My Naughty Little Girl

My Naughty Little Girl
bersejarah


__ADS_3

Devan berjalan menuju dimana mobil Sky diparkirkan, Icha yang berada di gendongan Devan merasa tidak nyaman dengan tubuhnya, ia menggeliat di gendongan Devan seraya menarik-narik jaket kulit yang ia kenakan.


"panas"


"iyaa, bentar lagi kita pulang" ucap Devan dengan membuka pintu mobil kemudian meletakkan Icha di kursi samping kemudi,.


namun di saat ia akan keluar tiba-tiba ia merasa ditarik hingga terjatuh di atas tubuh Icha "kak Devan? kamu tampan sekali" Icha meracau dengan mengalungkan tangannya dileher Devan,


Devan sebisa mungkin melepaskan tangan Icha dari lehernya namun tidak bisa "Cha lepas" Icha memanyunkan bibirnya dan kemudian tersenyum.


"cium Dulu"


"Cha kau mabuk" Devan mencoba melepaskan tangan Ichall namun Icha tambah mengeratkan pelukannya "cium Dulu, nanti Icha lepas" mau tak mau Devan mengecup bibir Icha, namun Icha masih merasa kurang dan kembali menarikm kepala Devan kemudian ******* bibir Devan.


Devan sempat terlena dengan l*matan Icha namun beberapa saat ia tersadar dan menjauhkan dirinya dari Icha.


n


ia mengambil nafas banyak-banyak karena dirasa jantungnya berdegup dengan kencang, kemudian ia memasuki kursi kemudi, dan mengemudikan mobil Sky ke arah rumahnya.


di perjalanan pulang Icha merasa tubuhnya sangat m. padahal filter padahal AC mobil Sky sudah berada di suhu paling rendah.


tak berselang lama mereka sampai di gerbang pintu rumah Devan. ia mengklakson dan terlihat pria paruh baya membukakan pintu gerbangnya.


Devan memarkirkan mobilnya di bagasi, pria paruh baya berlari hendak membukakan pintu mobil untuk Devan dan hendak membukakan pintu untuk Icha namun dengan cepat di cegah oleh Devan, bagaimana tidak, sekarang bagian atas tubuh Icha hanya menggunakan bra saja, sebab ia membuka bajunya karena di rasa sangat panas.


pria paruh baya tersebut menunduk memberi hormat dan berlalu meninggalkan tuannya, Devan berlari kecil ke arah kursi Icha, ia membuka jaketnya kemudian membuka pintu mobil, ia menyelimuti Icha tubuh Icha dengan jaketnya kemudian menggendongnya menuju kamar mereka.


Icha mengalungkan tangannya dileher Devan "kak Devan kau dingin sekali" ia mulai meraba wajah Devan dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Devan.


Devan merinding dikala Icha menghirup kuat lehernya, di rasa ia pun juga tegang karena kini Icha bukan hanya menghirup kadang sesekali mencium leher Devan.


sesampai di kamar Devan segera meletakkan tubuh Icha di ranjang, namun Icha enggan melepas tangannya dari leher Devan " kak Devan Icha panas sekali" Icha menarik jaket Devan yang ada di tubuhnya membuang ke sembarang arah dan memeluk Devan dengan erat.

__ADS_1


menyusupkan tangannya ke dalam kaos yang di kenakan Devan mengelus tubuh bagian belakang Devan dengan sentuhan sensual.


"ahhh sial, pasti ini ulah anak setan" Devan melepaskan tangan Icha dari tubuhnya, ia mengambil ponselnya yang berada di saku celananya dan menghubungi seseorang.


hallo brother -suara dari sebrang yang tak lain adalah leon


"hei setan, kau apakan bini gue"


terdengar suara gelak tawa dari sebrang "kau tidak usah mengucapkan terimakasih, itu murni aku lakukan demi kau yang masih perjaka, jangan lupa ciptain ponakan yang lucu buat guee, good luck Brody".


panggilan di akhiri.


"sial, aku harus apa coba" Devan mengacak rambutnya frustasi, kini ia melihat Icha yang sudah melepaskan bra nya dan melemparkan ke arah Devan.


ohh shiitttt.. kau sendiri yang minta Icha bukan salahku, tapi kita sama-sama menginginkannya.


Devan mendekati Icha dan mulai menindih tubuh mungil istrinya ia mulai membelai wajah Icha yang terus bergerak tak nyaman di bawahnya, ia mulai mengecup dahi Icha turun ke hidung kamudian mengecup kedua pipi Icha,


Icha menelusupkan tangannya ke dalam kaos Devan, mengelus punggung Devan "ahh kak Devan kau dingin sekali" racau Icha yang terus menggerayangi punggung Devan.


"uhhmmmm... kak Devan" suara erotis Icha seakan memberikan lampu hijau untuk terus menjamah tubuhnya lebih intim.


Devan tersenyum melihat ke arah samping dimana icha masih tak memakai apapun karena pertempuran panas mereka, ia mengecup kening sang istri yang sudah tertidur karena kelelahan "thank you my wife, for giving me your first experience, I promise to treat you like husband and wife" Devan menyelimuti tubuh polos mereka berdua dan membawa istrinya ke pelukannya kemudian memejamkan matanya dengan tersenyum.


malam ini menjadi malam yang paling bersejarah bagi mereka, dimana mereka saling melepas sesuatu yang paling berharga dari tubuh mereka.


dering ponsel Devan membangunkan sang pemilik, perlahan ia membuka matanya pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah wajah lelah Icha yang kini berada di pelukannya , ia menyelipkan rambut Icha ke belakang telinganya, ia mengelus pipi mulus Icha dan mengecupnya.


"terimakasih untuk semalam" Devan membisikkan ke telinga Icha.


Icha merubah posisi tidurnya "shhhh" Devan terkekeh melihat tingkah lucu Icha saat tidur "apakah masih sakit hmm?" tanyanya namun Icha masih setia menutup matanya.


Devan membenarkan selimut Icha mengecup kening sang istri, kemudian turun dari ranjang memungut celana boxer nya dan memakainya.

__ADS_1


ia menyambar ponselnya yang dari tadi terus berdering, dilihatnya sang asisten menelponnya.


"hallo" Devan mengangkat telepon dari sang asisten dan berjalan keluar kamar karena tak ingin menganggu istrinya yang masih tertidur.


"Tuan apakah hari ini anda ke kantor?" ucap Roy dari sebrang.


"sepertinya aku akan mengambil cuti dua hari untuk menemani istriku"


"baik tuan"


"dan lagi kau tidak boleh menghubungiku selama dua hari ini"


"tapi tuan--"


" kau tidak boleh menghubungiku jika aku tidak menghubungimu terlebih dahulu"


"bagaimana jika--"


"Royy-"


"baiklah tuan, kalau begitu saya lanjut untuk bekerja, jangan lupa untuk makan tepat waktu dan menjaga kesehatan"


"aku tau" Devan mematikan panggilannya,


ia melihat jam di ponselnya menunjukkan pukul 9, ia berjalan menuruni tangga menuju dapur.


icha membuka matanya ketika merasakan sebuah cahaya menyinarinya, sensasi yang pertama ia rasakan adalah pegal di seluruh badannya.


ia melotot ketika merasakan sakit saat hendak duduk ia melihat ke dalam selimut dan seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat, dirinya polos tanpa ada benang yang menempel.


ia melihat sekelilingnya bajunya dan Devan berserakan dimana-mana "apakah aku benar-benar melakukannya? apakah aku tidak bermimpi" Icha memegang pipinya yang tiba-tiba memanas, malu itulah yang ia rasakan.


ahh iya jika kita pertama kali melakukannya pasti akan terasa sakit di bagian inti -pikit Icha.

__ADS_1


ia menggerakkan badannya dan benar saja ia merasakan perih di bagian inti.


__ADS_2