa jantungku berdetak dengan cepat ketika memikirkannya."
Farel mengacak rambutnya frustrasi, ia menyesali perkataannya yang menyakitkan itu.
"Apa yang terjadi dua tahun lalu..? Apa wanita itu berkaitan denganku di masa lalu"
Pikirannya terus terganggu. dan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
Wanita yang menggunakan kursi roda itu terus mengganggu Pikiran dan hatinya saat ini.. padahal mereka baru saja bertemu tadi, meskipun Farel tidak menyambut kedatangan wanita itu dengan Sikap ramah.
Farel tidak bisa tertidur dengan tenang semenjak kejadian tadi dan kedatangan wanita yang mengganggu pikirannya. Semalam penuh ia terus berusaha mengingat wanita itu namun hasilnya nihil.
.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.. !!