My Naughty Little Girl

My Naughty Little Girl
tidur bersama


__ADS_3

di dalam kamar mandi Icha mondar mandir karena ia terlupa membawa baju ganti, di dalam kamar mandi hanya terdapat gaun yang tadi ia pakai dan handuk kecil.


"kak Devan, kak Devan masih di kamar atau sudah keluar?" Icha berteriak dari dalam kamar mandi, dirasa tidak ada sahutan Icha menyambar handuk kecil itu dan melilitkan di dadanya.


ia menyembulkan kepalanya dari pintu kamar mandi, ia melihat situasi dan kondisi sebelum keluar kamar mandi, tidak di lihatnya Devan di dalam kamar Icha segera berlari keluar menuju walk in closet, ia tidak ingin kejadian tadi sore terulang kembali, Icha mulai memilih pakaian mana yang akan ia pakai, namun ia tidak menemukan satupun pakaian perempuan.


"lupa lagi tidak bawa baju ganti, kenapa tidak kepikiran ya kalau pasti akan menginap" Icha bergumam seraya mencari-cari baju manakah yang bisa ia pakai.


Icha terus mencari pakaian yang sekiranya cocok dengannya, ia melihat kaos hitam polos milik Devan dan segera menyambar kaos tersebut.


"kak Devan aku pinjam bajumu yaa, iya ca pakai saja manapun yang kamu suka" Icha bermonolog seolah-olah Devan lah yang memberi izin.


tanpa menunggu lama Icha memakai kaos tersebut ia melihat dirinya dipantulan cermin besar yang berada di sampingnya, ia nampak memperhatikan dadanya, n*ple Icha sedikit menyembul karena ia tidak memakai dalaman apapun "tidak masalah tidak terlalu terlihat, cuma satu malam, sekalian pinjam c*lana dalam kak Devan saja, masa aku tidur tidak pakai itu kan ya" Icha ngeri sendiri membayangkan ia tidur tidak memakai ****** *****.


ia mulai mencari di tempat khusus dalaman milik Devan namun ia tidak menemukan yang ukuran yang pas ditubuhnya, ia terus mencari hingga menemukan ****** ***** warna hitam yang nampak agak kecil dari yang lainnya "kenapa agak aneh ya ****** ********, tidak apa-apa yang penting bisa dipakai" tanpa menunggu lama icha langsung memakai ****** ***** tersebut.


Icha keluar dari walk in closet dan tidak mendapati Devan di kamar, tanpa peduli ia melemparkan dirinya di ranjang king size milik Devan, ia membalut dirinya dengan selimut tebal dan mulai memejamkan mata.


di ruang keluarga Devan nampak bersantai bersama mama dan papanya "Icha sudah tidur ya? kok tidak kelihatan" tanya papa Devan yang sedari pesta usai ia tak melihat menantu kesayangannya itu.


"kecapean mungkin pa, bagaimanapun mereka pengantin baru pasti lagi sayang-sayangnya" ucap sang mama


Devan hanya tersenyum saja tidak menanggapi perkataan orang tuanya "Dev apakah kamu sudah menggauli istrimu?"


uhukkk.. uhuukkkk... Devan yang sedang meminum kopinya tersedak mendengar perkataan papanya.


"papa ini bagaimana, pastinya sudahlah mungkin tak terhitung berapa kali mereka melakukan itu"


"bukan begitu ma, bagaimanapun Icha masih kuliah, siapa tau Devan masih menahan diri kita tidak tau" mama Icha memandang kearah putra satu-satunya "sudahkan nak?"

__ADS_1


Devan yang mendapat pertanyaan itu tiba-tiba merasa gugup dan mengangguk "su..sudah kok ma".


"tuh pa denger kan"


"iya iya ma" kini papa Devan beralih menatap Devan dengan serius "Dev papa percaya kamu lelaki yang bertanggung jawab papa ingin kamu menjadikan Icha istri satu-satunya bagimu seperti papa yang menjadikan mamamu wanita satu-satunya yang papa punya, jangan pernah sesekali kamu membuatnya menangis, karena bagaimanapun wanita itu lemah, ia rapuh namun ia akan tetap tersenyum meski kau menyakitinya berulang kali, papa tau Icha itu type wanita pekerja keras, namun sekeras apapun ia bekerja jangan lupa kewajibanmu untuk memenuhi kebutuhan lahir dan batinnya, jangan biarkan wanitamu terlalu mandiri, jika ia terbiasa melakukan sesuatu sendiri hilang harga dirimu sebagai lelaki"


Devan yang mendengar nasihat sang papa hanya mengangguk seraya tersenyum "Devan ke atas dulu pa ma, barangkali Icha mencari Devan" sang mama hanya mengangguk.


Devan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai dua.


tok tok tok...


Devan mengetuk pintu namun tak mendapat sahutan dari Icha, ia membuka pintu kamarnya dan masuk, ia berlajan menuju ranjangnya dan melihat Icha tertidur dengan wajah damainya.


Devan menaiki ranjangnya dan mengelus pipi Icha, merapikan rambut Icha yang nampak berantakan, Icha yang merasa tidurnya terusik membenarkan posisinya dan melorotkan selimut yang dipakainya sebatas dada.


Devan mengernyitkan dahi melihat kaos yang dipakai Icha "bukankah itu kaosku? mengapa ia pakai" Devan menyibak selimut Icha dan terkekeh mendapati Icha mengenakan kaosnya yang nampak kebesaran, bisa-bisanya ia melupakan tidak menyiapkan baju ganti untuk istrinya, kemudian matanya kembali terkunci di dada Icha, ada sesuatu yang nampak menyembul Devan kembali terkekeh ketika menyadari bahwa Icha tidak memakai dalaman.


tidak masalah bukan? bukankah mereka Sudah menikah? Devan segera menaikkan selimut hingga sebatas dada Icha, ia mematikan lampu dan membaringkan dirinya di samping Icha.


......................


matahari mulai menampakkan diri, dan menerobos memasuki sebuah kamar melalui celah-celah gorden.


Icha yang merasakan tidurnya terusik membalikkan badan dan memeluk sesuatu yang di rasa seperti guling.


Devan terbangun karena merasa dirinya sedang dipeluk, ia membuka matanya perlahan dan pertama kali dilihatnya adalah wajah damai Icha yang masih bergulat dengan mimpi-mimpinya.


entah sadar atau tidak Devan mengelus kepala Icha, Icha yang merasa tidurnya agak terusik pun lebih mengeratkan pelukannya, Devan hanya tersenyum " heii bangun ini sudah jam 9 kau akan melewatkan sarapanmu jika terus begini" ucap Devan seraya menepuk pelan pipi Icha.

__ADS_1


Icha perlahan membuka matanya, pemandangan yang pertama ia lihat adalah wajah tampan suaminya " apakah kau malaikat? tapi wajahmu sangat mirip dengan suamiku" ucap Icha seakan mengigau dalam tidurnya.


Devan tertawa melihat tingkah Icha "hei ini memang aku suami mu"


"ohhh" Icha kembali memejamkan matanya dan memeluk Devan,


tok tok tok...


terdengar pintu diketuk Devan melepas pelukan sang istri dan membenarkan posisi selimutnya hingga sebatas leher dan berlajan menuju pintu.


pintu terbuka menampakkan mama Devan dengan wajah cerianya "nak sudah siang loh, ajak Icha makan, mana Icha?" tanya mama Devan seyara celingukan mencari keberadaan Icha.


"masih tidur ma, suruh bibi anterin sarapannya kesini saja"


"baiklah, mama ke bawah dulu" dijawab anggukan oleh Devan.


Devan menuju kearah kamar mandi untuk membersihkan diri.


"den ini sarapannya bibi taruh di meja ya" ucap sang bibi yang bekerja di rumah Devan.


"iya bi" sahut Devan dari kamar mandi.


setelah membersihkan diri Devan membangunkan Icha dengan pelan.


"jam berapa ini?" tanya Icha masih enggan untuk beranjak dari tempat tidur.


"sudah hampir jam 10, bersihkan dulu dirimu setelah itu kita sarapan" Icha hanya mengangguk dan beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


sekitar 30 menit icha telah selesai namun lagi-lagi ia tak membawa baju ganti, Icha menyembulkan kepalanya dari dalam pintu kamar mandi " kak Devan Icha ga punya baju ganti gimana dong" Devan yang melihat itu hanya tersenyum dan berjalan menuju ranjang mengambil pakaian yang ia pesan dari Roy dan memberikannya kepada Icha tak lupa dengan pakaian dalam sekalipun.

__ADS_1


setelah memakai pakaiannya Icha keluar dari kamar mandi dan duduk di samping Devan.


dan mereka mulai memakan sarapan tanpa adanya perbincangan mungkin efek dari kelaparan.


__ADS_2