My Naughty Little Girl

My Naughty Little Girl
rencana camping


__ADS_3

setelah puas berbincang dengan sang menantu tak terasa kini hari sudah mulai gelap "mama kenapa tidak menginap saja" tawar Icha yang kini mengantar sang mertua di depan pintu.


"kapan-kapan saja ya sayang" mama Devan mendekat ke telinga Icha seraya membisik " mama tidak enak dengan Devan, takut mengganggu" kemudian memeluk Icha dan menciumnya.


Icha memandang Devan melihat raut tidak bersahabat sang suami.


mama Devan memeluk dan mencium Devan "mama pulang dulu ya, baik-baik kalian cepat cetak banyak cucu untuk mama" ujar mama Devan sedikit berbisik.


mobil yang dikendarai mama Devan melesat meninggalkan kediaman sang anak serta menantunya.


tak terasa sudah 2 Minggu setelah kunjungan sang mertua kini hubungan Icha dan Devan kian membaik, Icha fokus dengan kuliahnya begitupun Devan ia fokus untuk mengembangkan proyeknya.


"eh Cha Minggu depan ada acara camping kamu ikut nggak?" ucap Maya kini mereka berdua tengah menyantap baso di kantin kampus,


"emmm nggak tau, belum kepikiran" sebenarnya Icha ingin mengikuti camping kampus namun ia berfikir jika akan membicarakan hal tersebut dengan Devan terlebih dahulu.


"nanti kalau udah dapat jawaban kabarin ya" mata Maya kini berseri menatap Icha yang sudah selesai dengan makannya.


"iyaa, nanti aku kabari, yaudah yuk kita ke kelas sebentar lagi masuk" Icha beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan meja kantin disusul dengan Maya.


Icha berjalan bersama Maya dengan Maya yang terus bercerita, hingga tanpa di sadari mereka telah sampai di depan kelas.


"eh Cha di panggil Joseph di ruang BEM" ujar seorang siswa laki-laki yang lewat.


Icha mengernyitkan dahinya, ia bingung ada urusan apa Jo memanggilnya ke ruang BEM, ia yakin bahwa ia tak membuat masalah.


Joseph adalah salah satu anggota BEM, Joseph aktif dalam kegiatan organisasi, berbeda dengan Icha ia malas jika harus mengikuti sebuah organisasi, karena menurutnya organisasi di penuhi dengan orang yang cari muka, namun nyatanya tidak semua organisasi seperti yang Icha pikirkan.


"kamu masuk dulu, aku ke ruang BEM dulu"


"mau aku temani?"


"gausah makasih" Icha berlalu meninggalkan Maya di depan kelas, Maya mengangkat kedua bahu dan masuk ke dalam kelas.


sampai di depan pintu ruang BEM Icha berhenti sebentar mengambil nafas dalam-dalam dan mengetuk pintu.


"masuk" terdengar suara sahutan dari dalam, Icha membuka pintu dan memasuki ruangan tersebut terlihat beberapa anak BEM yang kini melihat kearahnya namun ia tidak melihat Joseph.

__ADS_1


"Joseph nya ada?" tanya Icha kepada siapa saja yang berada disana.


"Joo ada yang cari kamu" teriak salah satu teman Joseph.


Joseph keluar dari sebuah ruangan yang berada di situ melihat siapa yang mencarinya "ohh Icha sini" ucap Joseph.


Icha berjalan ke arah Joseph dan mengikutinya masuk ke ruangan tersebut, terdapat 4 sofa dan 1 meja dan ada 3 teman Joseph lainnya.


Icha di persilahkan duduk di sofa dan ia mengikuti "jadi ini anaknya yang aku usulkan" semua anak yang berada di ruangan tersebut menoleh ke arah Icha yang kebingungan "biasa aja" ucap seorang siswa yang duduk dengan kaki di silangkan yang bernama Bella.


Icha menatap Bella dari atas hingga bawah dan tersenyum mengejek dan berfikir jika kata biasa aja pantasnya untuk dirinya sendiri, namun sesaat kemudian ia memandang Joseph "usulan apa ya Joo" tanya nya kini mulai penasaran.


"jadi gini Cha, kita ada rencana akan pergi camping untuk beberapa hari bulan depan, dan setelah itu akan ada pameran pameran lukisan jadi aku mengusulkan kamu untuk mengikuti pameran tersebut, dan lagi kamu bisa mengikuti kegiatan camping agar bisa mendapat ide untuk apa yang akan kamu lukis untuk pameran tersebut" jelas Joseph.


"kenapa harus aku Joo?"


"karena kamu pandai melukis" jawab Joo dengan cepat.


"bagaiman kamu bisa tau?" Icha mulai heran dengan jawaban Joseph karena ia tak pernah memberi tau siapapun bahwa ia suka melukis, namun ia sudah tidak mau melukis karena ada sesuatu hal yang membuatnya untuk berhenti melukis.


Icha mulai curiga dengan jawaban Joseph karena bagaimanapun ia ia tak pernah menulis di biodatanya bahwa ia hobi melukis, "maaf Joo, aku tidak bisa" Icha berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan tersebut dan menuju kelasnya.


"cihhh kampungan sok jual mahal" ucap Bella dengan muka jijiknya.


Joseph berdiri hendak mengejar Icha namun, cengkalan tangan Kevin menghentikannya "biarkan dulu, mungkin ada sesuatu yang membuatnya tidak ingin melukis lagi" Joseph kembali duduk dan mulai mengusap wajahnya gusar.


jangan sampai aku ketahuan, kalau sampai itu terjadi bisa gagal rencanaku -batin Joseph.


jam menunjukkan pukul 3 sore Icha berjalan di trotoar jalan ia masih berfikir apa rencana ke sedepannya, ia ingin mengikuti camping tapi apakah Devan akan mengizinkannya?


Icha duduk di bangku pinggir jalan ia menghembuskan nafasnya dengan gusar.


......................


Joseph berjalan menuju parkiran kampus "Joo aku nebeng ya, rumah kita kan searah"


Joseph tak menghiraukan perkataan Bella ia terus saja berjalan menuju parkiran.

__ADS_1


"ga bisa bel, gue ada acara" Joseph menaiki motor sport nya dan berlalu meninggalkan Bella yang kesal.


"ihhh Joseph gila, kurang apanya coba gue bisa-bisanya ga tertarik sama sekali" Bella menghentakkan kakinya dan pergi.


di perjalanan Joseph merasa haus ia berhenti di supermarket terdekat dan membeli air mineral, ketika akan melanjutkan perjalanan pulangnya ia melihat seorang gadis yang tengah tiduran di kursi trotoar " gila apa, cewek ga ada waspadanya sama sekali" ia ingin melanjutkan perjalanannya namun tiba-tiba ia menyadari sesuatu.


bukankah itu seperti baju yang dikenakan Icha? -batin Joseph.


ia meneliti kembali gadis tersebut dan ia memutuskan untuk menghampirinya.


icha yang mendengar suara motor yang berhenti segera bangkit dari tidurannya dan duduk "Joo? ngapain?" tanyanya ketika melihat Joo yang sedang melepas helmnya


"gue kira orang gila darimana tiduran disini ternyata elo"


"dasar ya kamu" Icha memukul pelan lengan Joseph yang hendak duduk di sebelahnya.


Joseph duduk di sebelah Icha dan menyodorkan air mineral yang kebetulan ia tadi membeli 2 buah " lagi ada masalah ya?" tanya Joo mencoba membuka percakapan.


"engga juga lagi bingung aja" Icha meminum minuman dari Joo.


"bingung kenapa?" Jo menatap Icha dengan tatapan penuh tanya.


"kamu kenapa bisa tau kalau aku suka melukis? aku tidak pernah mencantumkan hobiku di biodata"


"kamu lupa? kita satu SMA, kita dari negara sama Cha" Icha melototkan matanya ia tak menyangka jika ia dulunya satu sekolah dengan Joseph.


"ohh yaa?" Joseph mengangguk "ahh maafkan aku, sebenarnya aku lupa tentang semua masa lalu, dulu aku pernah tenggelam di laut dan kata mama kepalaku terhantam batu karang dan menyebabkan amnesia" jelas Icha.


"iya Cha gue juga tau, dan untuk keluargamu gue turut berduka cita ya" ucap Joo memandang Icha.


"kamu juga tau tentang keluargaku?"


"semua juga tau Cha" tangan Joseph terulur mengacak pelan rambut Icha,


"jangan pegang kepalaku" Icha memukul bahu Joo dengan tasnya.


"iya ya Cha ampun" namun Icha tak menghentikan pukulannya kepada Joseph dan dengan gelak tawa mereka bercerita dan sesekali bercanda.

__ADS_1


__ADS_2