
Bimo datang setelah 25 menit menempuh perjalanan cukup lama.. Ia panik setelah mendapat kabar bahwa Tiara tiba-tiba tidak sadarkan diri di depan ruangan Farel.
Bimo segera memeriksa keadaan Tiara..
"Um... Sepertinya Tiara hanya kelelahan karena bawaan.."
"Apa maksudmu bimo..??? "
Heran Farel mendengar penuturan dari Dokter Bimo.
"... Farel sepertinya Tiara Hamil tapi aku tidak tau usia kandungnya saat ini. Sebaiknya kau membawanya ke Dokter spesialis Kandungan"
Ucap bimo yang membuat Farel membulatkan matanya dengan sempurna... Istrinya Hamil.
"Kau serius? Jangan main-main Bimo"
"Kau ini aku sangat serius tidak mungkin aku berbohong lagi pula Tiara adalah sahabatku sendiri"
"Tapi kenapa Tiara tidak menunjukkan gejala kehamilan selama ini.. "
"Dengar baik-baik Farel setiap masa kehamilan seseorang itu berbeda-beda mungkin Tiara juga tidak mengetahui perihal kehamilannya sendiri "
Farel merenung menyerap perkataan Bimo kepadanya.. Dia benar-benar merasa bahagia ternyata istrinya hamil ketakutan itu perlahan menghilang di ganti dengan rasa bahagia dan haru karena sebentar lagi mereka akan menjadi orang tua.
__ADS_1
"Uh.. "
Tiara membuka matanya melihat Farel tersenyum cerah kepadanya ia merasa aneh dengan tatapan Farel kepadanya dan Ada Bimo bersama mereka.
"Sayang jangan banyak bergerak. Besok kita ke Dokter kandungan.. "
"Hah...??? Untuk apa..?? " Tanyanya bingung.
"Sayang kita akan menjadi Orang Tua sebentar lagi.. Kau Hamil jadi kita akan ke dokter kandungan besok"
Tiara menatap Bimo meminta penjelasan dari perkataan dari Farel yang mengatakan bahwa dirinya sedang hamil. Bimo mengangguk menyetujui perkataan dari Farel .
***
Perasaan bahagia sedang dirasakan oleh semua orang ketika mengetahui bahwa Tiara sedang Hamil bahkan Andy dan Fendo tidak membiarkan anak menantunya melakukan pekerjaan sedikit pun. Toni juga ikut bahagia mendengar adiknya akan menjadi seorang ibu harapan kedepanya hanya ingin melihat Tiara bahagia untuk selamanya.
"Sayang ini anak kita.. "
Ucap farel berbinar-binar rasa tidak percaya akan menjadi seorang ayah.
"Aku tidak sabar lagi ingin menemuinya" Tiara mengelus perutnya yang masih datar karena usia kandungannya baru 4 minggu dan sangat rentang.. Jadi Dia diminta oleh Dokter agar tidak banyak bergerak dan Waktu istirahat yang harus teratur.
"Kau Tidurlah.. Ingat kata Dokter sayang lebih baik kalau kau banyak istirahat jika ada keperluan kau boleh meminta pertolongan dariku"
__ADS_1
Farel mengelus wajah Istrinya dan merebahkan Tiara agar mau Istirahat.
Tiara sudah tertidur karena tidak bisa melawan rasa kantuknya.. Farel tidak pernah meninggalkan Istrinya Ia bersama Tiara sepanjang Waktu kalau masalah pekerjaan Fendo memintanya menemani Tiara terlebih dahulu Sampai waktunya melahirkan.
"Aku akan mendampingimu sepanjang waktu sayang.. I love you"
Farel sangat sering mencium Istrinya jika tertidur hampir setiap harinya.
***
Waktu menujukkan pukul 16.07
Tiara merasa kelaparan meminta farel membuatkan bakso ayam dan mie ayam kesukaannya... Awalnya farel tidak membiarkan istrinya makan makanan yang tidak bergizi seperti mie namun sifat keras kepala Tiara ia harus mau menuruti keinginan istrinya.
Meski dengan berat hati farel tetap membuatkan makanan yang di inginkan oleh Tiara.
"Sayang ini makanan pesananmu.. "
Menyerahkan semangkok mie ayam dan ada bakso ayam di dalamnya .
"Terimakasih sayang.. Kau mau makan bersamaku.. " ajak Tiara kepada suaminya. Farel menggeleng tidak mau membuat ekspresi wajah Tiara sedih.
"Tiara aku akan kenyang jika hanya melihatmu makan dengan lahap " farel beralasan karena tidak ingin menyakiti perasaan Tiara.
__ADS_1
Tiara makan tanpa mau melihat wajah Farel yang menurutnya menyebalkan .
Tbc.....!!!