My Naughty Little Girl

My Naughty Little Girl
Icha menangis


__ADS_3

Kicauan burung seakan mengawali pagi hari, matahari mulai terbit dari ufuk timur tersenyum cerah seolah menyambut siang yang riang, sinarnya menerangi semua makhluk hidup, cahaya yang cerah menyeruak masuk melalui celah-celah gorden sebuah rumah mewah.


"Euungghhhh" lenguh seorang gadis muda dalam tidurnya.


Anatasya fariecha biasa disapa Icha seorang gadis berusia 21 tahun, berparas cantik dengan rambut sepunggung berkulit putih, tinggi 155 dan berat badan 41 mungil bukan?


Dibalik kemungilannya ada jiwa yang kuat, jiwa yang seolah menyakinkan dirinya bahwa dia bisa menjalani hidup dengan baik tanpa harus mengandalkan orang lain, pendiriannya yang kekeh akan kemampuan dirinya, ia selalu percaya akan usaha tidak akan mengkhianati hasil, seorang pekerja keras, berpendirian selagi masih sanggup berdiri sendiri orang lain hanya perlu mengamati.


'apa ini berat sekali perutku, seolah ada sesuatu yang menimpaku' gumam Icha dalam tidurnya.


Ia membalikkan badan dan seakan memeluk guling ya.


"Ahhh tidak biasanya kau senyaman ini guling, aku berharap kau tidak akan merubah rasamu ini, begitu nyaman dan menenangkan" ucapnya seraya mengeratkan pelukannya dan masih dalam keadaan menutup mata.


"Hei apakah kau tidak ingin bangun? Kau tidak ingin pergi kuliah hmm?" Ucap seorang lelaki dengan suara khas bangun tidur dan mengelus punggung Icha,


Saat ini mereka berada di ranjang yang sama, dengan saling berpelukan satu sama lain.


Devan Danuarta, 35 tahun pewaris tunggal keluarga Danuarta, keluarga yang paling disegani di negaranya akan ketegasan dan kekayaannya yang melimpah.


Namun banyak yang mengatakan jika pewaris keluarga Danuarta adalah seorang pria yang arogan dan dingin, tidak memiliki sisi belas kasihan jika bawahannya ada yang melakukan kesalahan yang disengaja.


Keluarga Danuarta terkenal akan keharmonisan dalam rumah tangganya, sebuah keluarga yang selalu diperbincangkan publik dan bisa dijadikan panutan untuk menjadi keluarga harmonis.


Riyan Danuarta merupakan kepala rumah tangga dikeluarga Danuarta bisa dibilang adalah ayah dari Devan, terkenal akan ketegasan dalam memimpin dan tidak segan-segan memberikan hukuman kepada bawahannya yang tidak amanah, namun sikapnya bertolak belakang jika ia bersama isterinya.


Ollie Danuarta merupakan istri dari Riyan ibu Devan, Ollie mengikuti marga dari suami, nama aslinya adalah Ollie Oliver.


"Aaaaa.. siapa kamu? Dan mengapa kamu berada di tempat tidur ku?" Tanya Icha langsung terduduk ketika mendengar suara lelaki.


"Heiii.. apakah begini caramu memperlakukan malaikat penolongmu?" Jawab Devan sembari duduk menghadap Icha.


"Malaikat penolong? Apakah aku masih didalam mimpi?" Gumamnya.

__ADS_1


Icha bingung kemudian ia mendekatkan wajahnya ke wajah Devan, ia meneliti dengan seksama wajah Devan.


"Apakah Malaikat penolong setampan dirimu? Apakah kamu ditugaskan tuhan juga untuk melindungiku? Atau hanya menolongku saja? Tapi sepertinya kau manusia bukan?"


Ceklek..


Tiba-tiba pintu terbuka..


"Emmm sepertinya mama datang tidak pada waktunya" ucap mama Ollie dengan senyum ramahnya.


"Tapi mantu mama belum makan dari semalem yuk makan sayang" lanjut sang mama kemudian mendekati Icha.


"Uhhh tunggu, Tante ini siapa?" Ucap Icha sembari memegang kepalanya yang sedikit sakit.


"Apakah Devan semalam terlalu kasar sayang? Apakah masih sakit?" Mama Devan menyentuh tangan Icha sembari khawatir.


"Maa mama apa apaan sih, mama keluar dulu deh, dia itu masih syok maa, ngertiin dulu deh yaa, nanti Devan ajak dia makan kebawah" ucap Devan menepis tangan mamanya yang menyentuh Icha.


"yasudah cepat gih bersih-bersih, papa sudah menunggu, ia sangat ingin tau calon mantunya" ucap mama Devan kemudian berlalu meninggalkan 2 insan sang saling bertatapan.


"Jadi begini...." Devan menceritakan semua mulai dari sang mama yang selalu mengatur kencan buta untuknya dan karena ia muak, ia pun bilang pada mamanya jika ia memiliki pacar dan malam itu mamanya ingin Devan membawa pacarnya pulang, ia memerintahkan Roy sekretarisnya untuk mencarikan wanita seperti typenya tapi tidak menemukan satupun dan kebetulan disaat perjalanan pulang sekertarisnya secara tidak sengaja menyerempet Icha yang dalam pengaruhi obat, dan dibawa pulang oleh Devan, kemudian Devan memperkenalkan kepada mamanya jika Icha adalah calon mantunya.


"Jadi, saya harus menjadi pacar pura-pura tuan malaikat begitu?" Tanya Icha yang mengerti akan penjelasan Devan.


Devan hanya menganggukkan kepalanya dan mengulum senyum, ia melihat banyaknya tanda yang ia buat di leher Icha.


"Tadi tuan bilang saya dalam pengaruh obat, apakah tuan telah memberikan saya penawarnya?"


"Eheemmm untuk masalah itu... Akulah penawarnya, kau tau aku harus mengorbankan diriku yang suci ini untukmu" ujarnya dengan memalingkan wajahnya karena ia tidak tahan dengan tingkah lucu Icha.


"APAAA... Jadi aku sudah tidak perawan? Ohhh mama maafkan anakmu yang durhaka ini.. bahkan tidak bisa mempertahankan mahkota yang sangat berharga huhuhuu..."


Icha kenangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sembari menangis sesenggukan.

__ADS_1


"Buahahahahaa.... Hei hei siapa yang sudah memprawani kamu? Apakah kamu yakin kamu masih perawan?" Devan tidak sanggup lagi menahan tawanya.


"Tentu saja tuan, bahkan saya tidak pernah berpacaran, saya juga ingin seperti teman-teman yang lain merasakan, indahnya pacaran nikmatnya berciuman" jawab Icha sembari menghapus air mata dan masih sesenggukan.


"Ohh apakah tadi kamu bilang ingin merasakan nikmatnya berciuman?" Tanya Devan dengan smirk nakalnya.


" Tentu setiap orang pasti menginginkannya" ujar Icha sambil menatap wajah Devan,


Devan baru menyadari betapa imutnya wanita dihadapannya, ia melihat dari mata kemudian hidung yang mancung, dan bibir yang seksi.


Tanpa sengaja Devan menyentuh bibir mungil tersebut. Icha yang mendapatkan perlakuan seperti itupun kaget. "Tu tuan apa yang anda lakukan"


Tidak menghiraukan ucapan Icha Devan langsung menyambar bibir mungil Icha dan melum*tnya dengan pelan.


Icha yang mendapatkan perlakuan tersebut pun kaget dan sebisa mungkin memberontak, namun lama kelamaan ia terbuai dengan ciuman Devan, entah sengaja atau tidak sekarang Icha sudah mengalungkan tangannya ke leher Devan.


"Buka mulutmu" ucap Devan disela-sela ciumannya.


Icha hanya menurut apa yang dikatakan oleh Devan, gila itulah yang difikirkan Icha untuk dirinya sendiri karena ia terbuai oleh ciuman orang yang bahkan belum ia kenal lebih dari 1 jam.


"Uhhmmm.." lenguh icha disela-sela ciumannya.


"Tu tuanhh ini salah, kita belum kenal lebih dari 1 jam, dan kita bukan suami istri uhhh" Devan tidak mengindahkan ucapan Icha ia masih berada dileher icha dan membuat tanda lebih banyak dari tadi malam.


"Biarlah aku ambil start dulu, nanti kita nikah yaa, kau tau kau adalah satu-satunya wanita yang ku sentuh, dan aku tidak mau kau disentuh pria lain, kau mengerti"


" Ta tapi tuan..."


"Tidak ada tapi-tapi an kau adalah milikku, dan aku adalah malaikat penolongmu dan kau harus menuruti aku, aku tidak suka dibantah, dan satu lagi aku adalah raja disini"


Icha degan sekuat tenaga mendorong tubuh Devan, " aku tau tuan aku memang menginginkan ciuman, tapi bukan berarti kau harus seenaknya huhuhuuu.. aku juga punya harga diri, aku juga punya pendirian jika aku belum menikah aku tidak akan memberikan apapun itu untuk orang lain, dan anda bahkan sudah mencuri ciuman pertamaku tuan huaaaaa, bahkan anda tidak mau bertanggung jawab dan malah bilang bahwa anda raja disini, aku tidak ingin bermain seperti itu, aku tidak ingin menjadi salah satu selir yang menyenangkan raja, aku hanya ingin menjadi ratu satu-satunya tuan, apakah anda bisa mengabulkannya? Aku juga ingin dicintai aku juga ingin punya keluarga,apakah dunia ini hanya milik si kaya? Lalu aku sebagai si miskin apakah tidak bisa mendapatkan apapun? Bahkan untuk tersenyum saja saya sedikit memaksa tuan huaaaaaaaa...." Seketika tangis Icha pecah.


Devan merasa tak enak dengan Icha dan bingung harus bagaimana karena ini pertama kalinya ia menghadapi wanita yang menangis.

__ADS_1


"Iyaa cup cup cup.. sudah-sudah bukan maksudku begitu" Devan membawa Icha ke pelukannya, namun Icha tambah sesenggukan sembari memeluk erat Devan.


__ADS_2