My Naughty Little Girl

My Naughty Little Girl
bercerita tentang kehidupan


__ADS_3

Didalam mobil Icha terus memandangi buku nikah yang baru ia dapatkan itu, ia tak menyangka bahwa ia akan menikah secepat dan tak terduga ini, ia selalu membayangkan jika ia akan menikahi lelaki yang ia cintai dan mencintainya.


Namun harapan itu seakan sirna seketika, namun ia tak tau takdir apa yang telah menunggunya kedepannya, sebisa mungkin ia percaya bahwa Tuhan itu maha adil, ia akan memberikan yang terbaik untuk hidupnya, Tuhan maha mengetahui apa yang tidak kita ketahui.


"Emmm kita jalan dulu mau? Sekalian saling mengenal, saya belum tau semua tentang kamu" Devan memecah keheningan.


"Emm boleh, kita ke taman saja, disana suasananya sejuk, tidak terlalu panas juga tidak terlalu ramai"


"Baiklah"


Mobil perlahan melaju dengan santainya, tidak berapa lama mereka sampai di sebuah taman yang disebutkan Icha.


Mereka menuruni mobil dan berjalan menyusuri taman tersebut, Icha berjalan dengan sedikit aneh karena ini adalah pertama kali bagi Icha berjalan bersama seorang lelaki ditaman, begitupun dengan Devan.


Icha memang menyukai tempat yang ramai karena baginya hidupnya terlalu sepi ia selalu berharap akan ada seseorang yang bisa menariknya dari rasa kesepian tersebut, ia bahkan tidak memiliki sahabat satupun yang ia punya hanyalah teman, ya teman. ia tidak ingin berhubungan terlalu dekat dengan seseorang karena ia tau semua orang dapat berubah kapanpun dan di manapun tanpa alasan bahkan dengan alasan yang tidak jelas. Ia tidak suka hubungan toxic karena baginya semua hubungan itu hanyalah bullsit, sebab semua orang akan baik jika lagi butuh.


Tidak hanya itu Icha juga merupakan seorang mahasiswi kupu-kupu, kuliah-pulang kuliah-pulang. Ia tidak suka berada dalam organisasi sebab menurutnya mengikuti organisasi hanyalah ajang untuk mencari muka, mengapa? Sebab yang ia lihat ketika mengikuti perkumpulan organisasi adalah hanya berisi omongan-omongan seseorang tertentu saja, tentunya si paling cari muka, entah itu hanya pendapatnya atau memang sependapat semua orang, kita tidak tau bukan? Sebab kita tidak berada diposisi nya :).


"Kita duduk disitu yuk, dibawah pohon besar itu sepertinya sejuk udara disana" ajak Devan sembari menunjuk bangku kosong yang menghadap ke sebuah danau,


Icha hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju bangku tersebut.

__ADS_1


Sesampainya di bangku tersebut terlihat sedikit kotor dan berdebu, "jangan duduk itu kotor, kita pulang aja yuk, aku sedikit tidak enak badan" Devan tidak pernah berada di keramaian ini pertama kali baginya berada ditempat umum seperti ini, ia dari tadi merasa tidak nyaman.


"Gapapa ini bisa dibersihin kok" Icha mengambil sapu tangan dari dalam tasnya, kemudian mengelap bangku tersebut, "sudah bersih, anda sudah bisa duduk" ucap Icha menatap Devan.


Devan menurut kemudian ia duduk di bangku yang sudah dibersihkan Icha. Begitupun Icha ia lekas duduk disebelah Devan.


"Tuan..."


"Kamu.." mereka berbicara secara bersamaan.


"Eheemmm... Kamu duluan" ujar Devan.


"Tidak, anda saja dulu" ucap Icha.


Icha hanya menatap danau yang ada didepannya, ia berfikir apakah ia harus menceritakan tentang kehidupannya yang menyedihkan ini kepada orang lain? Atau ia harus mengarang tentang kehidupan yang damai dan tenang? Ahh itu tidak mungkin baginya. Icha cenderung sedikit introvert, ia selalu membatasi diri untuk menceritakan kehidupannya dengan orang lain. Apakah ini saatnya ia berbagi cerita kepada orang lain? Tapi apakah orang yang berada didekatnya ini dapat dipercaya?


"Hei mengapa melamun? Kalau kamu belum ingin bercerita tidak apa-apa aku bisa menunggu" ujar Devan ketika tak dapat jawaban dari Icha.


"Sebenarnya saya bukan asli orang sini kak..." Icha mulai memantapkan dirinya untuk bercerita apa adanya dengan Devan.


Devan hanya mengangguk dan menatap lekat wajah Icha yang diterpa sepoi-sepoi angin.

__ADS_1


"Tapi sebelumnya bolehkah saya menanyakan sesuatu kepada anda?" Devan hanya mengangguk.


"Apakah anda bisa menjaga semua yang saya ucapkan? Saya belum pernah menceritakan kehidupan saya kepada siapapun, karena saya tidak tau orang yang dekat dengan saya itu kawan atau lawan" ucap Icha dengan lantang sembari menatap tajam mata Devan.


"Saja berjanji akan menjaga apapun yang kamu ucapkan, dan bisa saya jamin saya bukanlah seorang yang jahat, kamu bisa mempercayai apa yang saya katakan" Devan mengucapkan hal itu tak kalah serius dengan Icha.


"Baiklah, sebenarnya saya dari negara X, tapi saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah kesini, karena papa selalu bercerita jika beliau dulunya sangat ingin kuliah disini, jadi saya sebagai anak memiliki tugas untuk memenuhi keinginan tersebut" Icha bercerita dengan ekspresi damai, ia terus menatap danau nan indah itu.


"Tapi baru saja kuliah beberapa bulan tiba-tiba mama kirim uang yang sangat banyak jumlahnya, pdhal uang saku yang kemarin aja belum habis, saya pikir itu hanya untuk jaga-jaga ketika uang saku saya habis, tapi setelah itu mama dan papa tidak pernah kasih kabar sedikitpun dan saya mulai khawatir saya takut jika terjadi sesuatu kepada mereka. tapi setelah beberapa Minggu tiba-tiba saya mendapat sebuah surat, dan ternyata itu dari papa yang disitu tertulis agar saya tidak sembarang percaya dengan seseorang dan apapun yang terjadi mereka sangat melarang ku untuk pulang, dan setelah itu saya melihat TV dan... dan" Icha tak sanggup lagi meneruskan ceritanya, ia begitu terpukul ketika mengingat semua itu ia menangis tersedu-sedu. Devan yang melihat itupun langsung memeluk Icha, Icha membalas pelukan Devan dengan sangat erat, ia merasa sangat rapuh, inilah pertama kalinya ia menceritakan tentang keluarganya kepada seseorang.


"Icha hei Icha kau kenapa?" Tanya Devan yang panik karena badan Icha seketika melemah dan pernafasan Icha berat. Devan dengan sigap menggendong Icha ala bridal style dan membawanya masuk kedalam mobil.


...****************...


hai kakkk....


mohon dukungannya yaa..


support terus ya kak๐Ÿ™๐Ÿ™


seberat apapun masalahmu saat ini tetap semangat ya๐Ÿ™

__ADS_1


kita tidak pernah tau takdir apa yang menunggu kita didepan tetap jaga kesehatan dan positif thinking ya kak๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


see you๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š


__ADS_2