My Naughty Little Girl

My Naughty Little Girl
bini gue


__ADS_3

Devan terbangun saat merasakan sesuatu melingkar di perutnya, ia meraba dan mendapati Icha tengah memeluk dirinya dari belakang.


setelah memeriksa beberapa email Devan menyusul Icha ke kamar dan mendapati Icha telah terlelap di ranjangnya, tanpa pikir panjang Devan merebahkan tubuhnya disamping icha, karena di rasa kantuknya telah tiba.


Devan membalikkan badannya menatap Icha yang masih terlelap dengan memeluknya, Devan memandang wajah cantik istrinya, ia merapikan rambut Icha mengelus pipi mulus sang istri kemudian menyentuh hidung Icha dan turun ke bibir,


Devan mengelus bibir Icha kemudian mengecupnya Devan tertawa entah mengapa ia merasa senang jika berada di dekat Icha, icha yang merasa tidurnya terusik mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di dada Devan.


Devan dengan senang hati menerima pelukan Icha seraya mengelus kepala Icha.


Icha yang merasa ada yang mengelus kepalanya membuka mata dengan berlahan, pertama kali yang dilihatnya adalah wajah tampan Devan yang menatapnya dengan senyuman.


"jam berapa sekarang?" Icha melepas pelukannya dari Devan dan meregangkan otot-ototnya.


"jam 8 malam" Devan merubah posisinya menatap langit-langit kamarnya.


"kak Devan udah makan?" Devan hanya menggeleng.


" tunggu bentar ya kak, Icha mandi dulu habis itu Icha siapin makan malamnya" Icha beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum menyiapkan makan untuk Devan.


Devan dan Icha menyantap makanannya dalam keheningan.


selesai makan Devan pergi ke kamarnya berganti pakaian dan turun sambil memutar kunci motor ditangannya.


"aku mau keluar kamu di rumah saja ya" Icha hanya mengangguk tanpa menatap Devan, ia tengah fokus melihat film di layar kacanya.


Devan merasa kesal karena Icha tak menatapnya sedikit pun ia pun mendekati Icha dan berbisik "jangan terlalu larut tidurnya biasanya sekitar jam set 10 malam akan ada tawa anak-anak yang bermain di ruang ini" Icha tersentak mendengar bisikan Devan.

__ADS_1


ia melihat jam menunjukkan pukul 9 tepat seketika icha memandang sekitarnya seakan berubah menjadi horor, ia bangkit mematikan televisinya dan berlari mengejar Devan yang telah berlalu setelah memberinya bisikan.


Devan menyeringai puas ketika melihat ekspresi Icha, ia tau jika kelemahan Icha adalah hantu.


"aku ikut" Icha sembari memeluk lengan Devan.


Devan menghentikan langkahnya ia menoleh kearah Icha dan mengerutkan keningnya ia melihat tampilan Icha yang hanya menggunakan tank top dan celana pendek, bahkan tanpa menggunakan sandal, karena saking takutnya Icha langsung lari tanpa mempedulikan apapun.


"a aku akan berganti pakaian, tapi kak Devan harus temani dulu" mengetahui tatapan Devan Icha menarik lengan Devan agar menemaninya ke kamar untuk berganti pakaian.


"kak Devan mau pergi ke mana?" tanya Icha setengah berteriak karena kini Icha dan Devan telah berangkat menaiki motor sport.


"tongkrongan ca, sama temen-temen aku"


"apa?" Icha tidak mendengar jelas yang dikatakan Devan,


"apa? rongsokan?" Devan hanya menghela nafasnya mendengar jawaban Icha. ia tidak lagi mempedulikan Icha yang dengan cerewetnya menanyakan ini itu.


mereka telah sampai di sebuah club malam, ya Devan memiliki janji dengan teman-temannya untuk mengunjungi club' salah satu sahabatnya itu, sudah lama mereka tidak berkumpul bersama.


Devan berjalan menaiki tangga diikuti dengan Icha yang memegang jaket bagian bawahnya, ia melihat-lihat banyak sepasang pria dan wanita yang berjoget menikmati alunan musik yang berisik menurut Icha.


sampai di depan pintu sebuah ruangan VVIP Devan berhenti dan berbalik memandang Icha yang sedang melihat orang-orang berjoget dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan.


Icha memandang Devan yang tiba-tiba berhenti dan melihat ada seorang wanita yang kini sedang memegang lengan Devan dengan bergelayut manja dan kini tangan wanita tersebut menjalar akan memegang dada Devan namun segera Icha memukul tangan wanita tersebut dan berdiri didepan Devan dengan merentangkan tangannya seakan melindungi Devan dari wanita tersebut.


"kakak cantik ga boleh ya pegang-pegang cowo aku"

__ADS_1


Icha memandang wanita tersebut dengan heran, ia bingung dengan pakaian yang dikenakan wanita tersebut seakan sangat kekurangan bahan, apakah tidak dingin itulah yang ingin ia tanyakan.


"dia cowo kamu?" tanya wanita tersebut yang hanya diangguk i oleh Icha.


"ohh ku kira kau adiknya" wanita tersebut pergi begitu saja meninggalkan Devan dan Icha.


cowo aku kata-kata yang terngiang dikepala Devan, entah mengapa ia merasa senang atas pengakuan Icha di depan wanita tadi,


Icha menatap Devan dan berjinjit seakan ingin membisikkan sesuatu, Devan yang menyadari itu menunduk menyamakan tingginya dengan Icha.


"apakah wanita tadi tidak kedinginan ya? padahal kan aku bisa meminjamkan jaketku untuknya" Devan hanya terkekeh mendengar bisikan sang istri kemudian ia juga membisikkan sesuatu "semua yang berada di sini memakai pakaian seperti itu jadi wajar, coba lihat disekelilingmu" Icha langsung melihat kondisi sekelilingnya dan benar saja mereka semua memakai dres mini yang kekurangan bahan, Icha hanya bergidik, Devan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah lucu sang istri.


Devan berdiri tegak dan membuka ruang VVIP tersebut.


"Aaaaa kak Devan kenapa mereka saling menggigit?" teriak Icha tatkala melihat pemandangan di dalam ruangan VVIP tersebut


Devan langsung menutup mata Icha tatkala melihat pemandangan di depannya,


dua sejoli yang sedang berciuman segera menghentikan kegiatannya, sang cowo melemparkan sejumlah uang kepada wanita tersebut dan menyuruhnya keluar, ada ekspresi kecewa dari sang wanita itu namun ia tetap pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"dasar kau tidak pernah berubah" cerca Devan seraya memegang tangan Icha membawanya masuk ke ruangan.


"tskkk.. dasar pengganggu" cowo tersebut menatap Devan kemudian beralih ke samping melihat Icha yang masih menutup matanya dengan tangannya sendiri.


"boleh kenalin cewe di sampingmu"


"bini gue"

__ADS_1


"WHAT?"


__ADS_2