My Naughty Little Girl

My Naughty Little Girl
my husband


__ADS_3

pagi ini Icha berangkat ke kampus dengan diantar Devan, beberapa hari kedepan mereka akan tinggal di rumah Devan,


"kak turun di halte depan saja" ucap Icha sembari menunjuk sebuah halte yang tidak jauh dari kampusnya.


"mengapa disitu?"


"kita kan menikah diam-diam kak, bagaimana kalau nanti ada yang lihat kita?"


"tidak apa-apa" mobil Devan melewati halte yang ditunjuk oleh Icha.


"kak Devan kan Icha udah bilang turunin dihalte saja, sudah-sudah berhenti didepan gerbang" Devan tidak menanggapi ucapan Icha dan masuk kedalam gerbang kampus Icha, memberhentikan mobilnya tepat ditengah lapangan.


semua mahasiswa yang sudah berangkat berkerumun demi melihat siapa gerangan yang diantar menggunakan mobil mewah bak putri kerajaan saja.


Icha yang menyadari akan hal itu memukul lengan sang suami "kak Devan jahat, kan aku sudah bilang turunin di depan gerbang"


"apa sih ca, ini juga di depan gerbang" Devan mencoba melindungi dirinya dari pukulan Icha dengan menyilangkan tangannya dengan seringainya yang entah sulit untuk dijelaskan.


Icha dengan dongkolnya keluar dari mobil tersebut dan berlari memasuki koridor kampus, Devan yang melihat itu pun hanya tersenyum dan melajukan mobilnya menuju kantornya.


di sepanjang koridor bisik-bisik para mahasiswa membuat telinga Icha panas, ia hanya menggerutu sepanjang koridor menuju kelasnya.


"ichaaaa" suara melengking Maya menghentikan langkah Icha, ia menoleh ke arah suara yang tengah ngos-ngosan mengejarnya.


" eh ca kamu tau tidak yang dibicarakan para anak-anak itu?" tanya Maya seraya menunjuk segerombolan tim ngerumpi di depan kelas mereka.


Icha hanya mengangkat bahu dan berjalan, Maya mengikuti langkah Icha dengan terus mengomel "mereka bilang tadi ada mobil mewah masuk ke lapangan kampus dan mengantarkan seorang gadis, menurutmu apakah gadis itu simpanan om-om ya ca"


pletak..


"sakit ichaa" Icha menyentil dahi Maya "jangan bicara sembarangan oon" Icha kembali melanjutkan langkahnya. Maya hanya mengikutinya dengan bibir yang manyun.

__ADS_1


jam istirahat telah tiba, Icha dan Maya memutuskan untuk pergi ke kantin "kamu pesen apa ca? biar sekalian aku pesankan" ucap Maya menghentikan langkahnya.


"emm baso aja" Maya menganggukkan kepalanya kemudian mengantri untuk memesan sementara Icha mencari kursi kosong untuk ia dan Maya duduki, namun semua terlihat full sampai seseorang melambaikan tangannya kepada Icha


"ichaaaa sini gabung sama kita" yang tak lain adalah Joseph.


mau tak mau Icha berjalan menuju tempat dimana Joseph dan teman-temannya berada.


"sendirian Cha?" tanya salah satu teman Joo yang bernama Kevin. Icha menggelangkan kepala seraya menunjuk Maya yang sedang mengantri, Kevin hanya manggut-manggut saja seolah mengerti jika icha berdua bersama temannya.


drrrttt... drrttttt..... drrrttt.....


terdengar getaran dari ponsel Icha. ia segera melihat siapa yang memberi ia pesan apakah kafe tempatnya bekerja? Alis Icha berkerut ketika melihat nomor tak dikenal, ia ingin mengabaikan namun tiba-tiba sebuah notifikasi pesan terlihat dan Icha pun membalas pesan tersebut.


08xxxxxx


*selamat siang


-suamimu*


sejak kapan ia tau nomorku -batin Icha


ia seakan tidak peduli dan meletakkan ponselnya ke meja, namun sedetik kemudian ia mengambil lagi dan mengetik sesuatu.


*my husband❤️


nanti aku jemput, mulai sekarang tidak perlu bekerja kamu cukup meminta uang padaku ingat itu.


semangat kuliahnya my wife❤️*


Icha hanya tersenyum tanpa membalas pesan tersebut.

__ADS_1


sementara itu tingkah laku Icha tak luput dari pandangan Joseph, ia penasaran dengan siapa yang memberi pesan kepada Icha, hingga bisa membuat Icha seolah salah tingkah.


tak lama Maya datang membawa nampan berisi pesanan mereka.


......................


di gerbang sebuah universitas terparkir mobil hitam mewah,sekitar 30 menit mobil tersebut telah terparkir disana.


"apakah masih lama Roy?" tanya Devan dari kursi penumpang


"dari informasi yang saya dapat, seharusnya sebentar lagi tuan" jawab Roy yang duduk di kursi kemudi.


Icha keluar dari gerbang kampusnya dan melambaikan tangan kepada Maya sebagai tanda perpisan dan berjalan menuju dimana mobil mewah Devan terparkir.


"kak Devan sudah lama?" tanya Icha seraya memasuki mobil Devan.


"belum terlalu lama, Roy jalan" Devan tersenyum dan memberi perintah kepada Roy untuk jalan.


mobil mewah Devan melaju menjauh dari kampus Icha.


"kau sudah makan?" tanya Devan memecah keheningan, Icha hanya mengangguk seraya melihat ponselnya.


"ohh iya mulai sekarang kau tidak usah bekerja, aku sudah mengurus pengunduran dirimu"


"apa? mengapa begitu?" tanya Icha memandang Devan seakan membutuhkan sebuah jawaban.


"Mulai sekarang kamu yang akan menghabiskan uangku, aku suamimu sekarang Icha, suami bekerja untuk istri, dan tugas istri adalah menghabiskan uang suami" tangan Devan terulur mengusap puncak kepala Icha.


Icha yang mendapat perlakuan tersebut segera mengalihkan pandangannya mengarah jendela mobil.


Devan sama halnya dengan Icha, ia tampak salah tingkah. entah mengapa ia mulai menyukai Icha, ia mulai memiliki rasa ingin memiliki Icha.

__ADS_1


sekertaris Roy yang melihat dari sepion mobil hanya tersenyum tipis.


__ADS_2