
Tiara mendatangi kantor suaminya menggunakan mobil sudah di siapkan oleh Toni sebelumnya. datang berdua saja dengan pengurusnya Ia hanya untuk sekedar melihat keadaan Farel. sekalian melepaskan kerinduan di dalam hati, Kursi roda Tiara terdorong masuk ke lobi dan mendekat ke arah Resepsionis.
"Nona ada keperluan apa.. Anda mencari siapa..? " tanya seorang resepsionis kepada Tiara.
"Aku ingin menemui Farel apa dia ada diruanganya"
Tanya Tiara.
"Apa anda sudah punya janji bertemu dengannya.. "
"Tidak.. Aku tidak punya janji"
Ujar Tiara menggeleng pelan.
"Maaf nona, anda tidak bisa menemuinya jika belum ada janji bertemu sebelumnya"
Ucap Resepsionis itu sopan.
Lantas Tiara tidak tau harus berkata apa lagi Jujur saja, ia sangat ingin menemui suaminya sekarang juga ia menatap wajah resepsionis itu dengan tatapan iba berharap di izinkan untuk menemui Farel.
Fendo kebetulan turun melihat menantunya datang kekantornya dengan menggunakan kursi roda dan didorong oleh seseorang pengurus.
"Tiara kau mau menemui Farel pasti. Ayo ikut dengan papa saja " Menghampiri dan mengajak Tiara yang sedang berbicara dengan Resepsionis.
"Papa tau aja.."
Ujar Tiara bercanda.
Fendo tersenyum tentu saja dia tau maksud kedatangan Tiara.
"Tentu saja, kau sangat merindukan Farel bukan ayo biar papa yang menuntunmu ke sana"
"Iya pah... Aku sangat merindukannya meskipun Dia tidak mengenaliku sama sekali aku berjuang mendapatkan cintanya kembali "
"Ayo"
Ajak Fendo kini mengambil ahli Kursi roda Tiara dari pengurusnya.
Beberapa pegawai melihat atasanya mendorong seorang wanita yang menggunakan kursi roda mulai bergosip sembarangan. Tiara dan Fendo menuju Lif memencet lantai 33 tempat Farel bekerja.
Tig...
Tiara keluar dari lif dan masih ditemani oleh Papa mertuanya yang sedang mendorong kursi rodanya, senyum begitu jelas di wajah Tiara ia tidak sabar ingin bertemu dengan suaminya.
"Tiara. Kau masuk lah, papa tunggu di luar saja.. Farel ada di dalam"
__ADS_1
Ujar Fendo membuka pintu ruangan Farel, Tiara mengangguk dan masuk memutar roda kursinya, Ia hanya ingin berdua saja dan Mertuanya tampak sudah tau betul.
Perlahan Tiara masuk menatap lekat Farel sedang bekerja, jika waktu bisa berhenti pasti Tiara akan menghentikan sejenak.
Farel menyadari seseorang masuk ke dalam ruangan. Terpaku melihat wanita cantik itu sudah ada di hadapannya, ia menghentikan pekerjaannya sejenak.. Lalu menegurnya.
"Apa yang kau lakukan di kantorku.?"
Tanya Farel menyegirkan dahi menatap risih wanita itu.
Tiara menanggapi pertanyaan Farel dengan tersenyum, lalu menjawab..
"Tidak aku cuma kebetulan lewat saja, Jadi sekalian aku mampir untuk menyapamu. "
"Siapa namamu?"
Farel menatap tajam ke arah Tiara, pasti wanita ini sengaja datang ke perusahaan.
Tiara menggeleng, Farel benar tidak mengenalinya sama sekali, bahkan setiap perkataan yang di lontarankan oleh Farel kepada seperti orang marah saja.
"Kau bahkan lupa namaku, Baiklah aku memperkenalkan diri lagi.."
"Nama Ku Tiara,.. Ingat itu"
Ujar Tiara menghela napas pasrah saja.
Perasaan aneh itu kembali setelah melihat wajah wanita yang duduk didepannya bahkan Namanya seperti sangat familiar di kepalanya.
"Farel.. Aku mau pulang dulu, sampai jumpa di lain waktu.. Bye"
Keheningan beberapa saat terpecah saat Tiara berpamitan.
Farel tidak menghiraukan itu. Ia hanya memperhatikan Tiara yang perlahan jauh dari jangkauan matanya, Hati kecil Farel begitu sakit dan iba melihat wanita cantik itu lumpuh.
"Hah.. lupakan, sekarang kau sudah Punya Bella.. Farel ingat itu"
Gumannya memperingati dirinya sendiri.
Tiara sudah keluar setelah bertemu dengan suami tercintanya, Karena niatnya memang hanya ingin melihat wajah suaminya.
"Suatu hari nanti kita akan kembali bersama dalam hidup bahagia jika kau sudah mengingat seluruh ingatanmu" Tiara berkata didalam hatinya sambil menatap pintu ruangan Farel.
Tiara pergi dari kantor Farel.. Wajah pucatnya itu tampak sedikit bahagia.
***
__ADS_1
Di rumah Toni sudah menduga adiknya keras kepala itu tidak akan mudah menyerah untuk melepaskan suaminya.
Tiara bahkan masih harus melakukan cuci darah tapi tetap saja datang menemui Farel di kantornya. Toni berpikir bagaimana bisa seseorang mencintai dengan melakukan segala pengorbanan bahkan Ginjalnya sendiri di berikan kepada Orang yang mereka cintai. Ia sangat bingung dengan yang namanya Cinta.
Keluarga Tiara masih mencari Orang yang cocok untuk mendonorkan Ginjalnya namun sampai sekarang belum ada yang cocok untuknya.
"Kenapa sangat sulit mendapatkan Ginjal yang cocok sih.."
Kesal Toni untuk dirinya sendiri, ia tidak akan sanggup kehilangan kedua kalinya.
Keluarganya, khawatir Dokter pernah berkata bahwa jika Tiara tidak mendapatkan pendonor dalam kurung waktu 3 bulan mereka tidak dapat memastikan kondisi Tiara kedepannya.
Bahkan mereka sudah memasang Brosur kemana-mana agar segera mendapatkan pendonor yang cocok.
"Pah.. Aku takut, Kehilangan Tiara. Anak itu kenapa sangat keras kepala.. Seharusnya Tiara menjalani perawatan saja di Singapura"
Kinan mengkhawatirkan anaknya di kondisi buruknya Tiara masih bersihkukuh ingin menemui suaminya di kantor.
"Kinan Tiara pasti akan segera mendapatkan pendonor yang cocok.. Aku sudah mengerahkan seluruh usahaku untuk menemukan ginjal yang cocok" kata Andy menangkan istrinya.
"Sebaiknya kita.. Membawa pergi saja.."
"Coba kita bisa membujuknya pasti kita sudah membawanya kesana, Kau taukan anak perempuan kita itu sangat keras kepala melebihi siapapun"
Andy mencoba menenangkan istrinya.
"Iya Tiara sangat keras kepala melebihi Kau. "
teriak Kinan kesal kepada suaminya. Andy tidak memungkiri perkataan Istrinya yang benar adanya sifat keras kepalanya justru pindah ke Tiara putrinya.
"Umm.. sayang, Kita sabar saja, orang keras kepala seperti Tiara hanya perlu di nasihati pelan-pelan"
Kinan hanya mendesah pelan mendengar suaminya berkata yang benar adanya putri mereka keras kepala.
Kinan dan Suaminya berfikir Tiara seolah tidak peduli dengan kondisi tubuhnya,seperti kata pepatah,cinta itu sangat Buta bahkan rela mengorbankan diri sendiri.
Cinta dan Obsesi cuma beda tipis, Tiara sudah terjerumus di antara keduanya.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.....!!!